Masya Allah... Nenek 72 Tahun Ini Melahirkan Bayi Lelaki

Unik | Rabu, 11 Mei 2016 13:43
Masya Allah... Nenek 72 Tahun Ini Melahirkan Bayi Lelaki

Reporter : Eko Huda S

Semula mereka berputus asa karena tak kunjung mendapatkan anak. Tetapi setelah....

Dream - Jika Tuhan berkehendak, semuanya bisa terjadi. Itu pula yang dialami oleh Daljinder Kaur, perempuan berusia 72 tahun asal Amitsar, India. Meski sudah renta, dia akhirnya diberi anugerah, melahirkan seorang bayi laki-laki pada 19 April 2016.

Daljinder sudah menikah dengan suaminya, Singh Gill (79), selama 47 tahun. Sebelumnya mereka sempat berputus asa karena tak juga diberi keturunan. Akhirnya mereka melakukan terapi kesuburan di Haryana.

" Aku merasa sedih karena aku tak bisa menghasilkan keturunan," kata Gill, dikutip Dream dari Metro.co.uk, Rabu 11 Mei 2016.

Kesedihan mereka semakin mendalam, karena warga di sekelilingnya menganggap kemandulan merupakan kutukan dari Tuhan.

Karena keinginan kuat memiliki keturunan, mereka melakukan segala cara. Termasuk rela jauh-jauh datang dari Amitsar, Punjab, ke National Fertility and Test Tube Baby Centre in Hisar, Haryana, sejak 2013.

Di klinik kesuburan itu, mereka menjalani perawatan pembenihan in vitro (IVF). Dan ternyata, segala upaya yang mereka lakukan tidak sia-sia. Bayi lelaki yang sehat telah mereka dapatkan.

Daljinder sangat bahagia dengan kelahiran bayi lelaki yang diberi nama Arman Singh itu. " Tuhan mendengar permintaan kami. Ini sangat penting bagi kami. Aku bisa hidup bahagia sekarang. Hidupku sudah lengkap."

Anurag Bishnoi, orang yang menjalankan klinik kesuburan itu, mengatakan, " Pertama aku mencoba menghindari masalah karena dia sangat lemah. Tapi kemudian rekam medisnya normal dan dia siap menerima perawatan."

Keberhasilan ini bukan yang pertama bagi klinik ini. Pada 2006 silam, juga ada perempuan berusia 70 tahun yang berhasil memiliki keturunan dengan perawatan yang sama.

2 dari 3 halaman

Perempuan India Ini `Mengandung` Selama 36 Tahun

Dream - Sebuah kasus medis unik dialami oleh perempuan tua dari wilayah barat India. Perempuan berusia enam puluh tahun itu mengeluh sakit pada bagian perut dan datang ke rumah sakit untuk berobat.

" Dia datang kepada kami mengeluh sakit pada bagian perut," kata Murtaza Akhtar, kepala dokter bedah pada NKP Salve Institute of Medical Sciences, Kota Nagpur, dikutip Dream dari laman Emirates 24l7, Rabu 27 Agustus 2014.

Perempuan yang berasal dari wilayah pedesaan miskin itu mengaku rasa sakit pada perut itu sesekali reda. Namun pada saat-saat tertentu, rasa sakit itu kembali muncul. Sehingga, dia kemudian memutuskan untuk berobat ke rumah sakit.

Pada bagian perut perempuan itu memang terlihat sebuah benjolan. Pertama kali melihat, para dokter mengiranya itu sebagai benjolan karena kanker. Dilakukanlah scan untuk memastikan penyakit perempuan itu.

Dan hadil pemindaian itu membuat para dokter terkejut bukan kepalang. " Saat kami melihat scan, reaksi pertama kami adalah 'apa yang sedang kita tangani?' Itu adalah kerangka yang benar-benar sudah terbentuk dibungkus dalam kantung," ujar Akhtar.

Usut punya usut, sang perempuan itu dulunya pernah hamil dan mengalami keguguran sebab hamil di luar rahim. Kala itu usianya masih 24 tahun. Meski keguguran, perempuan itu, dan juga keluarganya, enggan ke rumah sakit untuk membersihkan sisa-sisa janin.

