Pariwisata Bali Dibuka Oktober, Sistem Phuket Sandbox Jadi Pertimbangan

News-travel | Selasa, 28 September 2021 11:10

Reporter : Ahmad Baiquni

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno tertarik dengan sistem yang dipakai Thailand untuk membuka pariwisatanya.

Dream - Pemerintah menjadwalkan pembukaan kembali pariwisata Bali di tengah pandemi Covid-19. Menurut rencana, Bali bakal dibuka per Oktober 2021.

" Saya rasa untuk membuka Bali memang harus secepatnya, ya. Tapi untuk info lanjut masih akan didiskusikan minggu ini," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno saat Weekly Press Briefing, Senin, 27 September 2021.

Sandi mengungkapkan pembukaan Bali dapat mendongkrak perekonomian, khususnya sektor pariwisata. Ini mengingat potensi besar yang dimiliki Bali dalam menggaet wisatawan.

" Kemarin saya lihat Bali sudah mulai macet karena mobilitas wisatawannya," ucap Sandi.

Dalam kondisi tersebut, penggunaan transportasi umum tetap jadi imbauan. Langkah ini perlu dijalankan untuk menghindari kemacetan dan kepadatan di jalan akibat mobilitas masyarakat ditambah turis.

" Khususnya di tiga daerah yang sudah zona hijau, kami sangat menekankan tiga daerah tersebut segera dibuka untuk para wisatawan," kata dia.

Terdapat tiga destinasi yang bakal segera dibuka sebagai awalan. Ketiganya yaitu Sanur, Ubud, dan Nusa Dua.

 

Pariwisata Bali Dibuka Oktober, Sistem Phuket Sandbox Jadi Pertimbangan
Pariwisata Bali (Shutterstock.com)
2 dari 2 halaman

Phuket Sandbox

Terkait rencana pembukaan ini, Sandi menjelaskan pihaknya mempertimbangkan penerapan sistem Phuket Sandbox. Sistem ini membebaskan wisatawan dari kewajiban karantina 14 hari namun dilarang keluar dari satu destinasi.

" Kami juga sudah merencanakan rencana wisata seperti Phuket Sandbox. Tapi masih akan kami bicarakan dengan kemenko dan petinggi-petinggi lain," kata Sandi.

Sistem ini diterapkan Thailand bagi wisatawan yang telah divaksin penuh minimal 14 hari sebelum keberangkatan serta dinyatakan negatif Covid-19 dengan PCR. Meski tak ada karantina, pelancong hanya bisa berwisata di sekitar Phuket selama 14 hari sejak kedatangan dan tidak boleh keluar dari daerah tersebut..

Jika sudah melewati 14 hari, pelancong diizinkan untuk berwisata di daerah lainnya. Thailand menerapkan cara ini untuk bangkitkan pariwisata negaranya, khususnya di daerah wisata Phuket.

Sandi berpandnagan ide itu memang sangat relevan untuk menekan penyebaran Covid-19 namun sektor pariwisata tetap berjalan. Dia juga terus mengingatkan warga serta wisatawan yang akan bepergian untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

" Semoga rencana ini akan cepat rampung, dan segera dieksekusi," kata Sandi.

Laporan : Delfina Rahmadhani

Join Dream.co.id