Membangkitkan Kembali Mumi 3.500 Tahun Lalu

Unik | Minggu, 2 Juli 2017 18:02
Membangkitkan Kembali Mumi 3.500 Tahun Lalu

Reporter : Idho Rahaldi

Terdiri dari kepala dan canopic yang masih terawat dengan baik yang berisi organ dalam...

Dream - Sekelompok peneliti internasional telah berhasil merekonstruksi wajah dan otak mumi Mesir berusia 3.500 tahun.

Dari proses rekonstruksi itu, para peneliti berhasil mengungkapkan teknik pembalsaman dan pembungkusan mumi yang unik dan maju.

 Mumi© dream.co.id

Terdiri dari kepala dan canopic yang masih terawat dengan baik yang berisi organ dalam, mumi tersebut milik Nebiri, seorang pejabat tinggi Mesir yang hidup di bawah pemerintahan Dinasti Thutmoses III ke-18 (1479-1425 SM).

 Mumi© dream.co.id

Mumi Nebiri menjadi terkenal dua tahun yang lalu ketika didiagnosis menderita gagal jantung kronis tertua di dunia.

" Dia berusia antara 45 dan 60 tahun saat meninggal," kata Raffaella Bianucci, seorang ahli bioanthropologi di Legal Medicine Section di Universitas Turin, kepada Live Science.

" Makamnya di Valley of the Queens dijarah di zaman kuno dan tubuhnya sengaja dihancurkan."

Pada tahun 1904, ahli Mesir Kuno Ernesto Schiaparelli menemukan sisa-sisa dari mumi tersebut, yang sekarang disimpan di Museum Mesir di Turin.

Sekarang, Nebiri telah dihidupkan kembali melalui forensik modern. Dengan menggunakan teknik tomografi dan rekonstruksi wajah, para peneliti menghasilkan perkiraan wajah mumi Nebiri yang mengesankan. (ism) 

2 dari 2 halaman

Nebiri Ternyata Seorang...

Dream - Nebiri ternyata seorang pria dengan hidung menonjol, rahang lebar, alis lurus, dan bibir yang cukup tebal.

" Rekonstruksi tersebut bagus, tapi ini bukan sekadar karya seni di mata saya," kata Philippe Charlier, ahli patologi forensik dan antropolog fisik di University of Paris 5, kepada Live Science.

" Ini adalah pekerjaan forensik yang serius berdasarkan teknik rekonstruksi wajah dan jaringan lunak yang paling baru dengan tengkorak yang super presisi. Di balik keindahan, ada kenyataan yang bersifat anatomis," tambahnya.

 Mumi© dream.co.id

Data kimia awal yang dipresentasikan pada Kongres Mumi Dunia yang diadakan di Rio de Janeiro, Brasil, pada tahun 2013 menunjukkan bahwa perban linen mumi Nebiri dilumuri dengan campuran kompleks lemak hewan atau minyak tumbuhan, balsam atau tanaman aromatik, resin konifera, dan resin Pistacia yang dipanaskan.

CT scan baru-baru ini menunjukkan bahwa perban terebut disisipkan dengan hati-hati hampir di setiap bagian, baik di kepala, hidung, telinga, mata, dan mulut.

" Kepala mumi Nebiri adalah hasil dari 'pembungkusan yang sempurna'," kata Bianucci, Charlier dan rekannya menjelaskan dalam sebuah makalah yang diterbitkan di jurnal Forensic Science, Medicine and Pathology.

 Mumi© dream.co.id

Perban tambahan dimasukkan ke dalam mulut untuk mengisi pipi mumi Nebiri.

" Pembungkusan yang teliti menciptakan penghalang untuk melindungi tubuh dari serangga. Pada saat yang sama, perban tersebut memiliki tujuan kosmetik, yang memungkinkan fitur wajah dan leher tetap dipertahankan seperti aslinya," kata Bianucci.

Yang unik, CT scan menunjukkan ada lubang kecil dalam struktur tulang seperti sarang lebah yang dikenal sebagai pelat cribriform. Pelat ini memisahkan rongga hidung dari otak. Namun, otak tidak dikeluarkan.

" Dengan perawatan kepala yang teliti, dapat diperkirakan bahwa melubangi pelat cribriform tidak dilakukan untuk mengeluarkan otak, tapi untuk memasukkan kain perban," tulis para peneliti.

Menurut catatat peneliti, pembalsaman yang rumit pada kepala hanya ditemukan pada pasangan bukan bangsawang yaitu Yuya dan Thuya.

Namun analisis DNA yang dilakukan pada tahun 2010 mengidentifikasi pasangan tersebut sebagai kakek buyut Tutankhamun.

" Kami dapat menambahkan Nebiri adalah elit tinggi," kata Robert Loynes, penulis pertama penelitian tersebut di KNH Center for Biomedical Egyptology di University of Manchester di Inggris, kepada Live Science.

" Ini adalah temuan unik yang mendahului perkembangan yang terlihat pada para raja, ratu dan kerabat dinasti abad ke-18 sampai ke-20," kata Loynes. (eko)

Sumber: livescience.com

Join Dream.co.id