Perempuan itu hanya mendatangi sebuah klinik di desanya untuk mendapatkan obat pereda rasa sakit. Ya itu tadi, rasa sakit di perut itu sesekali hilang, namun ada kalanya muncul kembali. Sementara, perut bagian kanan bawah perempuan itu menjadi benjol karena menjadi tempat sisa-sisa janin.

" Seorang perempuan berusia 60 tahun dengan terdapat janin di perutnya selama 36 tahun adalah keajaiban medis. Ini merupakan sesuatu yang belum pernah kami dengar," ujar Akhtar.

Akhirnya, para dokter India itu mencari literatur-literatur untuk penanganan kasus serupa. Beruntung para dokter itu memperoleh literatur tentang kasus serupa yang terjadi pada perempuan Belgia. Pada literatur itu disebutkan perempuan Belgia itu mengandung sisa-sisa janin selama 18 tahun.

Apa yang dialami perempuan Belgia itu menjadi kehamilan di luar rahim terlama yang bisa ditemukan dokter India itu dalam literatur. Sehingga, dokter India yakin perempuan berusia 60 tahun yang tengah ditangani itu menjadi kasus kehamilan di luar kandungan terlama, yaitu 36 tahun.

Akhirnya, setelah membaca literatur itu, sebuah tim dokter di Nagpur melakukan operasi untuk mengangkat tulang-tulang sisa janin yang berkumpul di sela-sela rahim, usus, dan kandung kemih itu.

" Dia terkejut ketika pertama kali tahu apa yang terjadi. Tapi sekarang dia baik-baik saja dan tengah memulihkan diri," tutur Akhtar.

3 dari 3 halaman

Aneh, Bayi Berusia Dua Bulan Ini `Mengandung` Janin

Dream - Tim dokter di Rumah Sakit Pusat Hue, Vietnam, dikagetkan mendapati bayi berusia dua bulan yang mengandung janin. Dokter harus melakukan operasi pembedahan untuk mengeluarkan janin dari sang bayi.

Dikutip Dream dari laman Thanh Nien News, Sabtu 18 Oktober 2014, operasi selama dua jam sukses dilakukan pada 12 September silam. Kondisi bayi yang ‘mengandung’ janin itu dilaporkan stabil setelah operasi itu.

Bayi laki-laki dari Provinsi Quang Ngai –yang berjarak 230 kilometer dari Kota Hue– dibawa ke rumah sakit oleh orangtuanya karena perutnya membengkak. Semula, dokter mendiagnosa bayi itu memiliki tumor raksasa di perutnya.

Para dokter pun melakukan pembedahan untuk mengeluarkan benjolan di dalam perut bayi tersebut. Namun setelah operasi dilakukan, para dokter terkejut. Sebab perut sang bayi itu bengkak bukan karena tumor sebagaimana mereka duga. Melainkan berisi janin.

Janin yang berhasil diangkat dari perut bayi tersebut berbobot 1 kilogram. Sudah memiliki organ, seperti kaki, lengan, tulang belakang, bagian dari hati, dan usus.

Kasus ini disebut fetus in fetu. Janin yang dikandung bayi itu merupakan kembarannya. Kasus seperti ini sangat langka. Menurut laporan jurnal Amerika Serikat, Pediatrics, yang diterbitkan Juni tahun 2000, kasus ini hanya terjadi satu dari 500 ribu kelahiran.

Menurut studi dari Universitas Assiut Mesir yang dilakukan pada 2008, semua kasus fetus in fetu ini memiliki cacat yang kritis, seperti tidak ada otak fungsional, jantung, paru-paru, saluran pencernaan, atau saluran kemih.

Studi tersebut juga mencatat, janin yang berada di dalam tubuh kembarannya sangat kecil kemungkinannya untuk bisa hidup jika dikeluarkan dari kembarannya. Jika tidak dikeluarkan, maka bisa mengancam kehidupan kembaran itu.

Join Dream.co.id