Pandemi Berangsur Membaik, Pariwisata di 2022 Diprediksi Bakal Cerah

News-travel | Rabu, 1 Desember 2021 20:39

Reporter : Ahmad Baiquni

Sektor pariwisata mulai menunjukkan geliat pulih.

Dream - Perkembangan pandemi yang cukup terkendali menjadi angin segar bagi semua sektor ekonomi. Terlebih bagi pariwisata yang sangat terpukul akibat Covid-19.

" Sektor pariwisata Indonesia kini sudah mulai bangkit dan Bobobox melihat peluang dalam kondisi tersebut," ujar CEO Bobobox Indonesia, Indra Gunawan, saat Bobobox Market Outlook Outdoor Travel Experience.

Indra mengatakan saat ini masyarakat Indonesia sedang berada di fase menikmati destinasi dalam negeri, khususnya outdoor atau alam terbuka. Ini lantaran masih berlaku sejumlah pembatasan untuk bepergian ke luar negeri yang tidak hanya diterapkan Pemerintah Indonesia namun juga negara-negara lain.

" Pengalaman autentik dengan suguhan keindahan alam dan kekayaan budaya lokal merupakan hal yang dicari oleh para wisatawan saat ini," kata dia.

Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kementeria Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hengky Manurung, mengungkapkan terjadi tren positif liburan akhir-akhir ini. Para pelancong relatif sangat patuh dengan imbauan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 3M dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

" Penyedia akomodasi juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat melalui CHSE," kata Hengky.

 

Pandemi Berangsur Membaik, Pariwisata di 2022 Diprediksi Bakal Cerah
Ilustrasi (Shutterstock.com)
2 dari 3 halaman

Kebiasaan Berubah Akibat Pandemi

Dia menilai ini menandakan sinyal positif bagi kebangkitan gairah pariwisata. Hengky cukup optimistis sektor pariwisata akan cerah di tahun depan.

" Kami juga mengimbau, walau situasi telah membaik, kita tidak boleh lengah, tetaplah patuh terhadap peraturan sehingga kita dapat kembali berwisata dengan aman dan nyaman," kata dia.

Usaha Pemerintah memulihkan kondisi pariwisata Indonesia dari keterpurukan perlahan-lahan membawa hasil. Indikasi ini terlihat pada okupansi hotel maupun jumlah pengunjung destinasi wisata yang mulai menunjukkan pergerakkan positif.

Namun, pandemi turut mengubah kebiasaan masyarakat dalam berlibur dan menginap. Tren bepergian baik di dalam, maupun luar negeri pun berubah menjadi yang lebih aman sesuai dengan kondisi saat ini.

Masyarakat mulai menggunakan istilah 'Staycation' dan 'Work From Hotel' sebagai ungkapan berlibur dan bekerja dari hotel dalam kota di mana seseorang tinggal. Cara ini dinilai efektif untuk mengatasi lelah di tengah penatnya aktivitas Work From Home.

Selain itu, tren digital nomad juga semakin berkembang di masa pandemi ini. Digital nomad adalah kondisi di mana seseorang dapat bekerja tanpa terikat waktu dan tempat.

Tidak hanya sekadar pindah tempat kerja, digital nomad ternyata juga memberikan kesempatan untuk bekerja sambil liburan. Misalnya bekerja sambil menikmati pantai, gunung, dan keindahan alam di setiap destinasi yang dikunjungi untuk bekerja.

 

3 dari 3 halaman

Outdoor Experience

Ada dua tipe digital nomad, yaitu workation dan bleisure. Workation adalah penggabungan antara bekerja dan liburan, sementara bleisure lebih pada business and leisure.

Tren digital nomad inilah yang dimanfaatkan berbagai negara untuk menarik kunjungan wisatawan, tak terkecuali di Indonesia. Bahkan tren digital nomad digadang-gadang menjadi salah satu cara meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

" Outdoor experience ini akan menjadi primadona bagi millenials nantinya sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut lagi," Ketua Pelatihan Sumber Daya Manusia, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Alexander Nayoan.

Alexander menyatakan PHRI terus mempromosikan prokes 3M kepada pengusaha akomodasi. Juga selalu mengimbau penggunaan aplikasi PeduliLindungi kepada wisatawan.

" Serta memberi masukan-masukan kepada Pemerintah sehingga ke depannya dapat memajukan sektor pariwisata khususnya outdoor travel experience," kata dia.

Join Dream.co.id