Susah Belajar Online, Anak Dianiaya Ibu Hingga Tewas

Unik | Selasa, 15 September 2020 18:15

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

KS dianiaya ibu kandungnya sendiri hingga meninggal dunia lantaran kesal sang anak sulit menerima pembelajaran saat belajar daring (online).

Dream - Warga Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten, digegerkan dengan penemuan jenazah anak kecil berinisial KS, 8 tahun. Ia dikubur di Tempat Pemakaman Umum atau TPU Gunung Keneng dengan pakaian lengkap.

Menurut informasi yang dikutip dari Liputan6.com, ternyata KS merupakan korban kekerasan oleh ibunya, LH. Ia dianiya oleh sang ibu hingga meninggal dunia.

Diketahui pelaku melakukan penganiayaan lantaran kesal sang anak sulit menerima pembelajaran saat belajar daring (online).

" Pelaku ini memukul lebih dari lima kali, tanggal 26 Agustus pagi, sekitar pukul 09.00 wib. Dari pengakuan pelaku (korban) lagi daring dengan sekolah," kata Kasatreskrim Polres Lebak, AKP David Adhi Kusuma, kepada awak media di kantornya, Selasa 15 September 2020.

Susah Belajar Online, Anak Dianiaya Ibu Hingga Tewas
Ilustrasi Garis Polisi (Foto: Liputan6.com)
2 dari 4 halaman

Lantaran putrinya sulit menerima pembelajaran daring, ibunya merasa kesal kemudian menganiaya anaknya.

Awalnya hanya mencubit, kemudian memukul tubuhnya menggunakan tangan, gagang sapu, hingga mendorongnya dan kepala sang anak terbentur lantai.

Sang ayah, IS, 27 tahun, yang datang ke kontrakkannya di daerah Kreo, Tangerang, Banten, mengaku kaget melihat kondisi putrinya dalam keadaan lemas. Kemudian LH dan IS berniat membawa KS ke rumah sakit menggunakan sepeda motor.

Nahas, saat diperjalanan KS menghembuskan napas terakhirnya. Akibat panik, LH dan IS membawa jenazah putrinya ke daerah Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten untuk dimakamkan dengan meminjam cangkul warga sekitar.

" Kemudian berupaya menghilangkan jejak dengan menguburkan korban. Dimana, di TPU di Cijaku itu ada neneknya, alamatnya dari paman si ibu-nya ini. Setelah menguburkan jenazah di wilayah Banten, mereka pulang dan pindah kontrakan," katanya.

 

 

 

3 dari 4 halaman

Ditemukan Warga

Jenazah korban ditemukan warga sekitar pada Sabtu, 12 September 2020 yang curiga ada gundukan kuburan masih baru. Kemudian masyarakat bersama pihak kepolisian sekitar berinisiatif membongkar dan ditemukan jenazah KS.

Tak perlu waktu lama, para pelaku berhasil ditangkap Minggu dini hari, 13 September 2020 di rumah kontrakan barunya di daerah Jakarta. Sementara anak pelaku, yang merupakan saudara kembar dari KS, dititipkan ke rumah saudaranya untuk diasuh dan dirawat.

Berdasarkan otopsi luar kepada korban, terdapat luka lebam pada kepala kanan dan tulang tengkorak yang diduga terkena hantaman benda tumpul.

4 dari 4 halaman

Kedua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan di jerat Pasal 80 Ayat 3, Undang-undang (UU) No 35 Tahun 2104 Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 338 KUHP.

" Saudara kembarnya ada di sana (saat kakaknya dianiaya ibunya). Yang adik korban ini kami titipkan dengan permintaan orangtua di kakak kandung dari pelaku. Saat (memakamkan kakaknya) ke Cijaku yang kembar dibawa juga, menyaksikan juga dikuburnya," katanya.

Sumber: Liputan6.com

Join Dream.co.id