Inggris Berlakukan Vaksin Booster Untuk Warganya Yang Akan Melancong

News-travel | Minggu, 21 November 2021 19:37

Reporter : Ahmad Baiquni

Ketentuan ini diberlakukan lantaran menurunnya perlindungan dari vaksin Covid-19 dosis penuh.

Dream - Pemerintah Inggris resmi memberlakukan vaksin booster untuk warganya yang hendak berwisata ke luar negeri. Mulai 19 November 2021, status vaksinasi dosis ketiga muncul dalam paspor Covid-19 digital yang menjadi syarat wajib perjalanan internasional.

Meski demikian, ketentuan ini belum berlaku untuk pelancong negara lain yang masuk Inggris. Mereka cukup menunjukkan bukti sudah divaksinasi secara lengkap.

" Kami ingin memudahkan orang menunjukkan status vaksin mereka jika bepergian ke luar negeri," ujar Sekretaris Ksehatan dan Perawtan Sosial Inggris Sajid Javid.

Ketentuan ini diberlakukan sebagai langkah antisipasi menyusul terjadinya kembali lonjakan kasus Covid-19 di Inggris. Javid mengatakan paspor Covid-19 telah diperbarui dengan menambahkan status booster.

" Pembaruan NGS Covis Pass ini berarti orang dapat memiliki gambaran medis secara lengkap di ujung jadi mereka jika pergi berlibur ke luar negeri," kata dia.

Meski status sudah muncul pada paspor Covid-19 digital, NHS tidak memberikan sinyal status booster akan tersedia dalam layanan surat. Tetapi, ketentuan ini belum berlaku untuk Wales.

Sistem ini baru diberlakukan di Wales pada 29 November 2021. Sementara bukti vaksinasi penuh atau hasil negatif tes Covid-19 masih menjadi persyaratan untuk perjalanan domestik.

 

Inggris Berlakukan Vaksin Booster Untuk Warganya Yang Akan Melancong
Covid-19 Di Inggris (Shutterstock.com)
2 dari 2 halaman

Ketentuan baru ini diterapkan Inggris lantaran kekebalan vaksin Covid-19 berkurang dalam waktu enam bulan setelah suntikan dosis kedua. Sehingga, dibutuhkan perlindungan tambahan melalui satu kali booster.

Terkait perjalanan internasional, Inggris sendiri sudah menghapus seluruh negara dari daftar merah. Artinya, pelancong dari negara manapun tidak perlu lagi menjalani karantina ketika masuk Inggris.

Meski demikian, Sekretaris transportasi Inggris, Grant Shapps, menyatakan ketentuan ini bisa berubah apabila diperlukan.

Wisatawan dari negara manapun yang sudah divaksin penuh tidak diharuskan lagi mengikuti tes Covid-19 sebelum berangkat menuju Inggris. Tes Covid-19 diwajibkan ketika mereka berada di Inggris dua hari setelah kedatangan dengan biaya sendiri.

Tak hanya itu, semua wisatawan tiba di Inggris wajib mengisi formulir tracking, bahkan hanya sekadar transit. Dokumen diharuskan diisi dalam waktu 48 jam sebelum keberangkatan, dikutip dari Guardian.

Join Dream.co.id