Sandiaga: Inovasi, Kunci Pulihkan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

News-travel | Selasa, 28 September 2021 13:11

Reporter : Ahmad Baiquni

Sandiaga mendorong semua pihak untuk berkolaborasi dan menciptakan inovasi untuk pemulihan ekonomi nasional, terutama di sektor pariwisata.

Dream - Pandemi Covid-19 yang berjalan lebih dari satu tahun telah melumpuhkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pemerintah tengah bekerja keras menyusun langkah agar salah satu sektor utama penopang perekonomian nasional ini dapat segera pulih.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menekankan pentingnya inovasi untuk mempercepat pemulihan sektor ini. Dia pun mengajak semua pihak berkolaborasi agar pemulihan dapat segera tercapai.

" Saya selalu tekankan inovasi, inovasi, dan inovasi. Saya dan Mbak Wamen menantang jajaran dan teman-teman di pentahelix, mari tingkatkan inovasi," ujar Sandiaga saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemulihan Sektor Parekraf, Senin, 27 September 2021.

 Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno© Dream.co.id

Sandi menjelaskan sejumlah strategi untuk memulihkan parekraf. Mulai dari pemulihan dan perluasan pasar, inovasi produk dan jasa, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), revitalisasi destinasi pariwisata dan infrastruktur ekonomi kreatif, serta peningkatan resiliensi dan daya saing usaha.

Menurut dia, pandemi memicu dan mengakselerasi inovasi serta digitalisasi sehingga bisa memulihkan pasar. Sejumlah terobosan yang dijalankan Kemenparekraf antara lain Bangga Buatan Indonesia, Game Prime, Apresiasi Kreasi Indonesia, Desa Wisata, dan Kabupaten/Kota yang Kreatif juga harus dimanfaatkan untuk memulihkan peluang usaha sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

 

Sandiaga: Inovasi, Kunci Pulihkan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno
2 dari 2 halaman

Anggaran Kesehatan Ditingkatkan Jadi Rp220 T Lebih

Rakornas yang diadakan untuk memperingati World Tourism Day yang bertajuk Tourism for Inclusive Growth turut dihadiri oleh beberapa menteri terkait. Seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Dalam sambutannya, Menkeu Sri Mulyani, menjelaskan gelombang ketiga pandemi membuat respon kebijakan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) harus fleksibel dan responsif. Hal ini menyebabkan beberapa anggaran digeser dan difokuskan untuk penanganan pandemi.

Meski demikian, pihaknya terus berupaya mendukung pemulihan pariwisata. Salah satunya dengan meningkatkan program penanganan kesehatan yang semula sekitar Rp130-140 triliun menjadi di atas Rp 220 triliun.

" Ini sebenarnya untuk mendukung sektor pariwisata karena tidak mungkin masyarakat akan berwisata dan meningkatkan demand terhadap industri kreatif apabila masyarakat terancam Covid-19," kata Sri Mulyani.

Laporan: Elyzabeth Yulivia

Join Dream.co.id