Sering Pusing, Ternyata di Dalam Otak Ada Potongan Kayu

Unik | Selasa, 25 Juni 2019 14:47
Sering Pusing, Ternyata di Dalam Otak Ada Potongan Kayu

Reporter : Maulana Kautsar

Potongan kayu itu didapat saat kecelakaan lima tahun silam.

Dream - Rumah sakit di Provinsi Yunnan, melaporkan hasil operasi unik dari seorang pasien. Rumah sakit itu menemukan pecahan kayu di dalam otak pasiennya, berusia 41 bermarga Zhou.

Zhou terlihat memiliki kelopak mata bengkak dan sakit luar biasa di kepalanya.

Dilaporkan Oddity Central, Zhou mengeluh ke doktor, dia pertama kali menyadari ada yang salah di kepalanya sekitar dua bulan lalu. Usai pemindaian, kelopak mata kanannya membengkak dan sakit kepalanya yang dirasakannya terasa memburuk.

Dia lantas pergi ke rumah sakit kelas pertama di Provinsi Yunan. Dari hasil pemindaian tomografi terungkap bahwa di dalam kepalanya terdapat beberapa potong kayu yang memiliki sepanjang 11 centimeter yang tersangkut di otaknya.

Zhou kemudian memundurkan ingat saat lima tahun sebelumnya terlibat kecelakaan di sebuah hutan di Kabupaten Mojiang.

Saat itu, dia tersandung dan terjatuh. Sialnya, saat jatuh, sebuah cabang pohon tebal menembus kelopak mata kanan dan masuk ke rongga matanya.

 

2 dari 7 halaman

Pecahan Kayu Nyaris Kenai Titik Vital

Dia sempat menarik paksa cabang itu. Dengan kosong dia kemudian menghentikan pendarahan.

Zhou menganggap masih sehat karena matanya tak mengalami penurunan kemampuan. Dia tak punya cukup uang untuk memeriksakan luka itu dan membiarkan luka itu mengering.

Dengan bantuan rumah sakit, dokter meyakinkan tahapan operasi. Tim ahli bedah dan saraf berhasil mengangkat potongan kayu dari otaknya.

Dokter menyebut, Zhou beruntung karena potongan kayu itu berjarak hanya 5 milimeter dari titik vital otaknya. Seandainya mengenai titik vital itu, Zhou akan mengalami cacat permanen atau bahkan membunuhnya secara instan.

3 dari 7 halaman

2 Hari Tersiksa, Operasi Ini Ubah Masa Depan si Pria Selamanya

Dream - Pria India berusia 52 tahun mengalami nasib yang mengerikan. Alat vitalnya mengalami ereksi selama dua hari karena tumbuhnya gangrene yaitu kondisi jaringan tubuh yang mati akibat tidak mendapat pasokan darah.

Dokter di King George`s Medical University Lucknow, India akhirnya memutuskan untuk mengamputasi alat vital pria itu.

Dilaporkan Mirror, lelaki itu awalnya mendatangi rumah sakit karena tak bisa menghilangkan rasa nyeri akibat ereksi.

Petugas medis mengeringkan darah dari alat vital pria itu. Tetapi, saat kateter dilepas, alat vital pasien menjukkan tumbuhnya gangren hitam.

Gangreng tersebut menunjukkan tanda-tanda kerusakan jaringan yang parah.

4 dari 7 halaman

Penyebab Ereksi Tanpa Henti

Pria itu menderita priapisme, istilah medis untuk ereksi yang kokoh dan menyakitkan. Tidak diketahui penyebab pasien mengalami kondisi ini.

Tetapi, dokter yang menulis laporan ini, Saqib Mehdi menyebut, kondisi ereksi tanpa henti ini diduga muncul karena penggunaan obat resep ereksi ilegal atau legal, termasuk Viagra.

" Kami melepas kateter uretra," tulis Saqib Mehdi dalam laporan kasus.

Tiga minggu setelah operasi, pria itu dapat buang air kecil seperti biasa. Tapi, operasi itu yang mengubah hidupnya.(Sah)

5 dari 7 halaman

Fakta-Fakta Mertua Laporkan Menantu karena Kabar Alat Vital Terlalu Besar

Dream - Kasus Sito, mertua yang melaporkan sang menantu, Basar, gara-gara tudingan memiliki alat vital yang besar, sangat menyita perhatian masyarakat.

Kasus di Dusun Brukkan, Desa Maron Kidul, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terjadi setelah Sito etrmakan kabar bohong yang menyebut putrinya meninggal gara-gara Basar memiliki alat vital yang terlalu besar.

Kabar hoaks ini diembus-embuskan oleh orang-orang sekitar. Karena kabar itulah Sito melaporkan Basar ke polisi dengan tuduhan dugaan telah membunuh sang putri tercinta.

Tapi dalam proses mediasi, Basar tak terbukti memiliki alat vital yang besar. Sito akhirnya meminta maaf atas laporan yang telah dibuat. 

Berikut deretan fakta terkait kasus ini dikutip dari laman Liputan6.com:

6 dari 7 halaman

Diduga Ada Pembunuhan

Kanit Reskrim Polsek Maron, Aipda Dadang, mengatakan, Sito melaporkan Basar karena diduga anaknya meninggal dunia pasca berhubungan intim dengan suaminya yang dikabarkan memiliki alat vital terlalu besar.

Sebab, ketika ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, berada di dalam kamar.

" Jadi meninggalnya anaknya itu diduga akibat suaminya yang memiliki alat kelamin tidak wajar, sehingga kemudian mengakibatkan anaknya meninggal," ujar Dadang kepada Liputan6.com, Rabu 27 Maret 2019.

Setelah mendapat laporan itu, polisi kemudian mengumpulkan keluarga dan perangkat desa. Dalam pertemuan itu dilakukan untuk mengklarifikasi kebenaran berita mengenai korban meninggal akibat alat kelamin suaminya terlalu besar.

Dadang berujar, Sito juga tidak mengetahui secara pasti alat vital menantuanya itu terlalu besar atau tidak. " Jadi tidak tahu sendiri, tetapi dapat info dari orang luar," ucap dia.

Setelah berkumpul, Basar kemudian memperlihatkan alat vitalnya di depan Sito. Setelah melihat secara langsung, Sito akhirnya percaya kalau Basar bukanlah orang yang menyebabkan putrinya meninggal dunia.

" Karena itu, masyarakat jangan mudah termakan hoaks. Sebelum bertindak harus didasari kepada kebenaran, sehingga tidak ada saling curiga," kata Dadang.

7 dari 7 halaman

Penyebab sebenarnya Korban Meninggal

Dadang melanjutkan, korban yang diketahui bernama Jumarti meninggal dunia karena penyakit epilepsi yang sudah sejak usia 14 tahun dideritanya.

Karena tidak terbukti, Sito kemudian mencabut laporannya itu dan mengakui ada kesalahpahaman.

" Saya minta maaf sebesarnya. Seribu maaf dari saya. Saya anggap perkara ini tidak ada, aman," kata Sito.

Ia juga mengakui terlalu cepat mengambil kesimpulan terhadap berita yang belum diketahui kebenarannya itu.

" Banyak orang bilang kelamin menantu saya besar. Ternyata saya lihat sendiri kecil. Jadi saya cabut perkara itu. Dan saya tak akan percaya omongan tetangga lagi. Mereka itu dajjal, yang tukang buat omongan. Saya enggak percaya lagi," ucap dia.

Terkait
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya
Join Dream.co.id