Sedih! Nama di Seragam Bocah SD Terbalik, Ternyata Ibunya Tak Bisa Baca

Unik | Jumat, 10 Januari 2020 08:40
Sedih! Nama di Seragam Bocah SD Terbalik, Ternyata Ibunya Tak Bisa Baca

Reporter : Maulana Kautsar

Guru perekam akan mendapat pembinaan.

Dream - Media sosial diramaikan dengna potongan video seorang bocah sekolah dasar dengan pakaian yang janggal. Pengunggahnya menyebut, video tersebut terjadi di Tuban, Jawa Timur.

Pada video yang diunggah ke Twitter oleh akun @novee_e2, sebenarnya anak itu mengenakan seragam sekolah layaknya murid lain.

Namun bila diperhatikan dengan teliti, ada yang aneh dari atribut yang tertempel pada seragam tersebut. Pada atribut yang terpasang di lengan terlihat terpasang terbalik.

Video itu direkam oleh guru perempuan. Sang guru terdengar bertanya kepada anak tersebut tentang atribut yang terpasang tidak tepat.

" Ini yang masang siapa?" tanya sang guru.

" Mak e (ibu)," kata si bocah.

" Ibunya bisa baca atau tidak? Bapak bisa baca?"

" Enggak dengar."

" Kalau terima rapot siapa yang tanda tangan? Nanti tanya ya," kata sang guru.

2 dari 6 halaman

Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Tuban, Nur Khamid menyayangkan viralnya kabar tersebut. Dia menyebut kabar tersebut tak patut diviralkan.

" Kok masih ada yang mau memviralkan kejadian-kejadian itu," kata Nur Khamid, dikutip dari laman Halo Pantura, Kamis 9 Januari 2020.

Menurut Nur Khamid, guru perekam video secara tak langsung merundung sang murid. Untuk itu, dia meminta sekolah membina guru tersebut.

" Saya harap semuanya cerdas bermedsos, dan kita akan lakukan pembinaan terhadap guru itu," kata Nur Khamid.

3 dari 6 halaman

Fakta Mengejutkan Video Viral Ibu di Makassar Tampar Wajah Siswi SD

Dream - Aksi penamparan seorang ibu terhadap siswi Sekolah Dasar (SD) di Biringkanaya, Makassar menghebohkan dunia maya. Dari informasi yang beredar, sang ibu marah karena siswi tersebut telah membuat nangis putranya.

Usai viral di media sosial, sang ibu yang tengah emosional tersebut diketahui bernama MT (41), warga Kecamatan Biringkanayya. Dia diketahui menampar DA, (8), murid kelas II SD Sipala 2.

Tindakan MT telah menyebabkan DA yang tidak lain teman sekelas anak pelaku itu mengalami memar di bagian bawah mata kiri.

Mengutip laman Merdeka.com, tindakan ibu yang berprofesi perawat itu terjadi di dalam kelas, di hari penerimaan rapor.

Dalam video yang beredar, terlihat jelas MT menunjuk-nunjuk wajah korban yang duduk di kursi dalam kelas. Dia marah setelah FD, anaknya, mengadu kalau dia telah dipukul pakai gagang sapu oleh korban.

Korban mengelak kalau kejadiannya tidak sengaja karena saat itu dia tengah menyapu dan gagang sapu mengenai FD.

4 dari 6 halaman

Ditampar Dua Kali

Tidak terima pembelaan itu, Ibu MT langsung menampar wajah DA itu hingga dua kali. Kemudian dia beranjak pergi meninggalkan DA yang menangis. Kejadian ini disaksikan ibu-ibu lain bahkan ada yang memvideokan dan viral.

Kapolsek Biringkanayya, Kompol Azhari yang dikonfirmasi, Minggu, (29/12), mengatakan, setelah dilaporkan oleh orangtua korban, anggota langsung bergerak dan pukul 12.00 wita semalam, Ibu MT telah diamankan.

" Semalam anggota Opsnal Polsek Biringkanaya mendatangi rumah pelaku di Jl Katimbang dan membawanya ke kantor untuk proses hukum selanjutnya," kata Kompol Azhari.

5 dari 6 halaman

Dipicu Kasus Lama

Azhari menjelaskan, pelaku mengakui perbuatannya sesuai dalam video itu. Itu berlatar belakang kasus gagang sapu yang mengenai anaknya.

" Penganiayaan pelaku terhadap murid SD rekan anaknya itu karena kasus lama pada 20 Desember lalu. Anak itu itu berinisial FD mengadu ke ibunya kalau korban telah memukulnya dengan gagang sapu. Dan saat penerimaan rapor kemarin di sekolah, pelaku kemudian mendatangi korban dalam kelas dan terjadilah penganiayaan itu," ujarnya.

Ditambahkannya, pelaku melanggar pasal 80 ayat 1 UU Perlindungan Anak No 35 tahun 2014.

6 dari 6 halaman

Pihak Sekolah Baru Tahu Setelah Viral

Sementara itu, kepala sekolah, Hajjah Andi Bunayyya yang juga dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sama sekali tidak tahu jika ada kejadian penamparan tersebut. Dia baru tahu saat ada seorang guru meneleponnya malam-malam dan mengatakan ada video viral yang kejadiannya di SD Sipala II pagi.

" Saya telepon sejumlah guru dan guru kelas II membenarkan kejadian itu tetapi guru itu juga baru tahu setelah kejadian karena melihat murid yang dipukul ini menangis," kata Andi Bunayya.

Peristiwanya terjadi saat guru-guru berkumpul di kantor sembari menunggu semua murid dan orangtuanya datang untuk mengambil rapor. Karena rencananya usai penerimaan rapor anak-anak, juga akan ada rapat jadi itu juga dipersiapkan.

" Saat tidak ada guru dalam kelas itulah ibu itu masuk kelas dan mendapati murid perempuan yang katanya telah memukul anaknya," ujar Andi Bunayya.

Ditambahkan, kalau dari murid perempuan ini mengaku, tidak pernah ada perkelahian. Hanya korban menyapu dan gagangnya kena kepala temannya itu sehingga benjol.

" Seharusnya ibu ini melaporkan ke kita kalau ada kejadian, tidak langsung seperti itu," kata Andi Bunayya.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

Terkait
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam
Join Dream.co.id