6 Dekade Hiasi Perairan, Kapal Layar Ikonik Hong Kong Berlabuh Akibat Covid-19

Dukling, kapal ikon pariwisata Hong Kong bangkrut akibat Covid-19 (Shutterstock.com)
NEWS  |  21 Desember 2020 11:12

Pengelola kapal Dukling kekurangan biaya akibat sepinya wisatawan.

Reporter : Ahmad Baiquni

Dream - Pandemi Covid-19 menjadi penghantam berat bagi sektor pariwisata Hong Kong. Pandemi pun memaksa Duklit, kapal layar merah yang menjadi ikon pariwisata Hong Kong menepi setelah enam dekade lamanya melintasi perairan di pelabuhan.

Pemerintah Hong Kong memperketat aturan guna menekan potensi penyebaran Covid-19. Akibatnya, sektor pariwisata jadi sepi dan memangkas pendapatan kapal Dukling yang sepenuhnya mengandalkan wisatawan.

Aturan jarak sosial yang ketat kembali diberlakukan setelah kasus harian berulang kali melonjak hingga lebih dari 100, level tertinggi sejak Juli. Pihak berwenang juga meningkatkan pengawasan pertemuan di properti pribadi dan di kapal, menyiapkan hotline khusus bagi publik untuk melaporkan pelanggaran apa pun.

" Dalam waktu dekat, sangat sulit bagi kami untuk tetap hidup," ujar Direktur Pengembangan Bisnis Dukling Limited, Charlotte Li.

 Kapal Ikonik Hong Kong

Kapal ikonik tersebut membutuhkan setidaknya empat pekerja untuk beroperasi di atas. Sayangnya, dua pekerja mengundurkan diri selama pandemi karena pemotongan gaji.

" Kami harus patuh aturan, Tapi bagaimana kami bisa mempertahankan staf dan keluarga mereka?" kata Li.

Li merasakan kurangnya perhatian pemerintah terhadap perusahaan swasta kecil dengan menghapus subsidi operasional untuk mengatasi dampak Covid-19 pada atraksi seperti perahu Dukling. Selain itu, subsidi pada agen perjalanan, pemandu wisata, dan taman besar juga dihilangkan.

Ocean Park, taman hiburan tua yang merugi bahkan sebelum pandemi melanda, telah menerima miliaran dari dana talangan pemerintah.

 Kapal Ikonik Hong Kong

" Saya tahu pemerintah tidak dapat membantu semua orang, tetapi dalam industri pariwisata mereka perlu berpikir lebih global," kata Li.

Kapal layar bernama Dukling Junk Boat merupakan model kapal yang dibuat pertama kali di era Dinasti Han (221 SM-206 SM). Kapal ini dulunya digunakan untuk memancing dan transportasi.

Dibuat pada 1955 di negara tetangga Makau, Dukling adalah satu-satunya kapal rongsokan asli yang tersisa. Kapal lain yang tersisa adalah replika modern.

Kapal itu selama 20 tahun oleh seorang nelayan Hong Kong dan menjadi tempat tinggalnya bersama keluarga sebelum menjadi objek wisata.

Sebelum pembatasan terbaru diberlakukan, Dukling berhasil bertahan dengan beralih ke turis lokal dan anak sekolah. Mereka menyesuaikan rute dan mengganti komentar bahasa Inggris ke bahasa Kanton.

" Penduduk setempat mendengar lebih banyak tentang kami tahun ini karena tanpa turis, kami memiliki lebih banyak waktu dan uang untuk dihabiskan untuk promosi di Hong Kong sendiri," kata Li sebelum pembatasan baru diberlakukan.

Sekarang sumber pendapatan itu telah mengering. Li menyerukan pihak berwenang untuk melestarikan Dukling apa pun yang terjadi selama sisa pandemi.

Li menegaskan misi perahu tidak hanya berfungsi sebagai objek wisata. Lebih dari itu, untuk melestarikan warisan perikanan Hong Kong dan sejarah kota itu.

" Itu kapal tua yang penuh sejarah dan cerita. Ini museum bergerak, museum memancing," ucap dia.

Sumber: Channel News Asia

Setahun Mutia Ayu Hidup Tanpa Glenn Fredly
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Setahun Mutia Ayu Hidup Tanpa Glenn Fredly
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :