Bukti Vaksinasi Bakal Jadi Syarat Wajib Traveling di Sejumlah Negara

News-travel | Minggu, 28 Maret 2021 13:11

Reporter : Ahmad Baiquni

Perusahaan farmasi tengah berlomba-lomba memproduksi vaksin.

Dream – Sudah mulai kangen dengan bepergian menggunakan pesawat terbang keluar negeri, ntah untuk mengunjungi keluarga atau sanak saudara atau hanya sekedar jalan-jalan, sekarang sudah banyak negara yang melakukan vaksinasi Covid-19.

Dikutip dari Lonely Planet, Pfizer, Moderna, AstraZeneca, Johnson & Johnson, dan perusahaan farmasi lainnya memproduksi terus vaksin untuk menangani pandemi dunia yang menyeramkan ini, banyak masyarakat di beberapa negara juga sudah divaksin dengan produk perusahaan tersebut.

Setelah mendapatkan vaksinasi penuh, berharap dapat melakukan penerbangan ke negara-negara yang diinginkan, tetapi beberapa maskapai dan aturan pemerintah harus tetap menyertakan bukti, dan karena di setiap negara itu memiliki sistem berbeda-beda, maka perlu menyiapkan dokumen-dokumen penunjang bukti vaksinasi.

Secara umum, setiap orang yang akan bepergian diminta menyertakan bukti telah divaksinasi dan tes negatif oleh maskapai penerbangan, jika vaksin yang direkomendasikan dianggap tidak valid dengan alasan tertentu, misalnya usia atau status kehamilan, ada baiknya untuk langsung berkonsultasi atau menghubungi maskapai penerbangan dan otoritas terkait karena kemungkinan kamu tidak dapat bepergian sementara waktu.

Tidak ada satupun maskapai penerbangan yang mengatur varian vaksin dan hasil tes, tapi mereka akan cenderung melihat jenis vaksin yang diterima seseorang karena banyaknya varian vaksin yang muncul, ntah itu valid atau tidak. Jadi semua persetujuan akan bergantung pada tempat yang akan dikunjungi dan bagaimana aturan disana.

Oleh karena hal tersebut yang terbilang rumit, banyak negara yang mulai mengembangkan aplikasi dan sedang uji coba untuk membuktikan ke-valid-an vaksin Covid-19, termasuk IATA’s Travel Pass, Common Pass dari The world Economic Forum, AOKpass dari The International Chamber of Commerce.

 

Bukti Vaksinasi Bakal Jadi Syarat Wajib Traveling di Sejumlah Negara
Ilustrasi (Shutterstock.com)
2 dari 3 halaman

Aplikasi Digital

Tidak hanya itu, pemegang industri seluler terbesar seperti Apple dan Google juga ikut ambil bagian dalam pem buatannya. Beberapa dari aplikasi tersebut akan dibuat menyatu dengan aplikasi maskapai dan beberapa akan dibuat terpisah.

Aplikasi ini akan berjalan dengan beragam variasi yang berbeda, namun secara umum akan ada input, pemrosesan dan ouput-nya. Output pastinya berupa dokumen yang membuktikan hasil tes dan konfirmasi vaksinasi yang menyatakan seorang boleh melakukan penerbangan. Sedangkan input akan terhubung dengan perusahaan penguji tes, kode QR, atau diperlukannya data atau dokumen yang perlu dilampirkan.

Untuk saat pemrosesan sendiri, maskapai penerbangan dan pemerintah akan melakukan pengecekan dengan sangat baik, bahkan sebisa mungkin sebelum kamu sampai di bandara penerbangan.

Karena pengecekan ini perlu tenaga para pekerja maskapai yang lebih banyak jadi diperlukan pemrosesan terlebih dahulu sebelum sampai di bandara, apalagi bila nantinya orang yang bepergian akan semakin banyak, susah untuk para pekerja menanganinya.

Sistem aplikasi tentunya akan tepat membutuhkan pusat data nyata manusia atau teknologi berbasis analisis AI atau penggabungan keduanya atau mungkin saja ada orang yang membantu mengendalikannya, seperti semacam customer service. Jadi pastikan segala macam dokumen bukti perlu disimpan dengan baik.

 

3 dari 3 halaman

Proses Maskapai

Pada sisi pengujian, banyak maskapai akan mempercepat pemrosesannya, dan dari sisi vaksinasi, masih kurang begitu jelas karena masih adanya perubahan kebiijakan dan sains yang cepat, sehingga ketetapannya masih selalu diperbarui.

Beberapa negara seperti Australia, China, Hong Kong, Islandia, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Taiwan telah memperbolehkan orang berkunjung dari luar masuk ke negaranya dengan syarat telah divaksinasi, hal itu dimaksudkan untuk menghindari kewajiban karantina beberapa hari.

Ketika divaksinasi pastikan nama dan tanggal dilaksanakannya vaksinasi tercantum pada sertifikat vaksinasi. Selain itu juga harus ada medis profesional yang memberikannya, jenis vaksin apa yang diberikan, nomor lot vaksin, dan juga lokasi vaksinasi. Jangan sampai dokumen penting seperti itu hilang atau terlupakan.

Disarankan untuk orang-orang yang tinggal di suatu tempat dimana bahasa Inggris tidak menjadi bahasa penulisan dokumen kesehatan, lebih baik dokumen tersebut diterjemahkan terlebih dahulu dan dicap oleh medis proofesional yang berwenang. Tulisan dokumennya sebagai berikut:

“ I (tuliskan nama dokter), (kosongkan untuk nomor regsitrasi) confirm that I administered the SARS-CoV-2 coronavirus vaccine type (kosongkan untuk nama jenis vaksin) to protect against Covid-19 to (nama pribadi pasien) on (kosongkan untuk dua tanggal vaksinasi) at the immunisation centre in (kosongkan untuk nama kota). It is my considered medical opinion that (nama pribadi pasien) is now fully vaccinated against Covid-19 according to the (tuliskan nama negara) system."

Selain keterangan tersebut, yang bisa menjadi bukti adalah botol bekas vaksin tersebut. Beberapa jenis vaksin atau tempat penyandang dilakukannya vaksinasi, bekas botol tersebut mungkin bisa dibawa pulang.

Jadi buat Sahabat Dream yang mau bepergian ke luar negeri, pastikan sudah divaksinasi dan dokumen-dokumen yang menjadi bukti vaksinasi jangan sampai hilang agar mempermudah proses penerbangan dan perjalanan.

Laporan: Josephine Widya

Join Dream.co.id