Otoritas Singapura Tak Sarankan Bepergian Untuk Liburan Tahun Ini

Bandara Internasional Changi Singapura (Shutterstock.com)
NEWS  |  22 Juli 2020 12:11

Kasus Covid-19 di sejumlah negara masih tinggi.

Reporter : Ahmad Baiquni

Dream - Singapura memang sudah membuka wilayahnya untuk para wisatawan meski tidak secara penuh. Namun demikian, otoritas Singapura menyarankan sebaiknya perjalanan untuk liburan tidak dilakukan tahun ini.

Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Lawrence Wong, menyarankan kepada semua orang khususnya warga Singapura untuk tidak bepergian. Juga menghindari rencana perjalanan di tengah pandemi saat ini.

Wong mengatakan infeksi Covid-19 di seluruh dunia tidak mungkin hilang. Pada akhir tahun, kata dia, infeksi akan terus terjadi bahkan sampai tahun depan.

" Jadi, tidak mungkin kita melihat perkembangan situasi membaik dalam waktu dekat, artinya saran bepergian dari kami tidak mungkin berubah dalam waktu dekat juga," kata Wong.

Meski begitu, perundingan dengan negara-negara tetangga terkait jalur hijau migrasi tetap dilanjutkan. Ini untuk memfasilitasi perjalanan bisnis masyarakat lintas negara.

Wong mengatakan jalur hijau bebas biaya untuk semua perjalanan. Tetapi, orang yang melintasinya harus menjalani prosedur sangat ketat seperti pemeriksaan di titik keberangkatan dan titik kedatangan serta mengikuti rencana perjalanan yang telah disusun secara ketat.

" Ini tidak berlaku untuk perjalanan wisata massal, saya pikir itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat," kata dia.

Karena meningkatnya kasus Covid-19 di sejumlah negara, para pelancong yang masuk ke Singapura dari Jepang, Hong Kong, dan Negara Bagian Victoria, Australia mulai 20 Juli mendapat peringatan tertulis untuk isolasi diri. Isolasi bisa dilakukan di tempat yang mereka tinggali saat ini di Singapura.

Mereka juga diharuskan melakukan tes Covid-19 sebelum masa isolasi berakhir.

Pelancong yang meninggalkan Singapura mulai 27 Maret dan sudah kembali diharuskan membayar biaya isolasi di fasilitas khusus yang telah disediakan. Demikian juga wisatawan dari luar negeri yang berada di Singapura.

Biaya isolasi selama 14 hari di Singapura cukup tinggi, sebanyak 2.000 dolar Singapura, setara Rp21 juta. Sedangkan biaya tes Covid-19 ditetapkan 200 dolar Singapura, setara Rp2,1 juta.

" Di beberapa negara, Anda bisa menyaksikan peningkatan, itu belum terkontrol sepenuhnya dan kasus-kasus terus bertambah. Jadi kami benar-benar harus tetap waspada," ucap Wong.

Sumber: Straits Times

Himbau UMKM Untuk Disiplin Protokol Kesehatan Guna Tingkatkan Ekonomi
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Mendisiplinkan Pasar Tradisional yang Belum Berdisiplin
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :