Sleeper Train Bakal Jadi Primadona Traveling Keliling Eropa di Tengah Pandemi

News-travel | Rabu, 23 Juni 2021 20:11

Reporter : Ahmad Baiquni

Kereta semakin diminati dan banyak traveler tak lagi mau menggunakan pesawat.

Dream - Sleeper train jadi salah satu moda transportasi andalan di Eropa. Selain tarifnya yang terjangkau dibanding pesawat, kereta ini menawarkan pengalaman bepergian sembari menikmati alam Eropa yang memukau.

Pada 2022, sleeper train baru akan menambah jaringan rute yang bakal menghubungkan kota-kota di seluruh Eropa. Tidak ketinggalan Praha, Berlin dan Amsterdam.

Sekarang, sebuah start-up kereta api Prancis juga berencana menghubungkan Paris ke kota-kota seperti Kopenhagen, Roma dan Porto dalam waktu semalam pada 2024. Ini akan bergabung dengan semakin banyak perusahaan yang menghidupkan kembali perjalanan kereta api semalam di seluruh benua.

Start-up Prancis, yang dikenal dengan nama Midnight Trains, digambarkan sebagai " hotel di atas rel" dan akan menampilkan restoran dan bar di dalamnya, serta kamar pribadi bergaya hotel. Dari basisnya di Paris, start-up ini berharap melakukan perjalanan ke-12 tujuan Eropa mulai 2024, dan menjadikan perjalanan itu sebagai petualangan tersendiri bagi penumpang.

Proyek ini masih dalam tahap awal. Tetapi Midnight Trains hanyalah salah satu dari banyak perusahaan yang melayani pelancong yang sedang tumbuh dan ingin berganti dari perjalanan udara dengan perjalanan kereta api yang lambat dan berkelanjutan.

 

Sleeper Train Bakal Jadi Primadona Traveling Keliling Eropa di Tengah Pandemi
Sleeper Train (Shutterstock.com)
2 dari 3 halaman

Ramai-ramai Mengaktifkan Sleeper Train

Perusahaan kereta api SNF milik Prancis mengumumkan rencana ambisius pada 2017 untuk menyalakan kembali sleeper train-nya. Bulan lalu, maskapai ini meluncurkan layanan malam dari Paris ke Côte d'Azur dengan tiket mulai dari 29 euro, setara Rp500 ribu, untuk perjalanan 12 jam.

Masih banyak lagi yang direncanakan dengan SNCF yang bertujuan untuk mengembalikan total 10 layanan sleeper selama 10 tahun ke depan.

Sementara itu, kereta malam dengan RegioJet dan European Sleeper akan menghubungkan Praha ke Brussel melalui Dresden, Berlin, dan Amsterdam pada 2022. Kereta dilengkapi dengan layanan seperti akses internet gratis, sarapan, dan kopi gratis.

RegioJet juga akan meluncurkan layanan kereta malam baru di rute Praha melalui Przemyśl ke Lviv tahun ini. Kereta tidur RegioJet adalah perpanjangan terencana terbesar dari jaringan kereta malam Eropa selama bertahun-tahun.

Kereta api negara di Jerman, Austria, Prancis dan Swiss telah mengumumkan kemitraan dengan dana investasi US$605 juta, setara Rp8,7 triliun untuk menghidupkan kembali layanan malam hari.

 

3 dari 3 halaman

Banyak Rute Baru

Baru empat tahun yang lalu Deutsche Bahn, kereta api negara bagian Jerman, menjual semua gerbongnya, menyatakan mereka tidak menguntungkan karena jumlah penumpang yang rendah. Tetapi perubahan iklim dan pandemi Covid-19 mengubah cara para pelancong berpindah dari A ke B, dan beberapa perjalanan kereta api Eropa sebenarnya lebih cepat daripada terbang.

Lima rute lainnya diharapkan akan diluncurkan dalam empat tahun ke depan. Pada Desember 2021, layanan malam baru akan beroperasi antara Wina dan Paris melalui Munich, serta antara Zurich dan Amsterdam.

Kereta antara Zurich dan Roma akan sesuai jadwal dari Desember 2022. Desember 2023 akan melihat layanan lain antara Wina dan Paris yang melakukan perjalanan melalui Berlin dan Brussel. Kereta malam juga akan mulai beroperasi antara Zurich dan Barcelona mulai Desember 2024.

Secara terpisah, Swedia pada 2020 mengumumkan mereka berencana untuk memperkenalkan layanan kereta malam internasional baru ke Jerman dan Belgia pada 2022. Rute baru akan menghubungkan kota-kota Swedia ke Hamburg dan Brussel, memungkinkan koneksi cepat ke Eropa tengah dan Inggris.

Kereta malam baru yang murah antara Praha dan pantai Kroasia dimulai musim panas lalu dan sangat populer sehingga layanannya ditingkatkan untuk beroperasi setiap malam. Dalam minggu-minggu perdananya, lebih dari 30 ribu tiket terjual, dan beberapa kereta sepenuhnya dipesan berkat tiket yang dihargai serendah 22 euro, setara Rp379 ribu sekali jalan, dikutip dari Lonely Planet.

Join Dream.co.id