Kisah Pilu Suami Istri Tinggal di Kolong Jembatan, Berdinding Kain Alas Tikar

Unik | Kamis, 8 Juli 2021 17:35

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Meski menghaami kesulitan ekonomi,pasangan satu ini tetap tegar dan berusaha menjalani hidup agar bisa bertahan.

Dream - Kesulitan ekonomi membuat pasangan ini harus rela tinggal di bawah kolong jembatan. Meski begitu, mereka tetap tegar dan berusaha bertahan hidup di tengah kerasnya kota.

Akun Facebook oleh Info Roadblock JPJ/Polis V2 mengunggah video kisah pasangan suami istri yang tinggal di kolong jembatan di daerah Johor, Malayasia, itu. Rumah mereka hanya berdinding kain dan beralas tikar.

Menurut laman World of Buzz, pasangan suami istri yang tidak diketahui namanya itu mendapat kunjungan dari Departemen Kesejahteraan Sosial Malaysia (JKM).

Baca juga: Pulang dari Rantau, Pria Ini Lari & Menangis Histeris Lihat Jenazah Orangtuanya
Kisah Pilu Suami Istri Tinggal di Kolong Jembatan, Berdinding Kain Alas Tikar
Pasangan Suami Istri (Foto: Facebook Info Roadblock JPJ/Polis V2)
2 dari 5 halaman

Pemberian Bantuan

Petugas JKM menunjukkan keadaan tempat tinggal pasangan suami istri yang tinggal di kolong jembatan Segamat itu dengan dinding dari kain dan alas tikar.

Baca juga: Kisah Haru Orang Baik Tolong Bocah yang Tidur di Jalan karena Diusir Ibunya

Saat memasuki kediaman mereka, orang dewasa pun tidak bisa berdiri tegap. Keprihatian aparat pun muncul, mereka memberi santunana dan menyewakan rumah untuk pasangan suami istri tersebut.

“ Kami sepakat untuk menyewa kamar yang terletak di lantai atas sebuah bangunan ruko di Bandar Segamat, dengan persetujuan pemilik bangunan.” kata petugas JKM Kecamatan Segamat, Mohamad Kamil Helmi.

Baca juga: Pilu, Anak-Anak Lain Beri Bunga ke Ibu, Anak Satu Ini Hanya Bisa Diam & Nangis

3 dari 5 halaman

Pekerjaan Sehari-hari

 pasangan suami istri
© Facebook

Baca juga: Kisah Pilu Bocah 5 Tahun Peluk dan Cium Makam Ibunya, Tak Mau Diajak Pulang

Pasangan suami istri, masing-masing berusia 35 tahun dan 30 tahun, juga akan diberikan bantuan senilai Rp1 juta sebulan, selama setahun.

Baca juga: Puluhan Tahun Gendong Istri ke Ladang, 'Dia Mata dan Aku Kakinya'

Selain itu keduanya bekerja sebagai pedagang asongan yang diharapkan tetap bertahan di masa pandemi.

4 dari 5 halaman

Suami Tinggal di Kolong Jembatan Demi Berlian Buat Istri

Dream - Seorang pria di Chongqing, Tiongkok, menorehkan sebuah kisah romantis. Diketahui bernama Xiong, pria ini rela tinggal di bawah jembatan agar bisa menabung demi membeli kalung emas dan cincin berlian untuk istrinya.

Awalnya, Xiong sempat tinggal di perumahan yang dibiayai pemerintah setempat. Tetapi, dia memutuskan untuk pindah agar menghemat uang karena tidak mengeluarkan biaya tinggal.

" Tinggal di sini, saya bisa menabung sekitar lima yuan (setara Rp 11.000) setiap hari dan saya ingin membeli kalung emas juga cincin berlian di toko perhiasan di pusat perbelanjaan, seperti kebanyakan orang kota," ujar Xiang, dikutip Dream dari shanghaiist.com, Senin, 31 Agustus 2015.

Setiap hari, Xiong menjalani profesi sebagai pengepul barang bekas. Dia menyortir semua barang bekas yang telah dikumpulkan, menyimpan di dekat tendanya, kemudian menjualnya.

Sementara istrinya tinggal di desa dan beternak kecil-kecilan. Alhasil, Xiong terpisah cukup jauh dengan istri tercintanya.

" Istri saya usianya lebih dari 60 tahun. Saya mengumpulkan barang bekas untuk uang tambahan sementara istri saya beternak di kota kelahiran kami. Saya ingin membahagiakan dia dengan mengirim hadiah untuk menunjukkan kepada dia saya telah menikah dengan orang yang tidak salah," ungkap Xiong.

5 dari 5 halaman

Pasutri Miskin di Tegal Makan Kadal Demi Bertahan Hidup

Dream - Miris, apa yang dialami pasangan suami istri ini dijamin akan membuat iba. Pasangan suami istri (pasutri) Tarsono (38 tahun) dan Triyani (19 tahun) sudah dua bulan lebih tinggal di kolong jembatan Kali Cenang, Jalur Pantura.

Lantaran kolong jembatan itu terendam air pasang Laut Jawa, keduanya pun menumpang di gubuk milik seorang warga di perbatasan Desa Purwahamba dan Desa Suradadi, yang masih berada di bawah Jembatan Kali Cenang.

Dulunya, Tarsono dan Triyani memiliki rumah di Kota Tegal, Jawa Tengah. Namun nasib nahas menimpa pasutri ini. Pada tahun 2000, rumah yang ditempatinya bersama keluarga besar mereka terbakar habis.

Pasca kebakaran itulah, kehidupan mereka menjadi serba susah. Tarsono tak mempunyai tempat tinggal dan sering sakit-sakitan. Ia bahkan terkena penyakit herpes. Sekujur tubuhnya kerap gatal-gatal dan memerah. Sebagian kulit luarnya mengelupas.

Karena penyakitnya itu, Tarsono tak bisa bekerja. Sehingga, ia dan sang istri hanya mengandalkan makanan yang ada di sekitar gubuk. Diakui Tarsono, tak jarang jika rasa laparnya tak bisa ditahan lagi, dia dan Triyani makan kadal dan meminum perasan tebu milik petani yang sudah mulai panen.

Disinggung mengenai masa depan dia dan istrinya, dengan mata berkaca-kaca, Tarsono menjawab terbata-bata.

" Sekarang kondisi kesehatan saya terus memburuk karena tidak mampu untuk berobat, bahkan istri saya juga mulai ketularan herpes karena di sini tidak ada air untuk mandi," katanya sembari menghela napas panjang, dikutip dari Radartegal.com.

Beberapa kali dia sudah mencoba untuk meminta bantuan berobat, tetapi terkendala oleh masalah administrasi Kartu Tanda Penduduk (KTP). Alhasil Tarsono hanya bisa pasrah.

" Jangankan untuk berobat, untuk makan saja kami terkadang harus puasa karena memang tidak ada yang bisa dimakan," ujarnya sembari menyeka air mata. (Ism) 

Kisah selengkapnya baca di sini.  

Join Dream.co.id