Kehabisan Bangsal, Bocah 6 Tahun Tewas Dipatuk Kobra di Lantai Karantina Corona

Unik | Jumat, 29 Mei 2020 11:30
Kehabisan Bangsal, Bocah 6 Tahun Tewas Dipatuk Kobra di Lantai Karantina Corona

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Bocah perempuan berusia enam tahun tewas digigit ular di pusat karantina di Nainital, Uttarakhand, India.

Dream - Penerapan lockdown di India akibat pandemi Covid-19 mengharuskan pemerintah mendirikan pusat karantina bagi para perantau yang pulang kampung. Namun ada kalanya, pusat karantina yang disediakan tidak memenuhi aspek keselamatan.

Akibatnya bisa jadi cukup mengherankan. Pasien yang menghuni karantina tersebut kemungkina bisa sehat namun keluarga yang menunggunya meninggal bukan karena virus corona.

Peristiwa prihatin inilah yang dialami seorang bocah perempuan berusia enam tahun di India. Anak tersebut tewas digigit ular di pusat karantina di Nainital, Uttarakhand, India.

Tragedi itu terjadi ketika bocah malang itu tidur bersama keluarganya di lantai pusat karantina karena kekurangan tempat tidur. Insiden itu terjadi pada Senin, 25 Mei 2020, ungkap Hakim Distrik Nainital, Savin Bansal.

Korban kemudian langsung dilarikan ke pusat kesehatan masyarakat di Betalghat dan dinyatakan meninggal.

Hinggi kini, belum diketahui persis kronologi kematian korban dan jenis ular yang mematuk korban.

Sebuah bangunan sekolah kosong yang diubah menjadi pusat karantina di daerah Talli Sethi di Betalghat adalah tempat insiden itu terjadi.

 

2 dari 2 halaman

Ada yang Dijadikan Tersangka, Siapa?

Dengan peristiwa tragis tersebut, aparat kepolisian setempat telah menetapkan tiga tersangka yaitu Sub-inspektur (pendapat) Rajpal Singh, petugas pengembangan desa Umesh Joshi dan asisten guru Karan Singh. Ketiganya dijerat pasal kelalaian yang mengakibatkan kematian.

Menurut para penghungi karantina, keluarga tersebut telah mengeluh kepada Rajpal tentang risiko gigitan ular karena adanya semak-semak lebat di sekitar pusat karantina. Namun peringatan mereka sama sekali tak mendapat respon.

Keluarga itu telah dikarantina di gedung sekolah setelah kembalinya dari Delhi baru-baru ini.

Penghuni karantina juga mengeluhkan kamar mandi yang kotor dan kekurangan pasokan air.

Kematian bocah itu akibat dari salah urus, tidak menutup kemungkinan pengelola pusat karantina yang lain juga akan dituntut.

(Sumber: The Hindu)

Terkait
Join Dream.co.id