Tak Perlu VR, Keliling Eropa Kini Bisa Lewat Ponsel

News-travel | Sabtu, 15 Mei 2021 13:10
Tak Perlu VR, Keliling Eropa Kini Bisa Lewat Ponsel

Reporter : Ahmad Baiquni

Kamu bisa menjelajahi sudut Eropa tanpa perlu beranjak dari rumah,

Dream - Larangan liburan pada beberapa negara selama pandemi, membuat traveler rindu untuk melihat pemandangan indah dan menyenangkan dari tempat yang ingin dikunjungi.

Namun dengan adanya pemanfaatan teknologi berupa inovasi virtual tour yang telah dilakukan beberapa negara, dapat menjadi upaya untuk mengatasi kerinduan tersebut.

Tidak hanya menghadirkan tempat yang sama seperti aslinya dalam wujud virtual, virtual tour ini juga dapat memberikan sensasi menjelajah waktu seperti momen pada masa peradaban. Seperti program tur dengan konsep dunia kuno Eropa bernama virtual tour Ancient World.

Sebelum adanya virtual tour, pergantian mesin waktu ini masih dilakukan dalam bentuk virtual reality (VR) oleh situs Ancient World. Situs tersebut diluncurkan tahun lalu oleh perusahaan yang berbasis di Australia, yaitu Lithodomos VR.

Saat kembali pada 2018, Lithodomos bekerja sama dengan Museum Menara Daud di Yerusalem, sebuah perusahaan yang memberikan pengunjung pengalaman museum yang unik dan nyata. Di mana pada perjalanan tur nyata di Kota Tua, pemandu akan meminta pengunjung berhenti di titik pandang utama seperti Tembok Barat, Lengkungan Robinson, Kawasan Yahudi, dan Cardo, lalu pengunjung akan terhubung pada headset VR mereka, yang secara instan juga dapat berpindah hingga 2000 tahun yang lalu.

Lalu ketika perjalanan internasional terhenti pada tahun 2020, akhirnya Lithodomos pun mengembangkan pengetahuan teknologinya untuk membuat tur virtual Ancient World. Program itu kini dapat digunakan oleh siapa saja dan dimana saja dengan mudah seperti melalui smartphone, tablet, atau komputer.

Saat ini situs mereka menyediakan 23 tujuan, yang mana sebagian besar berasal dari dunia klasik di sekitar Mediterania (misalnya Athena, Barcelona, Roma, Split) tetapi juga tersedia Old Hobart Town di Tasmania dan tur Jack the Ripper di London.

Jarak terjauh yang dapat kamu atur adalah perjalanan waktu hingga 5.000 tahun, dimana kamu dapat melihat monumen pengerjaan tanah kapur misterius di situs Stonehenge, jauh sebelum penempatan Sarsen dan batu biru terkenal yang masih berdiri hingga saat ini.

Pendiri Lithodomos VR, Simon Young pun menjelaskan bagaimana cara mereka menggunakan data arkeologi dan sejarah untuk memastikan dapat menghadirkan rekonstruksi yang seakurat mungkin.

" Denah lokasi, gambar ketinggian, dan kesan seniman dimuat ke dalam Sistem Informasi Geografis yang kemudian dipetakan ke aslinya dunia. Dari sini, model 3D yang sangat detail diproduksi oleh seniman 3D yang diawasi langsung oleh arkeolog. Dan saat museum atau taman arkeologi terlibat, pakar lokal juga memberikan tinjauan sejawat untuk koreksi dan penyempurnaan yang diperlukan untuk memastikan keakuratannya " kata Simon, dikutip dari Travel+Leisure.

Laporan: Yuni Puspita Dewi

Join Dream.co.id