Arief Yahya Sabet Penghargaan The Best Marketing Minister Of Tourism Of ASEAN

Arief Yahya terima penghargaan (Liputan6.com)
NEWS  |  8 Desember 2018 08:28

Arief dipilih sebagai The Best Marketing Minister of Tourism Of ASEAN karena dinilai sebagai marketing andal.

Reporter : Eko Huda S

Dream - Arief Yahya mendapat kejutan dalam ajang Anugerah MarkPlus Marketeer of The Year (MoTY) 2018, Kamis 6 Desember 2018. Menteri Pariwisata yang sudah lima tahun berturut-turut menjadi Ketua Tim Dewan Juri MoTY ini mendapat penghargaan sebagai The Best Marketing Minister of Tourism Of ASEAN.

Penghargaan ini menjadi semakin istimewa karena pengakuan itu diberikan langsung oleh Philip Kotler, seorang Marketing Guru kelas dunia. Selain itu juga oleh Hermawan Kartajaya dan Hooi Den Huan. Ketiga orang ini merupakan Tri-Founder Philip Kotler Center For ASEAN Marketing.

“ Sebuah kehormatan bagi saya, terima kasih. Ini merupakan penghargaan bagi seluruh upaya dan dedikasi seluruh jajaran Kementerian Pariwisata. Sekarang kami makin PD membawa National Brand Wonderful Indonesia,” ujar Arief, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 7 Desember 2018.

Menurut Arief, tak ada orang yang lebih besar dari organisasinya. Dia mengaku, keberhasilan ini tak terlepas dari dukungan jajaran Kementerian Pariwisata dan Presiden Joko Widodo terhadap sektor pariwisata.

“ Penghargaan ini bukan hasil saya pribadi, penghargaan ini saya persembahkan untuk segenap jajaran Kementerian Pariwisata dan juga dukungan Bapak Presiden yang telah menetapkan pariwisata sebagai salah satu sektor prioritas, serta segenap Kementerian Teknis yang membantu. Terima kasih!,” tambah Arief.

Pria asal Banyuwangi, Jawa Timur, ini pantas merasa bangga. Sebab Philip Kotler adalah guru marketing dunia. Banyak buku marketing dengan ide segar ditulis pria kelahiran Chicago 7 Agustus 1931 ini. Mulai dari textbook, sampai buku-buku praktis.

Harian Financial Time bahkan menobatkannya sebagai “ Most Influential Business Writer or Management Guru”. Posisinya dapat disejajarkan dengan Jack Welch, Bill Gates, dan Peter Drucker.

Sementara, Kotler memilih Arief sebagai The Best Marketing Minister of Tourism Of ASEAN karena dinilai sebagai marketing andal. Arief bahkan mampu menaikkan laba PT Telkom dua kali lipat dalam kurun dua tahun saat masih menjadi nahkoda perusahaan telekomunikasi itu.

Saat menjadi Menpar, sepak terjangnya menginspirasi banyak kepala daerah. Banyak pejabat struktural dan kalangan swasta yang mencontohnya. Kebijakannya juga selalu mendapat respons positif dari publik.

Arief mampu mengubah image Kemenpar. Dari sebuah kementerian birokrasi menjadi sebuah kementerian yang mirip korporasi. Kemenpar pun dipoles menjadi kementerian marketing, produknya pariwisata Indonesia.

“ Saya terapkan WIN Way, Wonderful Indonedia Way! Jurusnya 3S. Ini untuk membangun budaya kerja atau corporate culture Kemenpar, yakni Solid, Speed, Smart,” kata dia.

Kinerja Doktor jebolan Unpad Bandung ini dinilai sistematis. Arief mampu mendorong kebijakan visa gratis untuk 169 negara, dari sebelumnya hanya 15 negara ASEAN saja.

Dia juga menghapus CAIT sehingga memungkinkan izin masuk yacht dan perahu hanya butuh tiga jam saja. Sebelumnya izin ini harus diurus selama tiga minggu.

Untuk kapal cruise, Arief mencabut sabotage. Regulasi ini memungkinkan sebuah kapal pesiar berbendera asing menaik turunkan penumpang di lima pelabuhan di tanah air.

Sementara, di bidang pemasaran, Arief mampu mengangkat Wonderful Indonesia menembus 100 peringkat ke level ke 47 dari sebelumnya not available (N/A). Branding Wonderful Indonesia sudah mengalahkan Malaysia (94) dan Thailand (83).

Arief bahkan mampu membawa Kemenpar terpilih sebagai The Best Ministry Of Tourism atau Best National Tourism Organization (NTO) di ajang TTG Travel Awards 2018 di Bangkok. Begitu juga di berbagai travel mart dunia, dari Berlin, Bulgaria, Singapore, India, Los Angeles Amerika, Prancis, Hongkong, dan Selandia Baru.

Tak hanya itu, di level dunia, Indonesia memborong tiga penghargaan sekaligus dalam ajang UN-WTO. Di Halal Tourism Abu Dhabi juga menyabet tiga penghargaan langsung.

Arief juga menggenjot pengembangan 10 Bali Baru. Dia juga mendorong digital destination serta nomadic tourism.

“ Kita akan punya 10 Bali Baru, agar pengembangan pariwisata terus berkembang, merata, sekaligus mengejar target 20 juta wisman ke tanah air. Dengan destinasi yang ada, tidak mungkin (tidak) menembus jumlah target itu," ujar Arief.

Pariwisata menjadi penyumbang devisa.Pada 2016, devisa pariwisata mencapai 13,5 miliar dolar AS per tahun. Hanya kalah dari minyak sawit mentah (CPO) sebesar 15,9 miliar dollar AS per tahun. Padahal pada 2015, pariwisata masih ada di peringkat keempat sebagai sektor penyumbang devisa terbesar.

Pada 2017, sumbangan devisa dari sektor pariwisata melesat menjadi sekitar 16,8 miliar dollar AS. Angka ini diprediksi akan meningkat 20 persen menjadi sekitar 20 miliar dollar AS pada 2018.

“ Kami akan terus mencari celah untuk menaikkan jumlah wisman di lima prioritas pasar, yakni Singapura, Malaysia, China, Australia, dan Jepang. Sehingga Pariwisata akan tumbuh menjadi kekuatan utama perekonomian Indonesia. Modal kita sudah kuat. Pariwisaata adalah DNA kita,” ucap Arief.

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Terungkap, Ini Harga Cicilan Apartemen Nikita Mirzani
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :