Misteri Makam Mini di Trotoar Jalan Solo-Sukoharjo Terungkap, Ternyata Kuburan Kucing Bernama Nyai Sembro

Unik | Selasa, 17 Mei 2022 18:48

Reporter : Sugiono

Nyai Sembro berjenis kelamin betina dengan warna bulu candramawa, dan diperkirakan masih hidup tahun 1931.

Dream - Ketika melintas jalan raya yang menghubungkan Sukoharjo-Solo, Jawa Tengah, pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor mungkin pernah melihat satu monumen di sudut Solobaru, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Monumen berukuran kecil itu terletak di atas trotoar, di tepi jalan raya tersebut. Jika diperhatikan dengan saksama, monumen tersebut menyerupai sebuah kijing.

Dalam tradisi Jawa, kijing adalah penutup makam yang biasanya terbuat dari semen dan batu pualam. Monumen itu memang sebuah makam mini lengkap dengan batu nisannya.

Misteri Makam Mini di Trotoar Jalan Solo-Sukoharjo Terungkap, Ternyata Kuburan Kucing Bernama Nyai Sembro
Penampakan Makam Nyai Sembro Di Sukoharjo/ilustrasi Kucing Ras Candramawa.
2 dari 6 halaman

Awalnya banyak yang merasa penasaran dengan keberadaan makam mini yang tidak berapa jauh dari bundaran Tanjunganom, Grogol, tersebut.

Baru-baru ini akun Twitter @mwv_mystic mengungkapkan fakta-fakta menarik tentang makam mini di tengah padatnya jalan raya itu.

Makam mini tersebut bukan kuburan seorang anak orang kaya atau terkenal. Tapi tempat peristirahatan terakhir seekor kucing bernama Nyai Sembro atau Nyai Tembong.

3 dari 6 halaman

Nyai Sembro berjenis kelamin betina dari ras persia dengan warna bulu candramawa atau hitam dengan corak putih. Nyai Sembro bukan kucing sembarangan tapi kesayangan dari Raja Keraton Solo Pakubuwono X selama hayatnya.

Pada nisan berwarna putih yang bertuliskan huruf Jawa berbunyi " Klangenan Dalem Nyai Sembro" , jika diartikan 'Hewan Kesayangan Raja Bernama Nyai Sembro'.

Makam Nyai Sembro itu berukuran kecil dengan warna dominan hitam. Diperkirakan pada tahun 1931, kucing tersebut masih ada atau masih hidup. Sementara raja Keraton Solo wafat pada 1939.

4 dari 6 halaman

Disebutkan dalam cuitan tersebut, lokasi jalan tempat kijing itu berada dulunya memang menjadi kompleks makam hewan peliharaan Raja Pakubuwono, sebelum akhirnya dibangun jalan raya pada era 1980an.

Dari sekian banyak makam hewan, makam milik Nyai Sembro inilah yg dipasang nisan dan diberi kijing, sehingga masih ada hingga kini.

Dulu, saat masih persawahan dan belum dibangun jalan seperti sekarang, makam Nyai Sembro sering dikunjungi para petani sekitar Solo dan Sukoharjo.

5 dari 6 halaman

Mereka berziarah ke makam Nyai Sembro dengan harapan ketika waktunya panen, sawah mereka tidak diserang hama tikus.

Namun karena setelah terjadi pembangunan jalan dan gedung-gedung, aktivitas tersebut sudah tidak dilakukan.

Tetapi, warga sekitar Tanjunganom mengaku makam kucing kesayangan Raja Pakubuwono X itu masih saja diziarahi orang dari luar kota.

" Ya masih ada yang nyekar. Biasanya orang Jatim. Tapi saya biarkan saja, soalnya tidak mengganggu," ujar Yudi, warga Tanjunganom RT 004/ RW 005, Grogol.

Berbagai sumber

6 dari 6 halaman

 

Join Dream.co.id