Ulah Ayam Nyasar ke Toko Pakaian Bikin Ngakak

Unik | Selasa, 25 Juni 2019 16:48
Ulah Ayam Nyasar ke Toko Pakaian Bikin Ngakak

Reporter : Idho Rahaldi

Ganggu aja manusia, orang mau jalan-jalan di mall juga...

Dream - Menangkap ayam memang bukan perkara gampang. Karena ayam terkenal sebagai hewan yang gesit dan tak mau diam.

Banyak orang merasa bingung dan sampai kehabisan tenaga saat menangkap ayam. bahkan sampai ada orang yang dibuat kesal karena ayamnya tak bisa ditangkap.

Hal itulah yang baru-baru ini di rasakan seorang pegawai toko pakaian di Setapak Central Mall, Malaysia.

Dalam video unik yang tengah ramai di bagikan di media sosial, pegawai itu terlihat bersusah payah menangkap seekor ayam yang masuk ke dalam toko pakaian di mal.

2 dari 8 halaman

Sulit Ditangkap

Dengan lincahnya ayam itu terlihat terbang kesana kemari melewati manekin dan rak-rak tinggi saat mencoba kabur dari tangkapan pegawai tersebut.

Bahkan ayam itu pun coba mengalihkan dengan menjatuhkan salah satu manekin, beruntung sang pegawai dapat menangkapnya tepat waktu.

Video lucu berdurasi 13 detik itupun sontak dibanjiri komentar dan di retweet hingga lebih dari 30 ribu kali sejak diunggah di twitter oleh akun @Flzhksma.

Penasaran seperti apa? Yuk intip videonya dibawah ini:

3 dari 8 halaman

Ini Videonya

4 dari 8 halaman

Fakta Mengejutkan Gadis Berprilaku Mirip Ayam Usai Dikurung 8 Tahun di Kandang

Dream - Pada tahun 1980, warga negara Portugal dikejutkan oleh kisah Maria Isabel Quaresma Dos Santos.

Isabel adalah seorang gadis berusia 9 tahun yang menghabiskan seluruh masa kecilnya di kandang ayam. Dia tidak pernah berinteraksi dengan manusia atau merasakan kasih sayang orang tuanya.

Karena efek tumbuh bersama dengan ayam memengaruhi perilakunya, Isabel dikenal sebagai 'Gadis Ayam'.

Masyarakat Portugal baru tahu kisah Isabel setelah sebuah artikel yang diterbitkan oleh surat kabar Diário de Notícias pada Januari 1980. Isabel lahir pada tanggal 6 Juli 1970, di sebuah ladang di Tábua, distrik Coimbra, Portugal.

Ketika baru berusia satu tahun, Isabel didiagnosis menderita masalah mental yang berat. Mengetahui hal itu, ibunya mengurung Isabel di kandang ayam. Dia tidak menganggap putrinya itu sebagai bagian dari keluarga.

 Maria Isabela (baju putih) memeluk seorang relawan pada tahun 1991. Usianya 21 tahun saat itu. (

Isabel menghabiskan 8 tahun berikutnya di kandang ayam itu. Dia tumbuh besar hanya dikelilingi oleh ayam dan bertahan hidup dengan makanan yang sama dengan ayam.

Dia makan biji-bijian, daun kubis dan sisa makanan apa pun yang diberikan keluarga kepadanya.

Menariknya, saudara-saudara Isabel hidup normal. Mereka bersekolah dan bermain bersama teman-teman sebaya di kampungnya.

Kemudian terungkap bahwa semua orang di Tábua tahu tentang gadis yang tumbuh di kandang ayam keluarganya. Tetapi tidak ada yang pernah melaporkan keluarga tersebut kepada pihak berwenang atau mencoba membantu Isabel.

Wajar saja, Tábua adalah komunitas pedesaan kecil pada masa itu, dan orang-orang di sana lebih fokus bekerja di ladang mereka daripada terlibat dalam urusan tetangga.

5 dari 8 halaman

Hampir Punya Peluang Keluar dari Kandang Ayam

Meskipun kisah tentang 'Gadis Ayam' baru terungkap pada bulan Januari 1980, Isabel sebenarnya punya peluang keluar dari penjara tak manusiawinya itu empat tahun sebelumnya.

Pada tahun 1976, salah satu bibinya menyampaikan protes kepada orang tua Isabel dan berusaha meyakinkan mereka agar anak itu diperiksa secara medis.

Dokter pun mendiagnosis Isabel dengan penyakit cacat di Coimbra, dan menambahkan bahwa Isabel perlu dirawat di rumah sakit untuk rehabilitasi.

Namun, tidak ada rumah sakit yang mau menerima Isabel. Karena ditolak oleh beberapa rumah sakit, termasuk rumah sakit jiwa, bibinya tidak punya pilihan selain mengembalikannya ke keluarganya.

Nasib Isabel akhirnya diketahui secara luas oleh publik ketika Maria Bichão, teknisi radiologi di Rumah Sakit Torres Vedras, mengungkap kasus gadis itu ke media massa pada tahun 1980.

