Anak Anjing Nge-Prank Majikan, Dikira Mati Berlumur Darah, Eh Ternyata...

Unik | Kamis, 26 Maret 2020 07:13
Anak Anjing Nge-Prank Majikan, Dikira Mati Berlumur Darah, Eh Ternyata...

Reporter : Idho Rahaldi

Postinganya viral dan bikin gemes warganet!

Dream - Seperti adegan di film-film horor. Seorang wanita dikejutkan saat menemukan anak anjing peliharaannya terkapar dengan dipenuhi gumpalan berwarna merah yang terlihat seperti daging dan darah di seluruh tubuhnya.

Peristiwa itu viral usai dibagikan di Twitter oleh @chrissytwittwit, akun tersebut merepost postingan seorang warganet di facebook bernama Evangelina Wong.

Dalam cuitan itu, @chrissytwittwit memperlihatkan foto-foto anak anjing berjenis Welsh Corgi milik Evangelina yang tengah terkapar.

2 dari 9 halaman

Bikin Kaget

" Lihat saja, siapa yang tidak akan terkejut melihat hewan yang mereka cintai berada dalam keadaan seperti ini," tulis @chrissytwittwit.

 Anjing Corgi© twitter.com/@chrissytwittwit

Tetapi rupanya tidak ada hal buruk yang terjadi ketika pemilik menemui kebenaran mengapa corgi-nya terlihat seperti itu.

" Pemiliknya menemukan dia seperti ini dan berpikir bahwa anjingnya mati karena kehabisan darah. Ternyata itu hanya buah naga dan tertidur karena terlalu kenyang," cuit @chrissytwittwit.

3 dari 9 halaman

Cuma Prank

Tak ayal postingan ini pun viral dan dibanjiri ribuan komentar warganet. Sebagian besar merasa terhibur dengan tingkah konyol anak anjing tersebut.

 Anjing Corgi© twitter.com/@chrissytwittwit

 Anjing Corgi© twitter.com/@chrissytwittwit

" Mengingat masa-masa suram saat ini dimana banyak virus yang tersebar, baik untuk mengetahui jika teman-teman kecil kita mampu untuk menghibur kita dirumah dengan kejenakaan mereka," Tulis salah seorang warganet seperti dikutip dari World Of Buzz.

4 dari 9 halaman

Kucing dan Anjing Dilempar dari Apartemen, Pemilik Takut Tertular Virus Corona

Dream - Kesimpangsiuran soal penularan virus corona yang bermutasi jadi virus 2019-nCoV telah membuat sebagian warga China jadi bingung.

Mereka jadi panik sehingga tidak bisa lagi mencerna informasi yang disampaikan oleh para pakar kesehatan di negara itu.

Baru-baru ini, sebagian warga China membunuhi hewan peliharaan seperti kucing dan anjing karena takut jadi pembawa virus corona.

Mereka melemparkan hewan-hewan malang itu dari jendela apartemen setelah menerima informasi penularan virus 2019-nCoV yang belum dikonfirmasi kebenarannya.

 Seekor anjing mati setelah dilempar dari atas apartemen.© Twitter Augustus Prometheus

Disebutkan bahwa hewan-hewan peliharaan itu bisa menyebarkan virus corona kepada manusia jika melakukan kontak dengan orang yang terjangkit virus.

Foto-foto memperlihatkan puluhan kucing dan anjing bersimbah darah di jalan-jalan menjadi viral di media sosial China.

5 dari 9 halaman

Pernyataan Dokter Membuat Panik Warga

Kepanikan warga China yang membuang hewan peliharaan mereka melalui jendela apartemen dipicu oleh pernyataan seorang dokter bernama Dr Li Lanjuan.

Dalam pernyataannya di TV, dokter Li mengatakan jika hewan peliharaan melakukan kontak dengan orang yang terjangkit virus, maka harus dikarantina sebagai langkah antisipasi.

Sebuah outlet media lokal kemudian dilaporkan mengubah kata-katanya menjadi 'kucing dan anjing dapat menyebarkan virus corona'.

6 dari 9 halaman

Berita Hoax Menyebar Cepat

 

Berita hoax itu pun menyebar dengan cepat setelah Zhibo China mempostingnya di platform media sosial Weibo.

Akibat pemelintiran kata-kata tersebut, sebagian warga panik dan membunuhi hewan peliharaan mereka dengan cara yang sangat keji.

Dalam upaya untuk membendung dan mengakhiri berita hoax tersebut, China Global Television Network memposting kutipan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Bunyinya: 'Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan peliharaan seperti kucing dan anjing dapat tertular virus corona baru, Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada hari Rabu.'

