Pengalaman Menggetarkan Sholat Pertama Kali di Masjid Nabawi

(Foto: Istimewa/Zamzam Travel)
UMROH  |  14 Maret 2019 19:35

Semerbak wangi tercium dari dalam masjid. Hati terasa dekat dengan Rasulullah di kota Madinah.

Reporter : Syahid Latif

Diingatkan Akan Kematian

Jam sudah menunjukan sekitar pukul 9 pagi. Hawa dingin masih terasa di komplek Masjid Nabawi. Kami semua sudah berkumpul di depan lobi hotel. Menara yang subuh tadi terlihat terang kini menampakkan wajah aslinya. Tetap indah dan damai kala melihatnya.

Pagi ini kami sudah bersiap berziarah ke makam para sahabat Nabi di Baqi. Letaknya masih di sekitar komplek Masjid Nabawi. Berada di sebelah selatan dan beberapa meter dari bangunan yang dulunya kediaman Rasulullah.

Berjalan kaki mengitari areal masjid, mulut ini tak pernah berhenti berucap syukur. Melihat kemegahan masjid yang awalnya hanya dibangun berupa bangunan kecil dan tembok ala kadarnya. Atapnya pun hanya ditutupi daun dari pelepah kurma di depan dan belakang saja.

Masjid Nabawi Umroh

Sekitar 20 menit berjalan ke sisi Masjid Nabawi, sebuah bangunan berpintu besar warna cokelat terlihat. Untuk menuju gerbang itu, jemaah harus menanjak sedikit. Inilah areal makam Baqi. Di sini bersemayam sejumlah sahabat Nabi seperti khalifah Ustman bin Affan dan para istri Nabi.

Beberapa askar, semacam petugas penjaga, berdiri di depan pintu gerbang. Melarang setiap perempuan masuk ke areal pemakaman. Memang ada larangan bagi kaum hawa berziarah.

Sepanjang mata memandang, hanya pusara yang terlihat. Namun makam di Baqi ini berbeda dari kuburan di Indonesia. Makam hanya ditumpuk batu-batu kerikil di atasnya. Tak ada nisan apalagi hiasan pusara seperti di Tanah Air.

Adat masyarakat di Arab Saudi memang tak pernah menuliskan nama penghuni makam. Jangankan rakyat jelat, nisan para sahabat Nabi pun tak bertuliskan apapun. Tak heran, posisi makam khalifah Utsman dan istri nabi, Siti Aisyah tak ada yang tahu persis. Semua tampak sama. Hanya berhias batu kerikil sebagai penanda.

Sebuah papan pengumuman besar terpampang di depan makam. Berisi imbauan agar ibadah ziarah tak mengarah pada kemusyrikan. Pengelola makam membuat panduan itu dalam beberapa bahasa. Membantu memudahkan jemaah mengetahui isinya.

Perjalanan ziarah kami hanya berlangsung singkat. Di bawah payung Masjid Nabawi kami memutuskan berteduh. Mendengar penjelasan ustad Ali Mustopo yang sedari awal menjadi pembimbing kami menjalankan umroh.

Selanjutnya : Hati Ini Begitu Dekat Denganmu Rasulullah
Jefri Nicol Pertama Kali Nembak Cewek
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Agung Hercules Dirawat 7 Bulan di RS - Pasang Selang di Kepala
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :