Menjelajah Dunia Kuno di Museum Bawah Laut Pertama Yunani

News-travel | Sabtu, 31 Juli 2021 13:13

Reporter : Ahmad Baiquni

Museum ini menguak masa lalu lewat berbagai barang peninggalan di dasar laut.

Dream - Hans-Juergen Fercher baru saja muncul dari perairan biru kehijauan yang jernih di Laut Aegea. Penyelaman keempatnya ini mengunjungi tempat gundukan pot anggur berusia 2.500 tahun yang menandai kapal karam kuno dan museum bawah laut pertama Yunani.

" Ini adalah kombinasi penyelaman dan penyelaman arkeologis. Seperti menyelam ke dalam sejarah," kata psikiater berusia 48 tahun itu kepada The Straits Times.

Museum di bawah ombak Peristera, Pulau Alonissos, dibuka pada tahun 2020 meskipun saat ini tengah ditutup akibat Covid-19. Saat Yunani membuka pariwisatanya, tempat ini menjadi sumber pendapat baru dan berkelanjutan.

Penyelam seperti Fercher dan pembuat gudang anggur Denmark, Lisette Fredelund bersedia membayar 95 euro atau sekitar Rp1,6 juta untuk menyelam.

" Sungguh menakjubkan. Ketika kami berada di sana, mencoba membayangkan bagaimana rasanya berada di kapal yang mengangkut anggur," kata Fredelund.

Semakin ke sini, bangkai kapal ditemukan lebih banyak di daerah tersebut. Ini menunjukkan museum bawah laut bisa dibuka lebih banyak.

 

Menjelajah Dunia Kuno di Museum Bawah Laut Pertama Yunani
Tembikar Era Yunani Kuno Yang Ditemukan Di Dasar Laut (Shutterstock.com)
2 dari 2 halaman

Fokus Baru Pariwisata Yunani

Menteri Pariwisata Yunani, Harry Theharis, mengatakan pihaknya telah menjadikan diving sebagai fokus untuk menarik pengunjung sejak Undang-undang disahkan pada tahun 2020.

" Ini adalah jenis pariwisata yang menarik turis sepanjang tahun. Mereka rela membayar mahal untuk menyelam," katanya seraya menambahkan 10 taman selam baru siap disahkan di bawah undang-undang.

Sekitar 300 orang telah membayar untuk mengunjungi bangkai kapal itu sejak museum dibuka, menurut Walikota Alonissos Petros Vafinis. Ia sendiri seorang penyelam scuba.

Semua pengunjung harus menjalani pengarahan tentang situs dan mengikuti aturan ketat seperti menjaga jarak setidaknya 2 meter dari artefak.

" Harapan saya sangat tinggi sejak diarahkan dan semua terbayarkan," kata George Giasemidis, turis Yunani yang secara khusus ingin melihat bangkai kapal.

Mengingat kedalaman dan kesulitan teknis penurunan, hanya penyelam yang memenuhi syarat yang diizinkan untuk mengunjungi bangkai kapal tersebut.

Dengan ditemukannya empat bangkai kapal lain, Alonissos berharap turis bisa segera mengakses situs tersebut. Sehingga bisa masuk dalam daftar yang harus dilakukan oleh penyelam di seluruh dunia.

Laporan: Elyzabeth Yulivia

Join Dream.co.id