Sumber: World of Buzz

 

7 dari 9 halaman

Kucing Dikubur Hidup-hidup Saat Pemilik Dikarantina Akibat Virus Corona

Dream - Ketika virus corona baru mengamuk dan menyebar ke seluruh China, banyak orang dikarantina karena dicurigai tertular virus tersebut.

Tidak ada batas yang pasti sampai kapan mereka karantina. Karena itu mereka yang memiliki hewan peliharaan akan membutuhkan bantuan teman atau keluarga untuk merawatnya.

Namun seorang pemilik kucing dari Kota Wuxi di Provinsi Jiangsu mendapat kabar yang mengejutkan tentang hewan kesayangannya itu.

 Kucing manis dan lucu ini dikubur hidup-hidup saat pemilik dikarantina.© HK01Kucing manis dan lucu seperti foto di atas ini dikubur hidup-hidup selama pemiliknya dikarantina di rumah sakit.

8 dari 9 halaman

Pemilik Kucing Dikarantina Meski Tak Terjangkit

Menurut HK01, seorang pria pemilik kucing dikarantina di rumah sakit karena alasan pekerjaan. Padahal dia tidak terjangkit virus corona.

Namun sebelum dikarantina, pria itu sudah membuat perjanjian dengan pihak pengelola apartemen.

Dia minta pihak pengelola menaruh kucing peliharaannya di balkon sambil menunggu temannya datang untuk mengambilnya.

Namun pihak pengelola melanggar perjanjian yang sudah dibuat. Mereka masuk ke apartemen tanpa izin pria tersebut.

9 dari 9 halaman

Dikubur Hidup-hidup di Tanah Kosong

Mereka kemudian memasukkan kucing pria itu dalam plastik. Pihak pengelola beralasan sedang melakukan sterilisasi dan disinfeksi terhadap apartemen pria itu.

Kucing malang itu kemudian dikubur di sebuah tanah kosong hidup-hidup. Tindakan keji itu akhirnya membunuh kucing tersebut.

Yang lebih menjengkelkan adalah ketika pria itu menanyakan masalah kucingnya kepada pengelola. Mereka memberikan respons yang sangat kejam.

Berikut percakapan pria pemilik kucing dengan pihak pengelola apartemen:

Pengelola: " Tanah kosong"

Pemilik Kucing: " Tepatnya di mana, dan bagaimana kalian melakukannya"

Pengelola: " Menguburnya dalam-dalam di tanah"

Pemilik Kucing: " Saya butuh penjelasan lengkap. Kapan, di mana dan bagaimana."

Pengelola: " Menguburnya dalam-dalam pada jam 5.15 sore hari ini."

Pemilik Kucing: " Bagaimana bisa kalian membunuhnya?"

Pengelola: " Dengan menguburnya"

Pemilik Kucing: " Menguburnya hidup-hidup?"

Pengelola: Iya. Kami tahu perasaan Anda. Tapi tolong memahami situasi di tengah merebaknya wabah ini."

Pihak pengelola kemudian memberikan penjelasan bahwa tidak ada orang yang datang mengambil kucing setelah pemiliknya dikarantina.

Mereka beralasan bahwa saat itu kondisinya adalah sedang tanggap darurat kesehatan masyarakat.

Selain itu, mereka juga bilang bahwa para tetangga juga meminta mereka melakukan tindakan segera dengan menyingkirkan kucing itu.

Mereka mengaku sudah melaksanakan langkah yang telah diperintahkan dalam Undang-Undang Pengendalian Penyakit Menular China.

Dalam undang-undang disebutkan bahwa sudah jadi kewajiban bagi warga China untuk mengendalikan atau membunuh hewan liar, ternak dan unggas yang terinfeksi virus 'ketika ada wabah penyakit'.

Kita tidak bisa membayangkan rasa sedih yang dialami pemilik kucing saat melihat hewan peliharaannya telah jadi bangkai.

Sejauh ini tidak ada bukti yang mengatakan hewan peliharaan bisa menjadi penyebar virus corona.

Tapi langkah pihak pengelola apartemen yang membunuh kucing secara sembrono tidak bisa dibenarkan. Apalagi mereka telah membuat perjanjian untuk menitipkan kucing tersebut ke teman pemiliknya.

Sumber: World of Buzz

 

 

Melihat Kelanjutan Nasib Konser Tunggal Ayu Ting Ting
Join Dream.co.id