Siap-siap, Vietnam Dibuka Untuk Turis Per November 2021

News-travel | Selasa, 19 Oktober 2021 20:10

Reporter : Ahmad Baiquni

Wisatawan yang boleh masuk hanya yang sudah divaksin penuh.

Dream - Lebih dari satu tahun setelah pandemi memaksa perbatasan negara ditutup, Vietnam sedang mengembangkan pendekatan bertahap untuk kembali menyambut turis mancanegara.

Pemerintah Vietnam mengungkapkan rencana untuk membuka Hoi An dan Teluk Halong bagi beberapa pengunjung akan terlaksana di bulan Desember.

Bulan depan, Pulau Phu Quoc akan menjadi skema percontohan untuk memungkinkan pengunjung yang telah divaksin lengkap dapat bepergian tanpa karantina, mirip dengan Thailand.

Dilansir dari Lonely Planet, hanya pelancong yang dikategorikan Vietnam sebagai negara berisiko rendah Covid-19 yang dapat mengunjungi Phu Quoc. Di antaranya Amerika Serikat, Australia, negara-negara Eropa, Timur Tengah dan Asia Timur Laut.

Pada awalnya, jumlah pengunjung dan perjalanan turis di Phu Quoc akan dibatasi untuk menjaga situasi. Jika berhasil, pemerintah Vietnam mengumumkan akan meluncurkan skema serupa di tujuan tertentu mulai Desember. Destinasi ini termasuk Teluk Halong, Hoi An, resor pantai Nha Trang, dan Dalat.

Wisatawan internasional yang ingin berkunjung harus divaksinasi lengkap dengan dosis kedua yang telah diberikan setidaknya 14 hari dan tidak lebih dari 12 bulan sebelum tanggal masuk. Selain itu, menunjukkan hasil negative tes PCR yang diambil kurang dari 72 jam sebelum penerbangan.

 

Siap-siap, Vietnam Dibuka Untuk Turis Per November 2021
Vietnam (Shutterstock.com)
2 dari 2 halaman

Pikirkan Pakai Paspor Vaksin

Vietnam juga mempertimbangkan untuk memperkenalkan paspor vaksin atau kartu kesehatan untuk memfasilitasi pembukaan kembali yang aman.

" Kami hanya buka ketika benar-benar aman," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Langkah ini diambil dengan hati-hati agar bisa beradaptasi dengan situasi pandemi yang nyata.

 Pedagang Vietnam© Shutterstock.com

Sampai saat ini, Vietnam adalah salah satu pemain top dunia dalam memerangi virus corona. Tetapi, varian Delta dan kekurangan pasokan vaksin telah menyebabkan lonjakan infeksi.

Menurut Our World In Data dari Oxford, saat ini hanya 12,6 persen dari populasinya yang divaksin penuh. Ada kekhawatiran akan potensi lonjakan di Mekong Delta dan Central Highlands dalam beberapa hari mendatang.

Laporan: Elyzabeth Yulivia

Join Dream.co.id