Heboh Detik-Detik Komodo Telan Monyet Secepat Kilat

Unik | Selasa, 30 Juli 2019 08:48
Heboh Detik-Detik Komodo Telan Monyet Secepat Kilat

Reporter : Idho Rahaldi

Monyet malang itu tidak berkutik lagi saat berada di mulut sang reptil ganas tersebut.

Dream - Sebuah video merekam momen tragis saat seekor monyet dilahap hidup-hidup oleh komodo. Video itu viral usai tersebar di forum Reddit dan diberitakan oleh laman Mirror.co.uk.

Dalam video itu terlihat seekor komodo menelan bulat-bulat monyet dari kepala hingga kaki hanya dalam delapan 'tegukan'.

Menurut laman Mirror.co.uk, rekaman itu dimulai setelah setengah tubuh monyet sudah berada di kerongkongan komodo.

2 dari 6 halaman

Kemungkinan Sudah Tak Bernyawa

Kemungkinan, monyet malang tersebut memang sudah tidak bernyawa lagi.

Monyet itu dilemparkan lebih dalam ke tenggorokan komodo sampai kaki binatang primata itu sepenuhnya menghilang dari pandangan.

Ekor monyet adalah yang terakhir ditelan.

Berikut videonya:

3 dari 6 halaman

Ini Videonya

4 dari 6 halaman

Komodo

Seperti diketahui, hewan purba dengan nama latin Varanus komodoensis ini hanya hidup di Indonesia. 
Pulau Rinca dan Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur merupakan habitat asli dari komodo.

Hewan ini sendiri dapat hidup sampai usia 40-50 tahun. Kecepatan lari komodo dapat mencapai 18-20 kilometer per jam.

Kecepatan tersebut mirip dengan rata-rata kecepatan lari manusia.

Kemampuan lari komodo tersebut juga menjadi keunggulan mereka untuk memangsa.

Belum lagi bakteri berbahaya yang dimilikinya. Ada 60 bakteri yang terdapat dari liur komodo dan bakteri ini sangat berbahaya bagi mangsa komodo.

5 dari 6 halaman

Hewan Berdarah Dingin

Komodo merupakan hewan berdarah dingin sehingga butuh panas matahari untuk membantu mencerna makanan.

Maka waktu berkunjung yang tepat melihat komodo adalah saat pagi hari ketika mencari makanan dan berjemur.

Komodo dapat berenang tetapi hanya sampai jarak 200-300 meter. Oleh karena itu komodo tidak dapat berpindah pulau.

6 dari 6 halaman

Jangan Lakukan Hal Ini Saat Traveling ke Pulau Komodo

Dream - Taman Nasional Komodo semakin diminati wisatawan baik domestik maupun asing. Tentu, hal itu berdampak pada meningkatnya perekonomian setempat.

Di sisi lain, peningkatan tersebut juga membawa ancaman. Salah satunya, keberadaan tangan-tangan jahil cukup berbahaya bagi kelangsungan ekosistem di sana.

Seperti yang terjadi Rabu malam, 1 Agustus lalu. Gili Lawa yang masuk dalam komplek Taman Nasional Komodo terbakar gara-gara puntung rokok yang dibuang sembarangan.

 Taman Nasional Komodo

Kobaran api cepat membesar akibat terpaan angin yang cukup kencang. Alhasil, pulau yang biasa dipakai para wisatawan untuk menikmati indahnya matahari terbit dan tenggelam itu menghitam.

PIC Labuan Bajo Pokja Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata, Shana Fatina, mengatakan insiden semacam itu bisa terjadi akibat wisatawan tidak memahami apa saja yang terlarang dilakukan. Banyak wisatawan, terutama domestik, tidak mengerti Taman Nasional Komodo adalah wilayah konservasi.

" Kalau wisatawan asing malah sangat berhati-hati saat ke sana karena mereka tahu bahwa kawasan itu adalah warisan dunia," ujar Shana, dikutip dari Liputan6.com.

 Taman Nasional Komodo

Shana mengatakan menyalakan api merupakan salah satu hal yang dilarang dilakukan di Taman Nasional Komodo. Ini termasuk untuk merokok atau membuat api unggun.

Selain itu, wisatawan juga dilarang menyentuh semua jenis hewan. Ini karena hewan bisa merasa terancam akibat sentuhan manusia.

Tak hanya itu, para penyelam juga diminta untuk tidak menyentuh karang. Terdapat 11 titik penyelaman dengan pemandangan indah di sekitar Taman Nasional Komodo dan hanya mereka yang memegang sertifikat advance yang diizinkan menyelam.

 Taman Nasional Komodo

" Kalau masih baru, lebih baik bilang ke guide-nya. Nanti dia akan mengarahkan ke lokasi yang lebih pas," ucap Shana.

Masih ada larangan lainnya, yaitu membawa air minum dalam kemasan sekali pakai atau makanan dalam wadah styrofoam atau gabus. Wisatawan dianjurkan membawa botol minuman atau wadah makanan ramah lingkungan.

Selain itu, setiap pengunjung diwajibkan membawa kembali sampahnya. Juga, terlarang hukumnya membawa apapun dari Taman Nasional Komodo, meski hewan sudah mati maupun pasir.

Terkait
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik
Join Dream.co.id