Polisi Ciduk Kepala Dinas di Jeneponto yang Cium Staf Wanita

Unik | Rabu, 28 Agustus 2019 12:36
Polisi Ciduk Kepala Dinas di Jeneponto yang Cium Staf Wanita

Reporter : Maulana Kautsar

Korban dicium saat sedang selfie di kantornya.

Dream - Polisi menangkap seorang kepala dinas di kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, berinisial Z, karena diduga melakukan pelecehan seksual pada salah seorang staf perempuannya.

" Diduga pelaku melakukan pelecehan seksual itu di kantornya. Dari laporan, pelaku mencium korban di pipinya," kata Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Boby Rachman, dikutip dari infosulsel.com, Rabu 28 Agustus 2019.

Menurut Boby, kasus ini bermula ketika Z nekat mencium staf perempuannya di kantor dinasnya. Saat itu korban sedang selfie. " Korbannya adalah ASN dan punya suami," tambah Boby.

Sang staf yang tak terima atas kejadian itu kemudian melapor ke polisi. Polisi segera mengambil tindakan dengan menangkap Z.

2 dari 5 halaman

Pernah Jadi Korban Pelecehan, Jessica Iskandar Trauma

Dream - Jessica Iskandar atau Jedar bercerita pernah mengalami perlakuan kurang menyenangkan di masa lalunya. Kasus siswi SMP di Pontianak yang alami kekerasan mengingatkan Jedar kejadian di masa kecilnya.

Ia mengungkap saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) pernah mengalami pelecehan dari anak laki-laki. Kala itu, Jedar sedang berjalan bersama kakaknya tapi saat itu ada sekelompok anak laki-laki yang langsung menyoleknya.

" Jadi waktu itu aku lagi jalan sama mbak aku, lagi mau nyeberang jalan tiba-tiba ada anak-anak kecil lelaki gitu kayak langsung N****l (nyolek)," kata Jessica Iskandar, ditemui di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat 12 April 2019.

 jedar dan richard© jedar dan richard

foto : @inijedar

Akibat kejadian tersebut, ibu satu anak ini mengaku trauma dan tidak berani berjalan kaki. " Itu aku shock banget sampai aku tidak berani pergi lagi tanpa naik mobil. Aku tidak berani jalan kaki," kata dia. (mut)

3 dari 5 halaman

Terjadi 4 Kekerasan dan Pelecehan Guru dalam 3 Bulan

Dream - Selama 2019, terjadi empat kekerasan dan pelecehan terhadap guru. Yang terbaru, kasus pelecehan guru perempuan di dalam kelas.

Kasus tersebut viral usai diunggah akun Instagram Lambe Turah. Guru tersebut tampak dikerubuti para siswa lelaki. Mereka menyanyi dan menari sambil membawa sejumlah uang, seolah ingin menyawer sang guru.

Sementara itu, seorang siswa yang bertelanjang dada tampak naik ke atas meja guru.

 

. apa pun itu mau becanda kek,iseng kek,tokek kek kagak pantes dilakuin di lingkungan sekolah yess . prihatin minceu liat nya

A post shared by Bukan Akun Haters / Fanbase � (@lambe_turah) on

Sejak diunggah pada Sabtu, 23 Maret 2019, video itu menjadi viral. Kasus ini ramai dibicarakan oleh pengguna media sosial.

Kasus ini menambah deretan peristiwa pelecehan dan kekerasan terhadap pendidik. Pada Februari 2019, terdapat dua kasus pelecehan terhadap guru. Kasus pertama terjadi di Gresik, Jawa Timur, dan yang kedua terjadi di Yogyakarta.

Kasus di Gresik menyita perhatian banyak pihak. Sosok guru honorer bernama Khalim itu ditantang oleh murid SMP Wringianom. Sang murid bahkan tak segan mencengkeram kerah baju dan menantang Khalim. Kasus tersebut berakhir dengan permintaan maaf si murid.

 

Beginilah nasib guru jaman sekarang. Keras dikit dilaporin ke Polisi. TKP SMP PGRI Kecamatan WIRINGANOM Kabupaten Gresik. Dikeluarkan dari sekolah adalah solusi. Biar dia cari sekolahan baru. Yang sabar ya para guru2. We love you. We always support you.. #kmupdates @ndorobeii

A post shared by Krishna Murti (@krishnamurti_bd91) on

4 dari 5 halaman

Ditantang Siswa

Sementara itu, masih di bulan yang sama, seorang guru SMK di Yogyakarta ditantang berkelahi siswanya.

 Guru ditantang siswa di Yogyakarta (Foto: Facebook Putri Rizky)© Facebook Putri Rizky

Guru ditantang siswa di Yogyakarta (Foto: Facebook Putri Rizky)

Peristiwa itu bermula ketika si guru mengambil ponsel siswa. Tak terima, siswa itu marah dan mengambil tas milik sang guru.

Peristiwa kekerasan terhadap juga dapat mengarah ke aksi kriminal. Guru SMP Negeri 6 Kalukku, Herlawan Ahlak Hansyah, dipukuli wali murid dan siswanya.

 

5 dari 5 halaman

Dipukul Wali Murid

Menurut laman Liputan6.com, peristiwa itu terjadi ketika Herlawan menegur salah satu siswa yang tak berpakaian rapi saat upacara bendera Senin, 11 Maret 2019. Herlawan menegur FA dengan cara memukul lengannya

Kasus ini dilaporkan ke polisi. Heri, adik korban, melaporkan peristiwa itu pada Rabu, 13 Maret 2019.

" Setelah mendapat laporan itu, Tim Python dari Satreskrim Polres Mamuju langsung bergerak menangkap Amran," kata Kapolres Mamuju, AKBP Rivai Arvan.

Amran diamankan polisi di rumahnya, Desa Pokkang. Arvan menyebut, dari hasil interogasi sementara, Amran memukul Herlawan karena sakit hati anaknya dipukul oleh gurunya.

Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'
Join Dream.co.id