Menikmati Jogja Dengan Suasana Berbeda Lewat Biennale XVI 2021

News-travel | Rabu, 20 Oktober 2021 14:12

Reporter : Ahmad Baiquni

Biennale Jogja kembali digelar, menghadirkan sejumlah karya seniman baik daerah maupun luar negeri.

Dream - Suasana Jogja kembali meriah dengan digelarnya Biennale Jogja XVI Equator #6 2021. Ajang pameran seni rupa dua tahunan selalu dinantikan baik oleh para pecinta seni maupun masyarakat, juga para pelancong.

Agenda rutin dua tahunan ini digelar mulai 6 Oktober hingga 14 November 2021 melibatkan 34 seniman serta komunitas untuk memberikan dedikasi sejumlah tokoh budaya seperti YB Mangunwijaya dan Sriwati Masmudari. Gelaran ini diselenggarakan di empat lokasi yaitu Jogja National Museum (JNM), Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Museum dan Tanah Liat (MDTL), dan Indie Art House.

" Perhelatan Biennale Jogja XVI memberikan pengunjung sebuah pengalaman menikmati karya dari seniman dalam tema 'Roots <> Routes' yang menampilkan semua aspek sosial dan humanis, kami senang berkolaborasi bersama Biennale Jogja XVI," ujar Chief Marketing Officer PT Mowilex Indonesia, Anna Yesito Wibowo.

Mowilex turut ambil peran di perhelatan Biennale Jogja XVI dengan menghadirkan produk cat kualitas premium dan netral karbon untuk instalasi seni. Selain itu, memfasilitasi implementasi cat pada ruang pameran serta seniman mural di Biennale Jogja 2021.

" Kolaborasi dengan Mowilex merupakan yang pertama dan kami berharap bahwa kolaborasi ini akan terus terjadi ke depannya," kata Direktur Biennale Jogja 2021, Gintani N.A Swastika.

 

Menikmati Jogja Dengan Suasana Berbeda Lewat Biennale XVI 2021
Biennale Jogja XVI Equator #6 2021 (biennalejogja.org)
2 dari 2 halaman

Kolaborasi dengan Banyak Pihak

Biennale Jogja XVI menaruh perhatian besar pada narasi-narasi mengenai lokalitas dan pengetahuan tempatan, serta dekolonisasi dan desentralisasi. Gelaran ini juga menjalin kolaborasi dengan empat institusi dan kolektif seni dari Jayapura, Ambon, Kupang, dan Maumere untuk membuat Program Labuhan (Docking Program) sebagai perwujudan dari gagasan desentralisasi yang diusung.

 Biennale Jogja XVI Equator #6 2021© biennalejogja.org

Karena masih dalam suasana pandemi, penyelenggara menerapkan sejumlah pembatasan pengunjung. Meski begitu, hal tersebut tidak menyurutkan minat pengunjung untuk menikmati beragam karya seni dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Biennale merupakan perhelatan seni berskala internasional yang diadakan di Jogja mulai 1988. Perhelatan seni ini kemudian diselenggarakan per dua tahun.

Join Dream.co.id