Hoaks Video Bayi Bicara Telur Rebus Penangkal Corona

Unik | Jumat, 27 Maret 2020 11:41
Hoaks Video Bayi Bicara Telur Rebus Penangkal Corona

Reporter : Ahmad Baiquni

Video tersebut tampak seperti rekayasa.

Dream - Media sosial dihebohkan dengan viralnya video bayi bisa bicara. Di video itu, si bayi ditampakkan seolah-olah menyebut telur rebus bisa menangkal virus corona.

Dikutip dari Liputan6.com, salah satu akun yang mengunggah video itu adalah akun Facebook Muhammad Nasrun Ridin. Video tampak seperti hasil manipulasi.

" Mama telur mama telur, jangan lupa jam 12 setengah malam, mama telur rebus jangan lupa, mama telur rebus jangan lupa satu orang satu mama," demikian ucapan yang terdengar dari video tersebut.

Akun tersebut juga mencantumkan keterangan dalam unggahan videonya.

" Astaghfirullah ada betulan ple INI YANG LAGI HEBOH DI KALANGAN WARGA INDONESIA MALAYSIA SAMPAI KE CHINA VIRAL. BAYI YANG BARU LAHIR BISA BICARASURUH REBUS TELOR DAN DIMAKAN BUAT PENANGKAL VIRUS CORONA#boleh_percaya_boleh_tidak," tulis admin.

 

2 dari 5 halaman

Hasil Penelusuran

Setelah dilakukan penelusuran menggunakan mesin pencari Google, ditemukan artikel berita berjudul " Jubir Covid-19 Mimika: Telur Bukan Penangkal Virus Corona" . Berita tersebut dimuat di laman media online, suarapapua.com tanggal 26 Maret 2020.

" TIMIKA | Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian, Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Mimika, Papua, Reynold Ubra menegaskan telur rebus bukan penangkal atau obat untuk menyembuhkan Virus Corona.

“ Kalau untuk daya tahan tubuh, iya… Tapi bukan telur saja. Banyak bahan makanan lain yang juga baik untuk imunitas tubuh, contoh sayur, buah-buahan dan nutrisi yang lainnya,” Jelas Reynold saat dihubungi Seputarpapua.com Kamis (26/3)."

Berita serupa juga tayang di laman manado.tribunnews.com di tanggal yang sama. Di media tersebut memuat judul " HOAKS: Bayi Baru Lahir Berbicara, Makan Telur Rebus Sebelum Jam 12 Malam untuk Cegah Virus Corona."

 

3 dari 5 halaman

Polisi: 100 Persen Hoaks

Media tersebut mencantumkan keterangan klaim pembuat video yang menyatakan fakta bayi bisa bicara terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud. Tepatnya di Desa Pantuge, Kecamatan Kabaruan.

Tetapi, Kapolsek Kabaruan, Ajun Komisaris Ferry Pradama, menegaskan video yang beredar tersebut adalah bohong atau hoaks.

" Tidak benar, 100 persen itu hoaks, di desa Pantuge tak ada kejadian yang seperti dirumor tersebut, yang saya ketahui berita tersebut ada juga menyampaikan bahwa dari Singkawang,'' kata Ferry.

Sumber: Liputan6.com/Pebrianto Eko Wicaksono

4 dari 5 halaman

Polisi Tangkap Perekam Video Hoaks Corona di PGC

Dream - Seorang warga yang dievakuasi menggunakan ambulans di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur, terekam video. Dalam video berdurasi 19 detik yang direkam menggunakan ponsel, warga yang dievakuasi diasumsikan sebagai pasien positif Covid-19.

" Ya Allah, ya Allah, PGC kena satu. Tutup sajalah PGC-nya. Itu deket pasti. Itu kan karyawan atas ya," ucap perekam.

Ternyata warga yang diangkut ke ambulans tersebut bukan pasien Covid-19. Warga tersebut jatuh sakit lalu pingsan.

Pengelola PGC meminta pihak rumah sakit untuk mengevakuasi pasien bersangkutan.

Polisi segera mencari perekam video itu, salah satu pegawai toko di PGC berinisial AS, 21 tahun. AS terancam hukuman sepuluh tahun penjara setelah ditduh menyebarkan berita bohong.

" Terduga berinisial AS (21) karyawan toko baju di PGC yang diduga melakukan tindakan penyebaran hoaks pada Sabtu (14 Maret) kemarin," kata Kapolrestro Jakarta Timur, Kombes Pol Arie Ardian, Rabu, 18 Maret 2020.

 

5 dari 5 halaman

Menyimpulkan Sendiri

" Tapi AS ini sengaja merekam dan menyimpulkan yang bersangkutan sakit Covid-19, lalu dikasih ke temannya dan viral dengan kalimat yang meresahkan," kata dia.

Arie telah memastikan bahwa pasien yang sedang diangkut ke dalam mobil ambulan bukan pasien positif Covid-19. " Yang bersangkutan sakit, saat itu pingsan lalu ambulan dipanggil PGC untuk diangkut, bukan sakit Covid-19," ucap dia.

Kesimpulan AS terkait pasien Covid-19 dianggap polisi telah menimbulkan keresahan banyak pihak. " Yang bersangkutan menyebarkan informasi tanpa mengecek lagi kebenarannya seperti apa," kata dia.

Sementara itu AS mengaku kapok dengan ulahnya menyebarkan berita bohong.

" Saya minta maaf pada masyarakat dan keluarga besar PGC. Saya menyesal dan tidak akan ulangi lagi perbuatan saya," kata dia.

Sumber: Merdeka.com/Dedi Rahmadi

Join Dream.co.id