Gunung Everest Kembali Diukur, Ketinggiannya Bertambah

News-travel | Minggu, 13 Desember 2020 13:10

Reporter : Ulyaeni Maulida

Gempa bumi besar pada 2015 mungkin berdampak pada ketinggian Gunung Everest.

Dream – Nepal dan China mengumumkan secara resmi mengenai kondisi terkini Gunung Everest. Ternyata, gunung tertinggi di dunia itu mengalami penambahan ketinggian hingga 0,86 meter.

Tetapi antara Nepal dan China memiliki perbedaan pendapat. China menyatakan tinggi Gunung Everest adalah 8.848,86 meter atau empat meter lebih rendah dibanding pengukuran yang dilakukan Nepal.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Nepal dan departemen survei mengatakan kedua negara telah berkoordinasi untuk menyetujui ketinggian baru dari Gunung Everest.

Gunung Everest berdiri di perbatasan antara Nepal dan China. Sehingga pendaki dapat melakukan pendakian dari kedua sisi.

Gunung Everest Kembali Diukur, Ketinggiannya Bertambah
Ilustrasi (Foto: Pexels)
2 dari 4 halaman

Mengapa terjadi perbedaan pengukuran?

China mengatakan Gunung Everest harus diukur hingga ketinggian bebatuannya. Sementara Nepal berpendapat jika salju di atas puncak Gunung Everest juga harus dihitung.

Pejabat pemerintah Nepal mengatakan mereka berada di bawah tekanan untuk menerima tinggi yang telah ditetapkan oleh China. Sehingga mereka memutuskan untuk melakukan pengukuran baru.

Empat surveyor tanah Nepal menghabiskan dua tahun pelatihan untuk misi tersebut, sebelum menuju ke puncak Everest.

" Sebelumnya, kami tidak pernah melakukan pengukuran sendiri. Sekarang kami memiliki tim, kami dapat melakukannya sendiri," kata juru bicara di departemen survei Nepal, Damodar Dhakal.

Kepala surveyor Nepal, Khimlal Gautam kehilangan jari kakinya karena radang dingin saat berada di puncak untuk memasang peralatan pengukur ketinggian tahun lalu.

 

3 dari 4 halaman

Mengapa ketinggian Everest kembali dipertanyakan?

Beberapa ahli geologi menyatakan gempa bumi besar pada tahun 2015 mungkin berdampak pada ketinggian Gunung Everest. Gempa berkekuatan 7,8 skala richter menewaskan hampir 9 ribu orang di Nepal.

Menyebabkan longsoran salju yang mengubur bagian dari base camp di gunung tersebut. Mereka mengatakan gempa bumi mungkin menyebabkan lapisan salju Everest menyusut.

" Gempa yang terjadi tahun 2015 juga menjadi alasan utama mengapa kami mengukur kembali gunung tersebut," kata Dhakal.

 

 

 

4 dari 4 halaman

Bagaimana Gunung Everest diukur kembali?

Ketinggian pegunungan diukur dengan permukaan laut rata-rata sebagai dasarnya. Nepal menggunakan Teluk Benggala sebagai permukaan lautnya. Tetapi India telah mensurvei titik yang lebih dekat ke Everest, dekat perbatasan India-Nepal dan mampu memberikan ketinggian pada titik tersebut bagi surveyor Nepal.

Disanalah Nepal membangun jaringan stasiun garis pandang yang membentang hampir 250 kilometer hingga titik Everest pertama kali terlihat, menciptakan rantai titik yang dapat diukur dan dijumlahkan.

Para surveyor China menggunakan Laut Kuning di provinsi timur Shandong sebagai pangkalan permukaan laut mereka.

Surveyor dari kedua sisi juga menggunakan rumus trigonometri untuk menghitung ketinggian puncak. Rumus yang mereka gunakan menghitung tinggi segitiga dengan mengalikan alas dan sudutnya.

Pejabat Nepal mengatakan mereka menggunakan 12 puncak bawah yang berbeda untuk melihat ke puncak Everest sebagai perhitungan trigonometri mereka, sehingga mendapatkan hasil yang lebih tepat. pihak China pun mengatakan hal yang sama terkait metode yang digunakan.

Kedua negara juga menggunakan Sistem Satelit Navigasi Global untuk menerima data ketinggian dari berbagai penerima dalam perhitungan mereka.

China sebelumnya telah melakukan dua pengukuran ketinggian Gunung Everest, pertama pada tahun 1975 kemudian tahun 2005.

Kali ini para surveyor China menggunakan sistem satelit navigasi BeiDou China, yang diyakini akan menyaingi Sistem Penentuan Posisi Global atau GPS milik AS.

" Dengan menggunakan sistem tersebut, kedalaman salju, cuaca dan kecepatan angin juga akan diukur untuk membantu pemantauan gletser dan perlindungan ekologi," ungkap perwakilan dari kantor berita negara China Xinhua.

 

(Beq, Sumber: bbc.com)

Join Dream.co.id