6 dari 8 halaman

Berhasil Keluar dari Kandang Ayam

Bichão ingin membantu Isabel setelah mengetahui kondisi gadis itu melalui seorang perawat di rumah sakit tempatnya bekerja. Dia membawa gadis itu ke rumahnya selama 15 hari, tetapi segera menyadari bahwa Isabel membutuhkan bantuan profesional.

Jadi dia menghubungi wartawan dari Lisbon, ibukota Portugal, tentang kondisi Isabel, termasuk dampak yang telah terjadi pada keadaan fisik dan mentalnya.

“ Sulit membayangkan siapa pun dapat bertahan hidup dalam kondisi yang dialami anak ini selama bertahun-tahun. Tetapi yang lebih mengejutkan adalah bahwa kasusnya telah diabaikan empat tahun lalu tanpa ada institusi yang mengambil langkah yang diperlukan untuk membantunya,” tulis Maria Catarina, seorang jurnalis dari Lisbon.

Manuela Eanes, Ibu Negara Portugal pada saat itu, memainkan peran besar dalam kisah ini, dengan mengatur agar Isabel dibawa ke pusat rehabilitasi di Lisbon. Dokter di sana dikejutkan oleh perilaku seperti binatang Isabel dan cacat mental yang parah.

“ Dari apa yang telah saya amati sejauh ini, saya dapat mengatakan bahwa ini adalah anak yang menderita kekurangan intelektual yang kemungkinan besar disebabkan oleh pengabaian sosial dan kasih sayang manusia. Perilaku Isabel berada pada tingkat biologis dasar, yaitu, reaksi untuk bertahan hewan atau manusia," kata João dos Santos, direktur Pusat Kesehatan Mental Anak di Lisbon, kepada surat kabar O Jornal pada bulan Februari 1980.

7 dari 8 halaman

Disebut Berperilaku Seperti Ayam

Surat kabar Expresso melaporkan bahwa meskipun 'sangat sedih' dan takut, Isabel bahkan tidak dapat menangis. Padahal menangis adalah bentuk komunikasi pertama manusia dan dia hampir tidak pernah berhubungan dengan manusia selama masa kecilnya.

Bahkan lebih mengejutkan lagi adalah laporan tentang cara Isabel menirukan perilaku ayam. Dia berjalan dengan melompat-lompat kecil dan terus menggerakkan lengannya, seolah-olah itu adalah sayap.

Isabel juga tidak bisa berbicara dan hanya mengeluarkan suara mirip ayam untuk mengekspresikan dirinya. Karena dia hanya diberi makan makanan ayam, gadis itu menunjukkan masalah pertumbuhan yang parah. Meskipun berusia sepuluh tahun, otaknya terpenjara ke tingkat usia anak dua tahun.

Bahkan satu dasawarsa kemudian, Isabel masih menunjukkan gerakan dan karakteristik perilaku seperti ayam. Dia berjalan dengan langkah kecil dan cepat sambil mengepakkan lengannya. Pada usia 27 tahun, dia bisa berjalan sendiri di atas permukaan datar dan tingkat agresifnya sudah banyak berkurang.

“ Meskipun tidak berbicara, dia sangat cerdas, mandiri, dan telah beradaptasi dengan baik dengan lingkungannya. Dia tahu bagaimana menunjukkan apa yang diinginkannya dan apa yang tidak diinginkannya, ” kata Cristina Conceição, salah satu psikolog yang menangani Isabel, kepada Expresso pada tahun 2002.

8 dari 8 halaman

Kisah Gadis Ayam Hanyalah Hoax?

 Kisah Gadis Ayam dari Portugal terus menjadi buah bibir selama hampir empat dekade. Tetapi awal tahun ini, penyelidikan oleh surat kabar Expresso mengungkapkan bahwa surat kabar tahun 1980-an mungkin telah melebih-lebihkan laporan mereka.

Memang benar bahwa Isabel pernah tinggal di kandang ayam, tetapi hanya ketika ibunya, yang menderita kerusakan otak karena meningitis, pergi bekerja di ladang. Lagipula, tetangga mengatakan bahwa keluarga Isabel tidak memiliki ayam, karena mereka sangat miskin.

Laporan tentang Isabel yang meniru ayam tampaknya hanya bualan surat kabar untuk menjual lebih banyak eksemplar. Dia memang menderita kekurangan mental yang parah karena kurangnya kontak dan kasih sayang manusia, tetapi kelakuannya tampaknya tidak ada hubungannya dengan meniru ayam.

Sementara itu, meski Isabel tinggal di pusat rehabilitasi Fatima selama 22 tahun, tapi tidak ada kabar perkembangannya. Perawat di institusi sangat protektif terhadapnya.

Mereka melarang siapa pun mengambil fotonya. Mereka bahkan menolak permintaan dari para ilmuwan Portugal dan asing yang ingin mempelajari perilaku gadis yang sekarang berusia 48 tahun itu. Meski dalam usia 48 tahun, Isabel dilaporkan memiliki tingkat kognitif anak usia 4 tahun.

Mengenai sikap yang protektif tersebut, pusat rehabilitasi Fatima mengatakan kepada Expresso jika mereka ingin 'menjaga martabat pasien' dan Isabel saat ini 'dalam kondisi baik-baik saja'.

Terkait
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone
Join Dream.co.id