Pemeriksaan Dokumen Kesehatan Digital Mulai Diberlakukan di Bandara Ngurah Rai

News-travel | Rabu, 14 Juli 2021 20:20

Reporter : Ahmad Baiquni

Bandara Ngurah Rai menjadi percontohan sistem perjalanan di tengah PPKM Darurat.

Dream - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mulai menerapkan pemeriksaan dokumen kesehatan digital bagi pelaku perjalanan udara. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi lonjakan kasus Covid-19.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi, menerangkan Bandara Ngurah Rai menjadi percontohan dari kebijakan lalu lintas udara selama PPKM Darurat. Pemeriksaan sendiri sudah dimulai terhitung sejak Selasa, 13 Juli 2021.

" Diimbau pada calon penumpang dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi dan mengunggah dokumen ke aplikasi serta mengisi e-HAC melalui aplikasi tersebut," ujar Faik.

Faik mengatakan kebijakan yang sama akan berjalan secara bertahap di seluruh bandara. Usai Bandara Ngurah Rai, Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga akan menerapkan kebijakan ini.

Menurut Faik, kebijakan ini merupakan implementasi ketentuan pada Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/847/2021 tentang Digitalisasi Dokumen Kesehatan bagi Pengguna Transportasi Udara yang Terintegrasi dengan Aplikasi PeduliLindungi.

 

Pemeriksaan Dokumen Kesehatan Digital Mulai Diberlakukan di Bandara Ngurah Rai
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali (Shutterstock.com)
2 dari 2 halaman

Terintegrasi Dengan Database Kemenkes

Dokumen kesehatan digital telah terintegrasi dengan sistem New All Record (NAR) pada aplikasi PeduliLindungi. Seluruh dokumen perjalanan diharuskan diunggah pada aplikasi tersebut sebelum bepergian, seperti surat keterangan RT-PCR atau tes antigen dengan hasil negatif, juga sertifikat vaksinasi Covid-19.

Seluruh dokumen yang sudah terunggah pada aplikasi PeduliLindungi akan tersimpang pada database. Kemudian calon penumpang akan mendapatkan barcode untuk ditunjukkan para petugas verifikasi di pintu masuk Terminal Keberangkatan.

Sebelumnya, kata Faik, verifikasi dan validasi dokumen kesehatan pelaku perjalanan udara harus dilakukan secara manual. Pemeriksaan dijalankan pada setiap dokumen.

" Kini proses tersebut cukup dilakukan melalui aplikasi ini, karena semua dokumen kesehatan telah terintegrasi. Hal ini akan mempercepat waktu proses verifikasi," tuturnya.

Langkah ini juga untuk mencegah penyimpangan, seperti pemalsuan hasil tes antigen, RT-PCR, atau sertifikat vaksin.

" Di Bandara I Gusti Ngurah Rai sendiri telah disediakan QR Code di beberapa titik untuk dipindai calon penumpang menggunakan aplikasi PeduliLindungi guna tracing dan tracking," kata Faik.

Join Dream.co.id