Kerap Disalahpahami, Begini Makna Sebenarnya dari Wisata Halal

News-travel | Jumat, 19 November 2021 16:52

Reporter : Ahmad Baiquni

Di Masyarakat, masih ada anggapan wisata halal adalah Islamisasi wisata padahal bukan.

Dream - Konsep wisata halal yang tengah digenjot Pemerintah ternyata masih banyak disalahpahami masyarakat. Banyak yang menilai wisata ini dapat memberangus kearifan lokal.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi, menyatakan terjadi kekeliruan pemahaman akan wisata halal sehingga harus diluruskan. Zainut mengungkapkan wisata syariah atau wisata halal bukan Islamisasi wisata sehingga semua hal di destinasi wisata disesuaikan syariah.

" Dalam syariat Islam, kita mengenal bahwa kebiasaan baik yang telah dijalankan oleh penduduk setempat tetap dipelihara dan dipertahankan selama tidak bertentangan dengan maqashid syariah," ujar Zainut, dikutip dari Kemenag.

Zainut menerangkan wisata syariah atau wisata halal berarti pemberian fasilitas yang memudahkan wisatawan Muslim menunaikan kewajiban keagamaannya di sebuah tempat wisata. Di antaranya tersedianya maknanan yang sudah dipastikan kehalalannya, juga fasilitas ibadah.

" Kemudahan untuk melakukan transaksi keuangan syariah, fasilitas hotel, sikap positif pelaku bisnis terhadap wisatawan dan lain sebagainya," kata dia.

 

Kerap Disalahpahami, Begini Makna Sebenarnya dari Wisata Halal
Ilustrasi (Shutterstock.com)
2 dari 2 halaman

Jadi Tren di Sejumlah Negara Sekuler

Zainut juga menerangkan wisata halal kini tengah menjadi tren di sejumlah negara seperti China, Jepang, maupun Korea yang menerapkan sistem sekuler. Tetapi, di sana digunakan istilah berbeda seperti halal tourism, moslem friendly, dan masih banyak lagi.

 Belanja Wisata Halal Amblas 70 Persen karena Covid-19© MEN

" Konsep wisata halal sebetulnya universal, sehingga dapat diterima oleh semua kalangan agama, masyarakat budaya, dan pemerintah," kata dia.

Selanjutnya, Zainut berharap para pelaku industri wisata halal dan ekonomi syariah terus berikhtiar menghapus kesan eksklusif halal yang masih ada di masyarakat. Hal ini dijalankan dengan menggiatkan edukasi tanpa perlu menimbulkan kerumitan baru dengan menggali nilai-nilai yang sudah ada di dunia usaha.

Join Dream.co.id