Fakta Kristen Gray, WNA di Bali Buronan Imigrasi yang Bikin Geram Netizen

Unik | Selasa, 19 Januari 2021 14:45

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Pihak imigrasi menegaskan bahwa orang yang datang dengan visa kunjungan tidak berhak untuk kerja.

Dream - Sosok Kristen Gray sejak Minggu 17 Januari 2021 menjadi perbincangan panas di media sosial Twitter dan TikTok. Pasalnya, wanitas asal Houston, Texas, Amerika Serikat, itu diduga menyalahgunakan visa travel untuk tinggal dan menetap di Bali.

Kasusnya berawal ketika Kristen Gray membuat utas mengenai kehidupannya dan bagaimana bisa tinggal di Bali. Unggahannya viral dan menyulut kemarahan warganet Indonesi karena mengajak WNA lain melakukan hal yang sama denganya.

Tak hanya itu, perjalanan dan kisah hidupnya di Bali yang menyalahgunakan visa travel ia jadikan sebuah buku.

Kasus ini pun melebar ketika pihak Kristen Gray membela diri dan mengatakan bahwa kemarahan warganet lantaran dirinya seorang wanita ras kulit hitam.

Dilansir berbagai sumber, berikut fakta terkait kasus Kristen Gray.

Fakta Kristen Gray, WNA di Bali Buronan Imigrasi yang Bikin Geram Netizen
Kristen Gray (Foto: Twitter)
2 dari 6 halaman

Hidup Sulit di Amerika

 Ilustrasi© Shutterstock

Dalam utasannya di Twitter, Kristen Gray mengungkapkan bahwa kisah hidup di Bali berawal saat mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan di New York, Amerika Serikat, selama tahun 2019.

Di tahun tersebut, ia mengalami kegagalan dalam membangun bisnis, mengalami banyak penolakan saat melamar kerja, akhirnya ia dan kekasihnya memutuskan untuk membeli tiket sekali jalan untuk memulai kehidupannya di Bali.

3 dari 6 halaman

Pindah ke Bali

Kristen Gray dan kekasihnya kemudian mulai tinggal di Bali di awal tahun 2020. Ia menggunakan visa travel yang harusnya hanya berlaku selama kurang lebih 6 bulan saja, namun dia mengaku sudah tinggal di Bali selama kurang lebih setahun.

Di Bali, ia merasa mendapatkan kehidupan yang lebih baik, dengan pengeluaran yang lebih sedikit ketimbang di Amerika, ia pun mendapatkan gaya hidup yang lebih glamor di Bali.

Kristen bahkan membandingkan harga tempat tinggal yang ia tempati. Untuk sebuah apartemen studio yang terletak di New York, Amerika Serikat, ia harus membayar biaya sewa sebesar $1300 atau senilai Rp 18 Juta perbulan, sedangkan di Bali, ia sudah mendapatkan vila yang mewah dengan harga $400 atau senilai Rp 5,6 Juta perbulan.

4 dari 6 halaman

Ajak WNA Lain Ikuti Jejaknya

Kristen merasa bahwa kehidupannya benar-benar berubah ketika tinggal di Bali. Ia akhirnya dapat meredakan stres akibat tekanan pekerjaan yang ia alami dan bahkan mendapat banyak teman.

Akhirnya, ia pun merasa bahwa tinggal dan menetap di Bali merupakan hal yang tepat. Dengan demikian, Kristen pun membuat e-book yang dijual seharga $30 atau Rp 420 Ribu mengenai kisahnya serta kekasihnya selama tinggal di Bali. Ia pun mengajak banyak WNA lain untuk turut merasakan hal yang sama dengannya.

Kristen kemudian menyulut kemarahan warganet Indonesia karena seolah-olah tengah mempromosikan kehidupan glamor yang murah bagi WNA di Bali padahal warga lokal mengalami kesulitan ekonomi dengan UMP yang rendah. Banyak yang berpendapat bahwa hal ini dapat memicu terjadinya gentrifikasi di Bali.

5 dari 6 halaman

Menyulut Kemarahan

Utas yang dibuat oleh Kristen Gray di Twitter pun akhirnya memicu kemarahan warganet.

Mereka menganggap bahwa Kristen mengeksploitasi Bali dengan menyalahgunakan visa travel dan menghindari pembayaran pajak.

Warganet juga menyoroti aksinya yang mengajak WNA lain agar dapat merasakan hal yang sama dengan dirinya. Ia bahkan mempromosikan cara supaya dapat mengakali izin perjalanan ke Indonesia di tengah pandemi Corona Covid-19.

 

6 dari 6 halaman

Diburu Pihak Imigrasi

Viralnya kasus Kristen Gray ini akhirnya telah sampai ke Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang. Ia mengatakan bahwa pihak imigrasi sedang melacak lokasi Kristen yang berada di Bali bersama kekasihnya.

" Pihak imigrasi di Bali sedang melakukan penelusuran terhadap keberadaan yang bersangkutan dan kami masih menunggu laporannya," ujar Arvin kepada Liputan6.com, Senin malam 18 Januari 2021.

Arvin menegaskan bahwa orang yang datang dengan visa kunjungan tidak berhak untuk kerja.

" Tentu kami harus melihat dulu ijin tinggal apa yang dimiliki yang bersangkutan. Tapi yang jelas jika WNA memiliki ijin tinggal kunjungan maka ia tidak berhak untuk melakukan pekerjaan," jelas Arvin.

Indonesia saat ini melarang datangnya WNA untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang sedang bermutasi. Hanya pejabat tinggi asing yang dikecualikan dari larangan tersebut.

Join Dream.co.id