Penduduk Kota-Kota Ini Alami Penurunan Berat Badan Saat Karantina

Ilustrasi foto : Shutterstock
NEWS  |  6 Juni 2020 13:10

Pembatasan fisik atau lockdown di beberapa negara telah membuat berat badan banyak orang bertambah

Reporter : Reni Novita Sari

Dream- Saat pandemi corona dan pembatasan sosial, otomatis ruang lingkup aktivitas jadi terbatas karena harus tinggal di rumah. Selama berbulan-bulan, orang-orang telah melakukan aturan resmi dari pemerintah untuk tinggal di rumah dan mengasingkan diri untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Saat terjebak di dalam situasi ini, banyak orang yang mencari berbagai macam kesibukan kesibukan di rumah. Bagi sebagian orang, lebih banyak melakukan aktivitas di rumah tentu menjadi pengalaman yang tidak biasa. Mobilitas keseharian menjadi jauh lebih berkurang dari sebelumnya. Aktivitas gerak pun menjadi lebih terbatas.

Hal ini banyak dikaitkan dengan pengaruh bertambahnya berat badan selama berada di rumah. Apalagi, ketika aktivitas makan atau konsumsi camilan menjadi pelarian ketika rasa bosan atau suntuk sering kali datang. Tentu hal ini semakin memperbesar peluang bertambahnya berat badan.

Menurut travelandleisure.com, pembatasan fisik atau lockdown di beberapa negara telah membuat berat badan banyak orang bertambah alias gemuk. Di Amerika, banyak orang merasa bahwa mereka mengalami kenaikan berat badan ketika menjalani karantina di rumah karena keinginan mereka untuk selalu pergi ke dapur. Namun, hal itu tidak terjadi bagi mereka yang tinggal di San Fransisco dan Miami.

Selanjutnya : Beberapa Orang Amerika Khawatir Mengalami Kenaikan Berat Badan
Wajib Tahu! Ini Kiat Merawat Kulit Anak Agar Sehat dan Halus
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Terlahir Tuli, Anak Ray Sahetapy Lulus Cum Laude di New York
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :