Dokter Tewas Kena Serangan Jantung Usai Salah Prosedur Saat Menyunat Bocah

Unik | Kamis, 31 Oktober 2019 09:40
Dokter Tewas Kena Serangan Jantung Usai Salah Prosedur Saat Menyunat Bocah

Reporter : Maulana Kautsar

Seluruh bagian vital bocah tersebut terangkat.

Dream - Pada umumnya, khitan hanya menghilangkan atau memotong kulit depan kelamin pria. Kulit penutup itu dibuang agar kelamin menjadi bersih.

Namun yang terjadi di Brazil ini tidak demikian. Menurut laman World of Buzz, seorang bocah berusia tiga tahun mengalami kejadian mengerikan karena sang dokter diduga salah prosedur.

Bocah tiga tahun, anak Alberthy Camargos, itu semula diperiksakan ke dokter. Dalam pemeriksaan itu, sang dokter menyatakan balita itu mengalami phimosis.

Kondisi itu menyebabkan kulit penutup kelamin bocah itu sangat kencang dan tidak bisa ditarik ke atas. Kondisi itu juga menyebabkan sang bocah bakal tidak nyaman saat dewasa kelak.

Jalan satu-satunya untuk mengatasi kondisi itu adalah dengan menyunatnya. Camargos setuju dengan opsi yang ditawarkan sang dokter. Bocah itu kemudian disunat.

Namun, sepertinya ada yang tak beres saat operasi berlangsung. Prosedur yang seharusnya sudah selesai dalam waktu 30 menit, menjadi operasi empat jam.

Tapi Camargos tetap percaya dengan kemampuan dokter bernama Pedro Abrantes tersebut. Setelah empat jam, operasi selesai. Sang dokter pun muncul bersama putranya. Sang dokter mengatakan putra Camargos baik-baik saja.

2 dari 7 halaman

Tak Bisa Diselamatkan

 Bocah tiga tahun yang mengalami kegagalan khitan© World of Buzz

Curiga dengan kondisi yang terjadi, Camargos membuka perban putranya. Di titik inilah dia menyadari alat vital putranya mengalami kondisi mengerikan.

Abrantes diduga telah memotong seluruh alat vital bocah tersebut.

Sembari terkejut, Camargos menandatangani surat untuk mengeluarkan putranya dari rumah sakit. Dia memindahkan putranya ke rumah sakit lain.

Dokter yang berbeda menyebut, operasi plastik alat vital putra Camargos tak bisa diselamatkan. Sebagai gantinya, operasi plastik dilakukan untuk melindungi apa yang tersisa dari uretra anak itu. Sehingga, dia tidak perlu kateter untuk buang air kecil.

Upaya operasi ulang pun dilakukan dokter berbeda kepada putra Camargos. Beruntung operasi yang berupaya membuat 'penis realistis' untuk bocah itu diklaim sukses.

Bocah itu disebut kembali punya penis yang terbuat dari lengan atau paha. Jaringan ereksi bocah itu pun tetap dipertahankan sehingga kelak bocah itu bisa hidup dengan fungsi seksual yang normal, bahkan menjadi ayah.

Lantas bagaimana nasib Abrantes yang gagal melakukan operasi sunat? Dia ditemukan meninggal tidak lama setelah insiden itu karena serangan jantung.

Selama kariernya di dunia kesehatan, Abrantes sebenarnya punya catatan cemerlang sebagai seorang dokter.

3 dari 7 halaman

Geger Ibu di Banyuwangi Mengaku Putra Kecilnya Dikhitan Jin

Dream - Rehan Anta Maulana, 3 tahun, mengaku mengalami peristiwa aneh dalam hidupnya. Bocah yang tinggal di Lingkungan Krajan, Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi, mengaku telah menjalani khitan alias disunat saat terbangun dari tidurnya.

Uniknya, Rehan merasa tak pernah diberitahu sebelumnya akan melakukan khitan. Begitu pula dengan keluarga yang memang tak memiliki rencana membawa anaknya khitan.

Pihak keluarga meyakini Rehan telah disunat jin.

Putra satu-satunya Riski Amalia dan almarhum Doni Indra Irawan itu awalnya hanya bermain di bawah pohon mangga, Senin, 15 Juli 2019, pukul 11.30 WIB. Lokasi pohon tersebut tak jauh dari rumahnya.

