Jalani Ritual karena Diyakini Kerasukan Genderuwo, Balita di Temanggung Tewas

Unik | Senin, 17 Mei 2021 18:47

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Aisyah dituding nakal karena kerasukan Genderewo.

Dream - Laman media sosial ramai dengan kabar meninggalnya seorang gadis cilik diduga sebagai korban ritual pengusiran makhluk halus. Yang mengejutkan, jasad korban sengaja disimpan di rumah oleh orang tuanya karena gadis malang itu diyakini akan kembali bangun setelah menjalani ritual.

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Papoan, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Korban yang diketahui bernama ALH ditemukan sudah tak bernyawa, bahkan jasadnya hampir menjadi kerangka, saat ditemukan anggota keluarga yang lain.

Informasi dan kronologi kejadian ini viral di media sosial lewat unggahan akun Facebook Eris Riswandi mengutip laporan dari seorang netizen bernama Ryanti Ana. Postingan tersebut selanjutnya menyebar di akun Instagram  lain salah satunya @Ndorobeii, pada Senin 17 Mei 2021.

Akun Facebook Eris menceritakan kronologi kejadian nahas yang menimpa balita tak berdosa tersebut.

Jalani Ritual karena Diyakini Kerasukan Genderuwo, Balita di Temanggung Tewas
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 4 halaman

Berawal dari Kecurigaan Kakek dan Budhe

Awal mula kasus ini terjadi saat budhe korban yang bernama Suratini menayakan keberadaan ALH kepada sang Kakek. Dari jawaban kakek tersebut diketahui jika ALH dikabarkan sakit selama 4 bulan dan tidak pernah datang ke rumahnya.

Keduanya lantas menengok ke rumah orang tua ALH berharap bisa bertemu cucu dan keponakannya itu. Namun mereka terkejut menemukan jasad yang sudah hampir menjadi kerangka dan diyakini sebagai ALH. 

Dari keterangan ibu ALH diperoleh informasi jika balita malang itu dirawat sejak 4 bulan lalu dan menjalani ritual karena dianggap bocah nakal.

3 dari 4 halaman

Kakek dan Bude korban lantas melaporkan penemuan mayat ke Kepala Desan Bajen. Laporan tersebut diteruskan sang Kades kepada pihak berwajib.

Dari hasil pengecekan diketahui pelaku yang melakukan ritual rukyah kepada ALH adalah tetangga korban bernama Haryono, (56) dan Budiono, (43). Dari keterangan mereka disebutkan ritual dilakukan karena ALH dianggap nakal dan diyakini kerasukan Genderewo.

Untuk mengusir genderewo yang diyakini bersarang di tubuh bocah tersebut, keduany menenggelamkan ALH ke dalam bak hingga meninggal.

4 dari 4 halaman

Pelaku Ditahan di Polsek

Setelah ALH meninggal, kedua pelaku meminta orang tua meletakan balita malang itu di tempat tidur dengan alasan akan bangun kembali.

Mendengar laporan tersebut, Polsek Bejen dan Piket Koramil menghubungi Inafis untuk melakukan olah TKP. Jasad korban juga dibawa ke RSU Temanggung untuk dilakukan autopsi.

Sementara para pelaku yaitu orang tua korban, serta Haryono dan Budiono diamankan di kantor kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.

      View this post on Instagram      

A post shared by ???????????????????????????????????? (@ndorobeii)

 

Join Dream.co.id