Pulau Baru Muncul di Rote Ndao NTT Pasca Diterjang Badai Seroja

Unik | Rabu, 14 April 2021 05:00
Pulau Baru Muncul di Rote Ndao NTT Pasca Diterjang Badai Seroja

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Ukuran panjang pulau itu kurang lebih 50 meter, sedangkan lebar sekitar 11 meter.

Dream - Sebuah pulau baru muncul di Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca Badai Seroja yang menerjang wilayah tersebut pekan lalu. Masyarakat setempat menyebut gundukan tanah dan bebatuan itu sebagai Pulau Paskah.

Camat Loaholu Jemi Oktavianus Adu yang dihubungi dari Kupang menjelaskan, gundukan pasir dan batu karang laut menyerupai pulau itu muncul pada pada 4 April 2021.

" Itu terbentuk setelah badai Seroja yang menerjang wilayah NTT, khususnya Rote Ndao sehingga terbentuk itu. Mungkin karena gelombang keras di dasar laut, sehingga mengeruk pasir dan batu karang ke permukaan dan membentuk seperti itu," jelasnya, Selasa 13 April 2021.

2 dari 8 halaman

Bentuk Geografi Pulau

Oktavianus menjelaskan, ukuran panjang pulau itu kurang lebih 50 meter, sedangkan lebar sekitar 11 meter.

" Kami belum sempat melihat ke sana karena masih sibuk dengan pendataan korban terdampak badai Seroja," tutupnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, gundukan tanah dan batu karang laut menyerupai pulau itu pertama kali ditemukan Kepala Desa Tasilo beserta beberapa orang warganya.

Sumber: merdeka.com

3 dari 8 halaman

5 Fakta Banjir Bandang Flores Timur

Dream - Bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu dinihari, 4 Maret 2021. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur mencatat bencana tersebut menelan sejumlah korban jiwa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bancana (BNPB), Raditya Jati, menuturkan, bencana itu telah menyebabkan 41 orang meninggal dunia. Namun BNPB masih terus melakukan pendataan korban banjir bandang di NTT.

Sementara itu, tercatat sembilan orang luka-luka, 27 orang hilang, dan 49 KK terdampak. Titik pengungsian pun terpusat di Balai Desa Nelelamadike.

Dilansir dari Liputan6.com dan berbagai sumber lain, berikut fakta-fakta terkait banjir bandang di Flores Timur.

4 dari 8 halaman

1. 67 Warga Jadi Korban

Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hajon, mengatakan, sejumlah korban tewas akibat banjir bandang dan longsor tersebut.

Hingga Minggu, 4 Maret 2021 sore, ada lebih dari 60 warga di Desa Nelelelamadike, Kecamatan Ileboleng, Flores Timur, NTT, tewas tertimbun longsor. Dari total korban tewas itu, ada 39 jenazah yang telah ditemukan.

" Ditemukan sekitar 39 jenazah, diperkirakan sekitar 60 an jenazah di tempat ini," kata Antonius, dikutip dari Youtube Kompas TV, Senin 5 April 2021.

5 dari 8 halaman

2. Rumah Warga Tertimbun Lumpur

Raditya Jati melaporkan, pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, puluhan rumah warga tertimbun lumpur di Desa Lamanele.

Namun, ada juga rumah warga yang hanyut terbawa banjir. Selain itu, jembatan di Desa Waiburak, Adonara Timur hancur karena banjir bandang tersebut.

" Pihak pemerintah daerah telah melakukan rapat terbatas antara Bupati, TNI, Polri dan instansi terkait. Salah satunya dengan pembentukan posko penanganan darurat," ujar Raditya Jati dalam keterangannya, Kamis 4 April 2021.

Menurut Jati, kendala yang diidentifikasi petugas BPBD yaitu akses satu-satunya adalah penyeberangan laut ke Pulau Adonara. Sementara perjalanan laut menuju ke pulau tersebut tidak diperbolehkan lantaran cuaca buruk.

" Hujan, angin, dan gelombang yang tinggi mengakibatkan pelayaran tidak diperbolehkan oleh otoritas setempat," kata dia.

6 dari 8 halaman

3. Desa dan Kecamatan yang Terdampak

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menuturkan bahwa ada empat kecamatan dan tujuh desa yang terdampak bencana banjir tersebut. Antara lain di Kecamatan lle Boleng ada Dosa Nelelamadike; di Kecamatan Adonara Timur ada Kelurahan Walwerang dan Desa Waiburak; di Kecamatan Wotan Ulumado ada Desa Oyang barang dan Desa Pandai; kemudian Kecamatan Adonara Barat ada Desa Waiwadan dan Desa Duwanur.

" Sekali lagi data ini sangat dinamis. Ini adalah data pukul 17.30," jelasnya.

7 dari 8 halaman

4. Pencarian Korban Masih Berlanjut

Curah hujan yang cukup tinggi membuat evakuasi terkendala. Namun, pihak pemerintah telah melakukan rapat terbatas antara Bupati, TNI, Polri dan instasi terkait untuk membentuk posko penanganan darurat.

" Kendala di lapangan yang diidentifikasi petugas BPBD yaitu akses satu-satunya adalah penyeberangan laut ke Pulau Adonara. Sedangkan hujan, angin dan gelombang yang tinggi mengakibatkan pelayaran tidak diperbolehkan oleh otoritas setempat," kata Raditya Jati.

Korban hilang merupakan dua warga di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur. Sementara tiga lainnya dilaporkan hilang berada di Desa Oyang Barang, Kecamatan Wotan Ulumado.

Untuk kerugian material dilaporkan puluhan rumah warga tertimbun lumpur di Desa Lamanele, Kecamatan Ile Bokeng. Selain itu, ada rumah warga sekitar hanyut terbawa banjir serta jembatan putus di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur.

" Aparat pemerintah desa masih terus melakukan pendataan di lapangan," pungkas Raditya Jati.

8 dari 8 halaman

5. Disorot Media Luar

Banjir bandang yang terjadi di Flores Timur, NTT menjadi perhatian media luar. Media dunia dari Australia hingga Amerika Serikat turut menyorot banjir bandang Flores Timur, NTT.

Associated Press mengabarkan " Hujan besar memicu tanah longsor, banjir di Indonesia; 23 meninggal."

Artikel itu melaporkan bahwa bencana terjadi di desa Oyang Bayang dan Waiburak. Ratusan orang meninggalkan rumah mereka yang terendam air, bahkan ada yang hanyut.

Media Amerika Serikat seperti Voice of America (VOA), Seattle Times, dan ABC turut mengabarkan berita dari AP tersebut.

Channel News Asia di Singapura mengabarkan adanya korban jiwa di Timor Leste pada berita " Banjir, longsor membunuh lusinan orang di Indonesia dan Timor Leste." Korban di Timor mencapai delapan orang.

Sumber: liputan6.com dan sumber lain

Join Dream.co.id