Saudi Buka Lagi Mada'in Saleh, Makam Batu 2.000 Tahun Diazab Allah

News-travel | Sabtu, 12 Desember 2020 15:17

Reporter : Sugiono

Mada'in Saleh atau orang Barat menyebutnya Hegra, menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO dalam sejarah Islam.

Dream - Selain umroh, Arab Saudi membuka sejumlah tempat untuk wisata. Saudi punya banyak sekali peninggalan pra-sejarah yang mengandung banyak pelajaran berharga.

Salah satunya yaitu Mada'in Saleh. Situs kuno berupa makam dalam kota itu bahkan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

Dalam catatan sejarah Islam, Mada'in Saleh merupakan salah satu situs yang dikutuk. Karena situs ini merupakan simbol kecongkakan bangsa yang tak mau menyembah Allah.

Selama 2.000 tahun lamanya, situs ini tidak pernah dikunjungi. Kini, Saudi membukanya untuk wisata religi.

Dilansir RepublicWorld, makam tersebut berada di al-Hijr. Tetapi orang-orang Eropa lebih suka menyebutnya sebagai Hegra.

Saudi Buka Lagi Mada'in Saleh, Makam Batu 2.000 Tahun Diazab Allah
Penampakan Mada'in Saleh Dari Udara. (Foto: Twitter/TrueAncestry)
2 dari 4 halaman

Dibuka Kembali Setelah 2.000 Tahun Tak Tersentuh

Makam ini diukir di bebatuan besar pada abad ke-1 Masehi oleh bangsa Nabasia (Nabatea) yang mendiami wilayah utara Al Ula, Provinsi Madinah.

Setelah 2.000 tahun hampir tidak pernah tersentuh, kompleks makam bernama Qasr al-Farid atau The Lonely Castle di Hegra sekarang terbuka untuk turis.

Pembukaan situs di Hegra untuk masyarakat umum ini akan menjadi saksi peradaban bangsa Nabasia dari abad 2 dan 3 Sebelum Masehi.

Menurut rilis yang dibuat pemerintah Al Ula, sejarah situs dapat dinikmati oleh para turis dengan bantuan pemandu yang handal.

3 dari 4 halaman

Sebelumnya Terlarang bagi Turis

Rekonstruksi Mada'in Saleh atau Hegra ini dihidupkan kembali oleh arsitek Jean Nouvel. Dia menggunakan pendekatan kuratorial karena menceritakan kisah-kisah ribuan tahun yang lalu.

Situs ini memiliki perpaduan lanskap yang indah dan kisah-kisah sejarah yang luar biasa bagi para wisatawan.

 Mada'in Saleh
© Saudi-Archaeology.com

Makam itu sendiri menggambarkan gaya hidup bangsa Nabasia. Desain monumental yang diukir di bebatuan menunjukkan warisan arsitektur peradaban kuno bangsa tersebut.

Sebelumnya, situs yang masuk dalam Cagar Alam Sharman ini terlarang untuk wisatawan. Namun baru-baru ini dibuka untuk umum setelah dihidupkan kembali oleh Nouvel.

Nouvel sendiri menggambarkan Al Ula sebagai sebuah museum. Setiap lembah, tebing, hamparan pasir, dan siluet berbatunya patut mendapat perhatian.

4 dari 4 halaman

Kisah Kota Kuno di Arab Saudi yang Diazab Allah

Sementara itu, di dalam Alquran keberadaan kaum Tsamud yang menghuni Mada'in Saleh telah disebutkan sebanyak 26 kali. Mereka digambarkan sebagai kaum yang memahat bukit untuk dijadikan tempat tinggal.

Namun sebelumnya, terdapat bangsa Nabasia yang merupakan sekelompok bangsa Arab kuno yang menetap di daerah Yordania hingga ke sebelah utara Damaskus.

Menggunakan bahasa Aram untuk berkomunikasi, bangsa Nabasia ini adalah cikal bakal kaum Nabi Shaleh, yakni Tsamud.

Pada masa itu, kehidupan bangsa Tsamud begitu aman, makmur dengan sumber air yang berlimpah dan perkebunan kurma yang tumbuh subur.

Namun bangsa Tsamud ditimpakan azab setelah mereka mendustakan nabi. Kehidupan bangsa para ahli pemahat inipun binasa oleh gempa bumi yang demikian dahsyat.

Hingga kini Mada'in Saleh menjadi sejarah keberadaan mereka. Tebing-tebing yang penuh ukiran menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Arab Saudi.

Sebagai bangunan tua pra sejarah, Mada'in Saleh berhasil dikukuhkan UNESCO sebagai warisan dunia peninggalan sejarah Islam.

Join Dream.co.id