Waspada Corona, Terminal 2 Bandara Changi Tutup 18 Bulan

Ilustrasi Kargo Bantuan (Sumber:Pexels.com)
NEWS  |  8 April 2020 11:10

Merespon dampak dari penyebaran wabah Corona, Bandara Changi Singapura menutup Terminal 2 selama 18 bulan.

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila

Melayani Penerbangan Pembawa Bantuan

Wakil Perdana Menteri Heng Swee Keat bulan lalu mengatakan jumlah penumpang yang tiba di bandara telah turun lebih dari 90 persen sejak wabah Covid-19 merebak

Pengurangan permintaan yang timbul dari wabah virus corona dan pembatasan perjalanan di seluruh dunia telah membuat SIA memangkas 96 persen dari jadwal penerbangan sampai akhir April.

Khaw mengatakan kepada DPR, Pemerintah sadar konektivitas global sangat penting bagi Singapura. Pusat udara di Changi - yang ditambatkan oleh SIA - sangat penting bagi peran Singapura sebagai pusat bisnis, manufaktur, penelitian dan pengembangan.

"Jika pusat runtuh, hal itu akan merusak kemampuan kita untuk pulih dari krisis. Banyak orang Singapura bergantung pada Bandara Changi untuk mencari nafkah," kata Khaw.

Menteri Perhubungan ini juga mencatat maskapai penerbangan di SIA Group - SIA, SilkAir dan Scoot - terus menjalankan sekitar 40 penerbangan kembali per minggu ke ibukota di Asean dan pusat ekonomi di Asia, Australia, Eropa dan Amerika Serikat.

SIA juga telah mengerahkan beberapa pesawat penumpangnya untuk hanya membawa kargo.

"Saat ini, layanan penerbangan dilakukan untuk membawa barang-barang penting di tengah gangguan pasokan global, seperti pasokan medis, makanan, dan kargo berguna lainnya," kata Khaw.

Selanjutnya : Singapura Membuka Pelabuhan di Tengah Wabah Corona
Melihat Kelanjutan Nasib Konser Tunggal Ayu Ting Ting
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Melihat Kelanjutan Nasib Konser Tunggal Ayu Ting Ting
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :