Geger Bayi Lahir Tanpa Kepala

Unik | Jumat, 15 April 2016 07:03
Geger Bayi Lahir Tanpa Kepala

Reporter : Eko Huda S

Bayi itu lahir kembar, satu tanpa kepala, lainnya dengan kepala jumbo.

Dream - Kasus kelahiran langka terjadi di Kota Masvingo, Zimbabwe, Rabu malam, 13 April 2016. Seorang perempuan melahirkan dua bayi kembar, salah satu di antaranya tanpa kepala. Jelas saja, tenaga medis yang membantu persalinan ini tercengang.

Dikutip Dream dari laman Zimbabwe Newsday, bayi tanpa kepala itu meninggal saat proses persalinan di Rumah Sakit Umum Masvingo. Sementara, kembarannya memiliki kepala dengan ukuran sangat besar. Lebih besar dari kepala bayi kebanyakan.

Meski terlihat normal, bayi dengan kepala besar itu akhirnya meninggal. Menyusul kembarannya yang lahir tanpa kepala. Para dokter ahli memang di rumah sakit itu memang telah mengatakan kedua bayi itu secara medis tak bisa bertahan.

Manajemen rumah sakit menolak membuka identitas ibu bayi. Namun dipastikan sang ibu yang melahirkan bayi kembar dengan kondisi langka itu dalam keadaan sehat wal afiat.

Sumber dari rumah sakit menyebut, para perawat yang membantu proses persalinan sangat terkejut. Sebelumnya mereka tak pernah menyangka salah satu bayi yang dilahirkan prematur itu tak memiliki kepala. Tak diungkapkan berapa usia kandungan perempuan ini.

Pejabat kesehatan Provinsi Masvingo, Amadeous Shamu, mengonfirmasi kebenaran informasi kelahiran bayi tanpa kepala itu. Dia mengatakan, apa yang terjadi pada bayi kembar itu merupakan kelainan bawaan.

“ Benar ada kasus seperti itu, tapi situasi seperti itu sangat langka secara umum dikenal dengan kelainan bawaan, yang pada dasarnya merupakan kerusakan yang terjadi pada janin selama tahap awal kehamilan,” ujar Shamu.

“ Janin tanpa kepala tidak bisa hidup setelah kelahiran prematur, sementara bayi lainnya lahir dengan kondisi hidup tapi dengan kepala sangat besar, meninggal setelah beberapa menit,” tambah dia.

Shamu menyebut kasus kelahiran janin tanpa kepala ini sangat langka. Menurut dia, kerusakan janin tanpa kepala itu mungkin disebabkan oleh kecacatan tabung saraf pada tahap organogenesis atau proses pembentukan organ tubuh.

“ Tahap organogenesis merupakan tahapan saat organ mulai berkembang dalam kehamilan dan di sana mungkin kelainan tabung saraf menyebabkan kerusakan janin dan hasilnya dilahirkan tanpa kepala,” kata dia.

Sementara, menurut ahli medis setempat, Kudzai Masinire, kelainan seperti ini sangat mungkin terjadi. Kelainan itu, kata dia, kemungkinan disebabkan oleh kelainan kromosom atau kekurangan gizi, yang memengaruhi pembentukan organ janin.

Faktor lingkungan mungkin memiliki peran pada kelainan bawaan ini. Seperti apa yang telah terjadi di tempat-tempat seperti Hiroshima di Jepang.

" Di mana efek dari bahan radioaktif dari bom nuklir telah menyebabkan kelahiran anak-anak dengan kelainan bawaan,” kata Masinire. (ISm) 

2 dari 5 halaman
TOP 3 Gara-Gara BTS, Menara Seoul jadi Ungu
Join Dream.co.id