Negeri yang Tak Suka Basa Basi

News-travel | Rabu, 3 Juli 2019 09:09
Negeri yang Tak Suka Basa Basi

Reporter : Siwi Nur Wakhidah

Masyarakat di sini dikenal hemat dalam berkata-kata. Mereka jarang ngobrol hal-hal remeh, namun bukan berarti tak ramah.

Dream - Basa basi atau obrolan ringan kerap kita jumpai di banyak tempat. Aktivitas ini sudah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia.

Tetapi, jika kamu sedang berkunjung ke Finlandia, jangan harap menemukan orang berbincang hal remeh. Meskipun itu di ruang publik yang bebas dan terbuka.

Ya, masyarakat Finlandia memang terkenal dengan karakter pendiam. Mereka irit bicara, terutama untuk hal-hal yang sifatnya remeh temeh. 

Dikutip dari BBC , diam dan sedikit bicara sudah menjadi budaya bagi masyarakat Finlandia. Orang-orang Finlandia lebih suka menghindari obrolan-obrolan ringan, namun bukan berarti tidak ramah, lho.

2 dari 3 halaman

Lebih Suka Diam

Obrolan basa basi di luar teman dekat sangat jarang bisa ditemukan di Finlandia. Bahkan saat di kafe, orang Finlandia hanya bicara soal menu pesanan dan tidak lebih dari itu. Bisa dibayangkan begitu senyapnya suasana kafe di sana.

Finlandia dikenal dengan saunanya yang menyenangkan. Di sanalah baru bisa ditemukan banyak orang Finlandia asyik mengobrol satu dengan yang lain.

Tetapi, ketika orang-orang keluar dari sauna, suasana kembali sepi. Orang-orang akan banyak diam.

Tiina Latvala, mantan guru Bahasa Inggris di Sodankyla, Lapland, mengatakan dia harus pula mengajarkan para siswa mengenai obrolan ringan di tempat umum. Bahkan bila perlu, mempraktikannya. 

Dia meminta siswa yang diajarnya untuk ngobrol di bus atau di taman. Tujuannya agar interaksi sosial di antara mereka bisa hidup.

Salah satu siswa yang pernah diajar Tiina, Alina Jefremoff, 18 tahun, membenarkan hal itu. Dia pun merasa beruntung bisa belajar gaya berkomunikasi negara lain melalui siaran televisi dan film.

3 dari 3 halaman

Budaya Finlandia

Dari segi budaya, orang Finlandia tidak pernah menganggap sikap diam mereka sebagai hal yang negatif.

Menurut Laura Kolbe, seorang profesor yang mengajar sejarah Eropa di Universitas Helsinki, setiap budaya yang berbeda akan cenderung menghakimi budaya lain. Contohnya seperti stereotip orang Finlandia yang diam.

Finlandia memiliki dua Bahasa nasional, Bahasa Finlandia dan Bahasa Swedia. Bahasa Inggris juga sudah diajarkan kepada kepada sejak usia 6-7 tahun.

Jadi, menurut Laura, orang Finlandia lebih suka diam bukan karena tidak bisa menguasai Bahasa asing. Tetapi lebih kepada budaya mereka yang tidak ingin membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Hal ini juga didukung temuan Dr Anna Vatanen dalam hasil penelitian berjudul, ‘Lapses in Interaction and the Stereotype of the Silent Finn’. Menurut Vatanen, orang Finlandia lebih nyaman dengan diam dan itu adalah cara mereka berkomunikasi.

Join Dream.co.id