Ledek Kekasih Gendut Karena Minta Es Krim, Hidup Pria Ini Berakhir Tragis

Unik | Senin, 19 Agustus 2019 06:36
Ledek Kekasih Gendut Karena Minta Es Krim, Hidup Pria Ini Berakhir Tragis

Reporter : Idho Rahaldi

Hati-hati jika berkata, apalagi mengejek fisik seseorang...

Dream - Es krim menjadi kudapan favorit bagi semua orang. Rasanya yang lembut, dingin, dan manis pas untuk dimakan saat siang yang terik. Es krim juga jadi pilihan seseorang yang ingin memperbaiki suasana hati.

Namun siapa sangka, es krim ternyata bisa menjadi pemicu peristiwa mengenalkan. Ini terjadi di China belum lama ini. 

Seorang gadis diketahui meminta tolong kekasihnya membeli es krim karena dia tengah menginginkannya saat itu. Namun siapa sangka, akhir dari cerita romansa sepasang kekasih itu berakhir dengan pembunuhan mengerikan.

Melansir World Of Buzz, peristiwa itu terjadi pada 14 Agustus lalu, sepasang kekasih tengah berjalan-jalan sore di sebuah pusat perbelanjaan di Henan, China.

2 dari 6 halaman

Ingin Makan Es Krim

Cuaca saat itu memang sedang panas. Sang wanita menginginkan es krim untuk membuatnya kembali segar.

Sialnya kekasihnya malah mengeluarkan kata-kata ejekan yang membuat wanita itu sakit hati.

" Kamu sudah sangat gemuk, masih ingin makan es krim?" ucap si pria.

Mendengar hal itu, sang wanita pun merasa sakit hati. Tanpa berbicara apapun ia masuk ke sebuah toko untuk membeli gunting.

3 dari 6 halaman

Ditikam Hingga Tewas

Saat keluar toko, dengan gelap mata wanita itu menikam kekasihnya empat kali dengan gunting.

 Ditikam

Darah tak berhenti mengalir dari tubuh pria itu, ia pun terjatuh di tengah keramaian. Warga yang melihat pun langsung menelpon polisi untuk meminta bantuan.

Ketika polisi dan paramedis tiba, mereka segera melarikan lelaki itu ke rumah sakit. Sayang di tengah perjalanan menuju rumah sakit, lelaki itu menghembuskan nafas terakhirnya.

Sementara sang wanita diamankan pihak berwajib setelah sebelumnya mencoba untuk melarikan diri.

 Wanita

Polisi mengatakan bahwa mereka masih menyelidiki kasus ini.

4 dari 6 halaman

Satu Keluarga di Serang Jadi Korban Pembunuhan

Dream - Satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Serang, Banten, menjadi korban pembunuhan. Ayah dan anak di keluarga itu meninggal dunia, sementara sang ibu dalam kondisi kritis.

" Yang masih kritis itu ibu di RSUD Cilegon," ujar Kasatreskrim Polres Serang Kota, AKP Ivan Adhitira, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 13 Agustus 2019.

Korban meninggal dunia itu Rustadi dan anaknya yang masih berusia empat tahun. Sementara istri Rustadi, Sadiah, masih menjalani perawatan di rumah sakit karena menderita luka tusuk di punggung.

Peristiwa sadis itu diduga terjadi sekitar pukul 00.00-05.00 WIB. Korban ditemukan sudah bersimbah darah oleh temannya pada pukul 07.30 WIB. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

" Tim identifikasi masih melakukan olah TKP dan meminta keterangan keluarga korban apakah ada barang yang hilang," kata Ivan.

5 dari 6 halaman

Fakta-fakta Mengejutkan Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Dream - Polisian telah menangkap HS, tersangka pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. HS mengaku nekat membunuh Diperum Nainggolan, istri dan dua anaknya karena sakit hati.

Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat, mengatakan, HS memiliki hubungan keluarga dengan korban, diminta untuk mengelola usaha indekostnya.

" Beberapa waktu lalu pengelolaannya adalah pelaku ini dan kemudian ketika pelaku main ke rumahnya, sering dihina oleh korban, itu pengakuannya," kata Wahyu di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 16 NOvember 2018.

Wahyu menjelaskan, karena sakit hati, HS menyusun rencana untuk menghabisi nyawa Diperum Nainggolan. Pada Senin 12 November 2018 malam, HS bertamu dengan Diperum Nainggolan seperti biasa.

6 dari 6 halaman

Anak Korban Sempat Tanya Apa yang Terjadi Kepada Pelaku

Ketika itu, HS langsung menghabisi nyawa korban dengan linggis. " Jadi begini, kalau hasil otopsi itu secara rinci belum keluar. Tapi kami bisa sampaikan bahwa berdasarkan olah TKP, korban yang dibunuh dengan menggunakan linggis itu adalah suami istri. Tapi yang di anaknya itu tidak ada luka dari linggis," ujar dia.

Saat terjadi pembunuhan kepada orangtuanya, sang anak bangun dan menanyakan apa yang terjadi. Kedua anak malang itu akhirnya turut dibunuh.

" Karena saat kejadian anak itu bangun mengetahui. Dan sempat bertanya, ada apa om dengan orang tua saya'," kata Wahyu.

Akibat perbuatannya, HS terancam hukuman mati. " Pasal yang diterapkan adalah Pasal 365 ayat 3 kemudian 340 dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati," ujar Wahyu.

Terkait
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham
Join Dream.co.id