Kocak! Anak Mama Mau `Ngapel`, Izin Ibu Dulu Buat Pilih Baju

Unik | Selasa, 15 Oktober 2019 10:12
Kocak! Anak Mama Mau `Ngapel`, Izin Ibu Dulu Buat Pilih Baju

Reporter : Maulana Kautsar

Mencari mamanya yang sedang mandi untuk menilai penampilannya.

Dream - Pergi untuk menjalani kencan pertama kerap meninggalkan kesan unik dan mendalam. Semua orang yang menjalani kerap merasa harus tampil sempurna di hadapan pasangannya.

Persiapan meliputi baju yang dikenakan hingga bau harum tubuh. Tak hanya itu, beberapa orang bahkan ingin tampil sempurna hingga gaya bicara dan gerakan tubuh.

Dilaporkan World of Buzz, seorang pemuda bernama Rafiqha mengunggah persiapan adik lelakinya, Amirul Afzan saat hendak menghadapi kencan. Sang adik, yang dia sebut sebagai anak mama, punya konsultan personal untuk kencan pertamanya.

Konsultan itu adalah sang ibu. Amirul sempat berteriak-teriak mencari ibunya.

" Ma! Ma!" teriak Amirul.

" Dia lagi mandi. Ada apa?" kata Rafiqha.

" Aku ingin tanya penampilanku, apakah sudah ok?" tanya Amirul.

 

2 dari 5 halaman

Lelaki Pemalu

Rafiqha mengatakan, gebetan Amirul akan datang menjemput. Oleh sebab itulah dia datang dengan kondisi malu-malu.

Seorang warganet pun merasa terikat peristiwa itu. " Dia bukan satu-satunya. Aku juga demikian. Atau gampangnya, apakah banyak lelaki semacam ini? Aku tak tahu, namun kakak iparku menjadi konsultan personalku," ujar warganet.

Meski begitu, ada pula yang terkesan dengan gaya malu-malu Amirul.

" Karakter yang lucu. Dia pasti malu-malu menghadapi gebetannya," tulis yang lain.

3 dari 5 halaman

Wajah Tampan Tentara Ini Banyak Dipakai Penipu untuk Berkencan

Dream - Punya wajah tampan mungkin dianggap keuntungan bagi sebagian pria. Tetapi, yang terjadi pada pensiunan tentara Amerika Serikat berpangkat Kolonel, Bryan Denny, malah kebalikannya.

Setiap pekan, Denny dihubungi oleh wanita dari berbagai dunia yang mengatakan ingin berkencan. Beberapa wanita bahkan mengaku sudah menguras uang dalam rekeningnya demi menjalin asmara dengan Denny.

Rupanya para wanita yang rela keluar uang demi menjadi kekasih Denny telah menjadi korban penipuan. Foto Denny dicuri untuk dipasang menjadi profil akun Facebook dan dimanfaatkan untuk menipu para wanita lewat modus menawarkan jasa kencan.

Denny, tentara Amerika yang asli ternyata sudah menikah dan memiliki sebuah keluarga di negara bagian Virginia, AS.

Mengetahui wajahnya selama dua tahun terakhir sering dimanfaatkan untuk aksi kejahatan, Denny segera bertindak menghentikannya.

" Selama dua tahun terakhir, saya telah melaporkan lebih dari 3.000 akun ke Facebook scammers menggunakan foto saya untuk mendapat uang dari para wanita," ujar Denny, dikutip dari abc.net.au. 

4 dari 5 halaman

Korban Klepek-klepek, Padahal...

Chyrel Muzic adalah salah satu korban penipuan Denny palsu. Perempuan dari Rockhampton, Queensland, Australia ini tergoda foto Denny yang tampan di akun Facebook.

Selama dua tahun, Muzic selalu berkomunikasi dengan pengelola akun penipuan itu. Perempuan itu bahkan sudah menghabiskan uang mencapai 40 ribu dolar Australia, setara Rp400 juta.

" Saya membuat pinjaman pribadi, dan ketika itu habis saya mulai mendapatkan mereka dari konverter tunai, baru sekitar tiga minggu yang lalu saya tahu siapa dia, orang Nigeria berusia 29 tahun," kata Muzic

Denny yang asli dan Muzic akhirnya terhubung lewat aplikasi percakapan Skype atas inisiatif program siaran televisi Four Corners.

" Sejujurnya aku ingin bertemu langsung dan ingin mengatakan bahwa aku menyesal ini terjadi padamu dan kau dimanfaatkan," kata Denny kepada Muzic.

Menanggapi hal itu, Muzic mengaku masih berjuang untuk memahami jika pria yang selama ini dia cintai adalah palsu.

" Aku benar-benar jatuh cinta padanya. Aku benar-benar terpesona. Aku tidak pernah mencintai orang seperti aku mencintainya. Kupikir semua mimpiku menjadi kenyataan," kata Muzic.

5 dari 5 halaman

Modus Para Pencuri Foto Facebook

Denny sekarang berkomitmen untuk mengekspos identitas para penipu. Sebagai bagian dari grup online Advocate Against Romance Scams, ia telah melobi Facebook bergerak lebih cepat menutup halaman penipu tersebut.

Denny juga mendesak Senat AS untuk memaksa Facebook mengawasi para penipu tersebut. Dia telah melacak keberadaan akun para penipu melalui grup publik di Facebook.

Di grup tersebut, para pelaku saling bertukar keterampilan, identitas palsu, dan bahkan skrip harian untuk menjalankan penipuan mereka. Para penipu juga mengiklankan keterampilan photo-doctoring untuk membuat ID hingga catatan medis.

Dalam kelompok rahasia di layanan pesan instan Facebook, WhatsApp, penipu memperdagangkan rekening bank karena mencuci uang yang dicuri.

Bahkan ketika grup Facebook ditutup para penipu itu membuat yang baru. Dengan cepat mengakumulasi anggota.

" Mereka menawarkan profil Facebook untuk dijual, mereka menawarkan foto-foto prajurit berseragam untuk dijual, mereka menawarkan latar belakang dan jenis bagaimana Anda memulai. Jadi semuanya baik-baik saja di sana. Ini di depan mata, itu tidak disembunyikan," kata Denny.

(Sah, Laporan: Tri Yuniwati Lestari)

Terkait
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara
Join Dream.co.id