Tak Ada Karantina, Korsel Izinkan Kedatangan Pelancong Divaksin Penuh

News-travel | Jumat, 30 Juli 2021 20:12

Reporter : Ahmad Baiquni

Pelancong hanya diwajibkan menunjukkan sertifikat vaksinasi dan hasil negatif tes PCR.

Dream - Korea Selatan resmi meniadakan ketentuan karantina untuk pelancong yang sudah mendapatkan vaksinasi penuh. Langkah ini dilakukan untuk segera memulihkan sektor pariwisata.

Meski demikian, pelancong tetap diharuskan menunjukkan sertifikat vaksinasi. Juga wajib memiliki bukti tes PCR dengan hasil negatif yang sampelnya diambil 72 jam sebelum keberangkatan.

Dunia memang sedang berkabung karena pandemi Covid-19. Pariwisata menjadi sektor paling terpukul di seluruh dunia.

Korea selatan, negara yang populasi penduduknya lebih dari 51 juta orang itu, tak pernah menerapkan lockdown selama pandemi. Bahkan di saat dunia sedang sibuk melawan varian Delta yang lebih ganas.

Negeri Ginseng itu berhasil mengatasi virus tersebut dengan baik, dengan hanya ratusan warga Korea yang terinfeksi setiap harinya.

 

Tak Ada Karantina, Korsel Izinkan Kedatangan Pelancong Divaksin Penuh
Korea Selatan (Shutterstock.com)
2 dari 2 halaman

Dilansir dari Koreaherald, karena rendahnya kasus tersebut, Korsel mengambil langkah awal untuk membuka paket tur ke Guam, Taipan. Langkah tersebut diambil sebagai permulaan untuk memulihkan perekonomian.

Direktur Penerbangan Internasional, Kim Hong-rak, mengatakan pihaknya berharap pembukaan penerbangan mendapat respon yang baik dari masyarakat. Sehingga dapat membangkitkan sektor pariwisata.

Bagi turis yang akan masuk Korsel diharuskan mendapatkan vaksin dalam kurun waktu awal Juli hingga awal Agustus. Vaksin yang diterima oleh pihak kesehatan setempat adalah AstraZeneca, Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson.

Tetapi, Kementerian Pariwisata Korsel menegaskan jika kasus Covid-19 melonjak tinggi, sektor pariwisata bisa ditutup untuk sementara waktu. Pembukaan menunggu kondisi yang memungkinkan.

Laporan : Delfina Rahmadhani

Join Dream.co.id