Pengakuan Mencengangkan Pelaku Buang Wanita di Kolam Buaya Kalimantan Timur

Unik | Selasa, 27 Oktober 2020 17:31

Reporter : Sugiono

Setelah mengajak berhubungan badan sampa dua kali, pelaku membunuh korban karena..

Dream - Polisi akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan wanita Kalimantan Timur bernama Fransisca Wahyu Retno Panuntun yang tewas setelah diajak berhubungan di dalam mobil oleh selingkuhannya, Ricky Ashary.

Mayat wanita berusia 25 tahun itu dibuang ke kolam penangkaran buaya Bumi Perkemahan Mayang Mangurai, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.

Pelaku yang berusia 34 tahun membuang mayat Fransisca ke kolam penangkaran buaya dengan harapan jadi santapan buaya untuk menghilangkan jejak.

Pengakuan Mencengangkan Pelaku Buang Wanita di Kolam Buaya Kalimantan Timur
(Foto: Pojoksatu.id)
2 dari 6 halaman

Sempat Lari ke Kalimantan Tengah

Tetapi kejahatan itu tidak ada yang sempurna hingga polisi akhirnya berhasil mengungkap kasus penemuan mayat wanita di Bumi Perkemahan Mayang Mangurai, pada Rabu, 21 Oktober lalu.

Melalui pemeriksaan maraton terhadap 15 orang saksi, Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning menyebut, kasus pembunuhan Fransisca terungkap. Penyelidikan tentang tersangka mengarah ke satu nama, yakni Ricky Ashary, warga Jalan Durian III, Tanjung Redeb.

" Benar, pelaku sudah kami amankan di Kalimantan Tengah. Pelaku bersembunyi di salah satu indekos milik keluarganya," ujar Edy Setyanto.

3 dari 6 halaman

Ketakutan Setelah Korban Mengancam

Menurut keterangan Edy Setyanto, kronologi perselingkuhan berujung pembunuhan ini dimulai ketika pelaku menjemput korban di depan RSUD dr Abdul Rivai pada Selasa, 20 Oktober, sekitar pukul 21.00 Wita.

Pelaku kemudian mengajak korban berhubungan badan sebelum pergi ke sebuah karaoke di salah satu tempat di Tanjung Redeb.

Selang beberapa jam, tersangka dan korban kembali melakukan hubungan badan di dalam mobil rental KT 1411 GE, yang diparkir sekitar lokasi Bumi Perkemahan Mayang Mangurai.

" Motor korban sendiri ditinggal diparkiran RSUD dr Abdul Rivai. Setelah berhubungan, korban mengancam pelaku, akan melaporkan aksi tersebut kepada sang istri," ucap Edy Setyanto.

4 dari 6 halaman

Diduga Telah Merencanakan Pembunuhan

Karena takut dengan ancaman korban, pelaku berbuat nekat. Dia menghabisi nyawa korban dengan cara menjerat lehernya menggunakan tali. Kejadian itu diduga sekitar pukul 02.00 - 03.00 Wita.

Pelaku diduga telah merencanakan pembunuhan itu. Sebab, Ricky sudah menyiapkan tali dan lakban sebelum menghabisi nyawa Fransisca.

" RA rupanya telah menyiapkan tali dan lakban. Tali dan lakban dibeli saat pelaku bersama korban di salah satu warung di kawasan Tanjung Redeb," jelas Edy Setyanto.

5 dari 6 halaman

Bukan Selingkuhan, Hanya Sebatas Teman?

Menurut keterangan Kapolres Berau, pelaku dan korban tidak memiliki hubungan spesial, hanya sebatas teman.

" Untuk motif pembunuhan, informasi awalnya karena pelaku merasa terancam dengan ancaman korban, makanya nekat melakukan pembunuhan," kata Edy Setyanto.

Setelah menghabisi nyawa korban dengan seutas tali, pelaku kemudian menutup mulut korban dengan lakban dan mengikat tangannya.

6 dari 6 halaman

Setelah Jasad Dibuang

Jasad korban kemudian dibuang di kolam penangkaran buaya di Mayang Mangurai, untuk menghilangkan bukti.

Pelaku berharap agar tubuh korban dimakan buaya. Namun, jasad korban tersangkut di ranting pohon.

Saat ini berita ini ditulis, pelaku masih diperiksa di Berau, wilayah hukum Polresta Palangkaraya untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sumber: PojokSatu

Join Dream.co.id