" Waktu itu Rehan saya ajak tidur, tapi dia enggak mau. Dia malah keluar rumah dan bermain sama tiga orang temannya," kata Riski Amalia, kepada Liputan6.com, Jumat, 19 Juli 2019.

Dari dalam rumah, Riski sempat mendengar gurauan Galang, kawan anaknya, dan Rehan. Galang sempat bertanya ke Rehan mengenai keberanian disunat.

4 dari 7 halaman

Tak Syukuran

Setelah Galang pulang, Rehan mengeluh sakit di alat vitalnya. " Pas ibu saya buka celana, alat kelamin anak saya sudah dalam kondisi seperti sudah dikhitan. Kami sudah bertanya pada ustaz, katanya tidak apa-apa," ucap dia.

Hamidah, nenek Rehan, percaya sang cucu telah dikhitan jin. Sebab, bekas potongan pada alat kelamin sang cucu sangat rapi.

" Enggak ada bercak darah sedikit pun. Rehan saat itu sama sekali tidak menangis. Dia hanya merintih merasakan sakit," ujar Hamidah.

Meski Rehan sudah terkhitan, keluarga tak melakukan tasyakuran. Warga setempat meyakini, orang yang dikhitan jin tidak boleh dilakukan tasyakuran karena jika dilakukan akan kembali seperti semula.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

5 dari 7 halaman

Kisah Anjing Tuntun Tunanetra ke Masjid

Dream - Peristiwa perempuan yang membawa anjing ke area Masjid Al Munawaroh, Sentul, Bogor, Jawa Barat memicu polemik. Kasus yang kini ditangani Polres Bogor itu dianggap mencederai perasaan umat Islam.

Polemik anjing dan masjid pernah juga menjadi pembahasan saat seorang pemuda Muslim asal Leicester, Inggris, membawa anjing ke masjid pada 2008. Tapi, berbeda dengan kasus SM, anjing tersebut menuntun Mohammed Abraar Khatri, yang tunanetra, menuju masjid.

Dikutip dari laman BBC, Kamis 4 Juli 2019, Dewan Syariah Inggris bahkan sempat mengeluarkan fatwa mengenai terkait peristiwa itu. Fatwa tersebut memperbolehkan Mohammed membawa anjing. Tapi, anjing itu tidak diizinkan untuk dibawa masuk ke area sholat.

Fatwa tersebut didukung organisasi Guide Dogs for the Blind. Organisasi itu menyebut fatwa tersebut sebagai " langkah maju yang besar bagi Muslim tunanetra dan penglihatan bermasalah."

" Diharapkan juga bahwa para pemimpin masjid baik di Inggris maupun internasional sekarang akan membuat penyesuaian serupa untuk memungkinkan pemilik anjing pemandu Muslim memasuki masjid mereka."

6 dari 7 halaman

Kandang Anjing

Mohammed tiap saat dituntun oleh anjing peliharaan bernama Vargo. Anjing berjenis golden retriever itu hanya duduk dan menuntun Mohammed hingga masjid.

Dewan Kemakmuran Masjid Bilal kemudian mendirikan kandang di pintu masuk agar Vargo dapat tak berkeliaran, sementara pemiliknya sedang sholat.

Direktur Dewan Imam dan Masjid Inggris, Mohammad Shahid Raza, berharap, inovasi ini dapat diikuti banyak masjid.

" Fasilitas seperti itu menunjukkan sikap Islam dalam membantu orang-orang berkebutuhan khusus dan meningkatkan layanan yang kami berikan kepada komunitas Muslim," kata Shahid.

7 dari 7 halaman

Membantu Pergerakan Tunanetra

Ayah Mohammed, Gafar Khatri, mengatakan, anjing itu membuat sang anak lebih mandiri. Anjing itu dapat menuntun Mohammed ke mana saja.

" Jelas ini adalah hari-hari awal tetapi kepercayaan dirinya tumbuh setiap hari," ujar dia.

Pembahasan mengenai penggunaan anjing penuntun juga muncul di Malaysia. Dilaporkan Asia One, Mufti Perlis, Juanda Jaya, penggunaan jasa anjing pemandu diperbolehkan dalam Islam.

" Menurut saya, tidak ada masalah untuk menggunakan anjing guna keperluan berburu, menjaga dan penuntun," kata Juanda, dilaporkan AsiaOne.

Terkait
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya
Join Dream.co.id