Virus Corona Jadi Pukulan Telak Sektor Pariwisata

Sektor pariwisata terkena dampak cukup berat akibat virus corona (Dream.co.id/Raissa Anjanique Nathania)
NEWS  |  12 Maret 2020 18:06

Sektor pariwisata mencatatkan kerugian mencapai Rp21,8 triliun.

Reporter : Ahmad Baiquni

Dream - Pandemik virus corona menimbulkan banyak kerugian di sejumlah negara, khususnya di bidang ekonomi. Sejumlah negara kehilangan pemasukan dalam jumlah besar, terutama di sektor pariwisata.

Hal ini juga dialami sektor pariwisata Indonesia. Banyak hotel dan destinasi dulu ramai kini sepi pengunjung.

" Dampak ekonominya sudah sangat besar, karena melumpuhkan ekonomi di dunia termasuk Indonesia. Jadi untuk hari ini saja, di Jakarta okupansi hotel sudah mencapai 30 persen," ujar, Ketua Umum Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia, Haryadi Sukamdani, di Jakarta, Kamis 12 Maret 2020.

Haryadi mengatakan angka kerugian sejak awal Januari hingga saat ini tidak main-main. Besarnya mencapai US$1,5 miliar, setara Rp21,8 triliun.

 Konpers PHRI

" Itu dari Tiongkok sendiri (penurunannya), turis dari Tiongkok tahun lalu itu 2 juta orang, untuk satu orang mereka menghabiskan uang sebanyak US$1.900 (setara Rp27,7 juta)," kata Haryadi.

Pihaknya memprediksi peak season turis China terjadi di Januari dan Februari, bertepatan dengan liburan Tahun Baru Imlek. Sementara sejak awal bulan Februari, penerbangan dari China ditiadakan akibat virus corona.

Jika diamsusikan setengah dari total jumlah turis China batal masuk, maka Indonesia kehilangan pendapatan hingga US$1,1 miliar, setara Rp16 triliun.

" Lalu dari negara-negara lain yang membatalkan, juga dari domestik banyak yang tidak jadi bepergian dan sebagainya, itu perkiraan kita sudah Rp400 miliar," ujar Haryadi.

Lantaran angka kerugian yang tinggi, target pendapatan dari sektor pariwisata untuk 2020 terpaksa harus direvisi.

 PHRI

" Pertumbuhan ekonomi kita itu diperkirakan 5,2 persen tahun ini, setelah ada corona ini, kalau kita bisa mencapai 4,5 persen sudah bagus banget," terang dia.

Lebih lanjut, Haryadi mengatakan perkembangan ekonomi khususnya di sektor pariwisata sangat bergantung pada kondisi masyarakat.

" Dengan sekarang ini sudah memasuki bulan Maret, bulan depan sudah bulan Ramadan, kalau ini tidak ada sesuatu yang bisa mengembalikan, ya kira-kira (pertumbuhan) di angka 4,5 persen lah kurang lebih," kata Haryadi.

Laporan: Raissa Anjanique Nathania

Melihat Kelanjutan Nasib Konser Tunggal Ayu Ting Ting
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Menu Berbuka Puasa Sehat dan Anti Ribet Ala Chef Deny Gumilang
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :