PNS Wanita Jalani Tes Usap, Reaksinya Bikin Ngakak: Salah Pegang

Unik | Senin, 10 Agustus 2020 17:59
PNS Wanita Jalani Tes Usap, Reaksinya Bikin Ngakak: Salah Pegang

Reporter : Ahmad Baiquni

Dia berusaha berpegangan ke benda apapun yang bisa diraih, tapi...

Dream - Sejumlah institusi ramai menggelar tes kesehatan untuk melacak potensi penularan Covid-19. Para pegawainya, terutama PNS, diharuskan menjalani baik tes cepat (rapid test) maupun tes usap (swab test).

Tentu, reaksi masing-masing orang berbeda satu dengan lainnya. Ada tenang, tidak sedikit yang gugup.

Demikian pula dengan seorang PNS wanita berhijab satu ini. Dia menunjukkan reaksi yang mengejutkan ketika menjalani tes usap.

Video tentang tes usap tersebut diunggah di akun Instagram @makassar_iinfo. Terlihat seorang PNS wanita sedang menjalani tes usap di bawah bimbingan dua petugas medis menggunakan APD lengkap.

 

2 dari 6 halaman

Salah Pegang

Salah satu petugas memasukkan alat ke dalam hidung PNS tersebut. Sementara petugas lainnya berdiri di samping si PNS.

Tiba-tiba, PNS itu bereaksi ketika alat usap dimasukkan pelan-pelan ke dalam hidungnya. Dia langsung menggerakkan tangan kirinya dan berusaha meraih sesuatu.

Tak peduli apa yang didapat, PNS tersebut memegang erat benda yang diraihnya. Ternyata, dia menggenggam APD yang dikenakan salah satu petugas, tetapnya di daerah organ vital.

Warganet pun berkomentar kocak melihat video tersebut.

" Eh salah pegang," tulis seorang warganet.

" Ngakak sumpah," tulis warganet lainnya.

" Ambil kesempatan dalam kelonggaran," tulis warganet lain.

3 dari 6 halaman

Begini Reaksinya

      Lihat postingan ini di Instagram

Betapa sakitnya orang ketika di Swab ????

Sebuah kiriman dibagikan oleh OFFICIAL MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) pada

4 dari 6 halaman

Viral Berita Duka Korban Covid-19, Isinya 'Semoga Karma Datangi Kalian Semua'

Dream - 'Kalian memalukan, semoga karma datangi kalian semua'. Itulah kalimat pendek yang ditulis Stacey Nagy di berita duka setelah suaminya meninggal akibat penyakit Covid-19.

Pesan berita duka yang mirip ancaman itu dibuat untuk Presiden Donald Trump, Gubernur Texas Greg Abbott, dan lainnya yang menolak untuk memakai masker.

Wanita asal Texas tersebut mengatakan almarhum suaminya, David, termasuk orang yang ramah dan suka mengobrol dengan orang meski dia belum mengenalnya.

Pernikahan mereka selama 20 tahun penuh dengan kebahagiaan. Sampai akhirnya direnggut ketika David tertular virus corona beberapa minggu yang lalu.

" Aku selalu memberikan semangat agar dia terus berjuang dan tidak boleh kalah 'Ayo David, kamu pasti bisa, kamu akan sembuh'," kata Nagy.

Menurut Nagy, suaminya berjuang melawan ganasnya virus corona selama beberapa minggu. Tapi ayah lima anak berusia 79 tahun itu meninggal pada 22 Juli lalu.

" Aku menangis setiap hari, berpikir tentang dirinya. Aku berusaha konsentrasi untuk mendatangkan kebahagiaan saat ini. Tapi aku sadar dia sekarang sudah tidak ada di sampingku," ujar Nagy.

5 dari 6 halaman

Kematian yang Tidak Perlu

Nagy benar-benar sedih dan marah atas kematian suaminya yang dianggap sebagai hal yang seharusnya tidak perlu terjadi, jika pemimpin politik serius menangani pandemi Covid-19 di Amerika Serikat.

Dalam berita duka yang ditulis di koran lokal Jefferson Jimplecute, Nagy menyalahkan kematian suaminya kepada orang-orang arogan yang mementingkan diri mereka sendiri karena menolak memakai masker.

Dia juga menyalahkan warga Amerika yang mengatakan, tidak memakai masker adalah hak asasi mereka yang dijamin dalam UUD AS.

" Ya, itu memang hak kalian untuk tidak memakai masker dan pergi keluar, dan membunuh orang-orang dengan kuman yang kalian bawa," sindir Nagy.

" Aku tahu jika semua orang melakukan apa yang seharusnya, dia (David) masih hidup. Penyakit itu tidak akan lepas kendali seperti sekarang ini," ujar Nagy.

Melalui berita duka itu juga, Nagy menyalahkan pemerintahan Presiden Donald Trump dan sejumlah politisi yang tidak serius menangani pandemi Covid-19.

" Kesalahan atas kematiannya dan semua orang yang tak bersalah jatuh pada Trump, Abbott dan semua politisi lainnya yang tidak menganggap pandemi ini serius, dan lebih mementingkan popularitas dan suara mereka daripada kehidupan."

6 dari 6 halaman

Sudah Terlalu Banyak Korban Berjatuhan

Nagy berharap warga AS dan dunia lainnya untuk bersikap bijak menghadapi pandemi Covid-19. Menurutnya, sudah terlalu banyak korban yang berjatuhan akibat virus corona ini.

" Sudah terlalu banyak orang yang telah meninggal. Aku memang menderita karena kesedihan ini, tapi lihat keluarga lainnya yang juga menangis untuk orang yang mereka cintai," katanya.

Sumber: WRBL

Join Dream.co.id