Wisata Virtual, Konsep Baru Dunia Pariwisata Indonesia

Pulau Cinta Gorontalo (Shutterstock.com)
NEWS  |  25 Januari 2021 21:09

Sejumlah daerah mulai melirik wisata virtual.

Reporter : Ahmad Baiquni

Dream - Pandemi Covid-19 menjadi pengalang utama bagi perkembangan sektor pariwisata. Kondisi ini terjadi di hampir semua daerah di Indonesia.

Di sisi lain, teknologi seolah menjadi jawaban atas kondisi ini. Muncullah wisata virtual yang belakangan menjadi tren dalam sektor pariwisata khususnya di Indonesia.

CEO Atourin, Benarivo Triadi Putra, menjelaskan selama 2020 pihaknya telah menggelar 159 wisata virtual. Sebagian besar lokasi merupakan destinasi wisata lokal di Indonesia.

" Selama 2020 ada sebanyak 1.555 peserta wisata virtual yang didominasi laki-laki dan anak muda usia 17-30 tahun," ujar Benarivo dalam konferensi pers virtual pada Senin, 25 Januari 2021.

Benarivo menilai wisata virtual sangat potensial untuk dikembangkan. Karena itulah, Atourin selaku perusahaan teknologi berbasis pariwisata bergabung dengan United Cities and Local Governments Asia Pasicif (UCLG ASPAC).

Lewat program tersebut, Atourin memberikan pelatihan kepada 100 pelaku wisata di Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Gorontalo. Para peserta mendapatkan materi pelatihan mebuat tur virtual serta digital marketing, melatih skill dan pemahaman akan tren wisata virtual yang sangat berbeda dengan wisata luring.

" Kami menyiapkan 10 virtual traveling di Sulsel dan Kota Gorontalo pada Februari 2021 yang dilakukan oleh peserta pelatihan. Ini sifatnya gratis," kata Benarivo.

Lebih lanjut, pelatihan ini diharapkan dapat mendorong pelaku wisata untuk mampu menyelenggarakan tur virtual dengan baik. Juga dapat menjadi alternatif pemasukan di tengah pandemi Covid-19.

Wulan Guritno Gugat Cerai Adilla Dimitri
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Millen Cyrus Tersandung Narkoba (Lagi)
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :