Plesir Sambil Melihat Karya Seni Digital 'Kuasai' Hong Kong, Bikin Takjub!

Travel | Kamis, 11 Agustus 2022 17:47

Reporter : Dwi Ratih

Menawarkan sensasi berbeda.

Dream – Tak cuma industri bisnis dan keuangan saja yang berimbas buruk akibat Pandemi COVID-19 sejak 2020 lalu, industri seni pun juga mengalami yang sama. Namun lambat laun berjalan dan mulai hidup berdampingan dengan COVID-19, Hong Kong muncul sebagai pusat seni dan budaya di pasar seni Asia.

Berhasil bangkit dari keterpurukan pandemi, Hong Kong pun tak ragu menyelenggarakan acara seni, pameran, dan lelang sehingga kancah seni di Hong Kong pun berkembang pesat.

Dengan kalender seni yang ramai sejak Mei 2022, Hong Kong Tourism Board (HKTB) meluncurkan kampanye ‘Arts in Hong Kong' yang merupakan kampanye selama setahun untuk menunjukkan kepada khalayak global daya tarik kota yang luar biasa dan abadi sebagai pusat seni dan budaya.

Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan profil internasional Hong Kong dalam menawarkan tur seni dan budaya komunitas yang mendalam.

Tak ketinggalan juga pengalaman teknologi seni interaktif untuk mendorong masyarakat lokal dan pengunjung untuk menemukan kembali kota dari perspektif budaya pada acara ini.

Plesir Sambil Melihat Karya Seni Digital Kuasai Hong Kong, Bikin Takjub!
Foto: K11 Musea_Metavision/Hong Kong Tourism Board
2 dari 6 halaman

Diketahui, acara seni yang dipayungi Art Basel Hong Kong, Christie’s Hong Kong Spring Auctions, French May and Art Central, didukung kuat dari semua sektor dan segmen pasar.

Ditambah lagi infrastruktur kelas dunia yang baru dibuka di West Kowloon Cultural District; M+ Museum dan Hong Kong Palace Museum memperkuat posisi kota ini sebagai pusat kekuatan seni dan budaya yang menarik investor dan bisnis seni di seluruh dunia.

 Ellen Pau_The Shape of Light© Hong Kong Tourism Board

Menghadirkan seni baru yang beberapa tahun belakangan ini ramai dinikmati yaitu seni digital.

Hong Kong Museum of Art dan Affordable Art Fair yang akan datang telah memasukkan elemen seni digital untuk memenuhi pertumbuhan hasrat tentang seni tersebut.

3 dari 6 halaman

Terutama di Art Basel, di mana 'The Shape of Light' karya pelopor gambar bergerak yang berbasis di Hong Kong, Ellen Pau, yang dibuat bersama Art Basel dan M+ dan didukung UBS, disajikan sebagai proyek komisi bersama besar pertama pada fasad LED M+.

Sebagai Pusat Seni dan Budaya terkemuka, Hong Kong terus memelopori teknologi seni dengan memperjuangkan tren seni baru seperti NFT dan menyoroti beragam bakat.

 DERRY collected memories© Hong Kong Tourism Board

Tahun ini saja, terdapat lebih dari 10 acara inovatif terkait NFT di kota tersebut.

Seperti “ A Woman's World” yang merupakan karya seniman wanita pertama di Asia dengan menampilkan seni NFT di Hong Kong hingga pameran NFT terbesar di Asia “ ARTAVERSE”.

4 dari 6 halaman

 K11 Musea_Metavision© Hong Kong Tourism Board

Derry Ainsworth, seorang seniman NFT yang berbasis di Hong Kong, berharap dapat menumbuhkan dan menginspirasi generasi baru kolektor seni untuk merangkul penggunaan teknologi digital untuk mengeksplorasi keindahan seni dan budaya.

“ Saya benar-benar percaya bahwa seni dalam segala bentuknya akan selalu memiliki nilai, baik itu NFT digital atau lukisan fisik,” kata Derry pada keterangannya, Kamis, 11 Agustus 2022.

“ Saat ini, ada minat besar pada NFT karena ini adalah teknologi menarik yang menawarkan platform baru bagi orang untuk mengumpulkan dan menikmati seni. Seni NFT juga menguntungkan seniman dan kolektor karena penjualan sekunder, keamanan, dan utilitas yang dapat dilacak,” jelasnya.

 

5 dari 6 halaman

Derry yang merupakan bagian dari komunitas penggemar Hong Kong yang disebut Hong Kong Super Fan, karena senang mendapatkan inspirasi dari pasar, gedung, dan terutama lampu neon di jalanan yang menghadirkan nuansa fiksi ilmiah dalam karya-karyanya.

Tapi Derry sangat senang karena kota ini berada di garis depan dalam meningkatkan bentuk seni baru.

“ Hong Kong merayakan seni dan budaya Asia melalui adaptasi teknologi. Dengan merintis ruang seni digital melalui pameran, kota ini telah memantapkan dirinya sebagai pendukung di bidang ini dengan merayakan seni digital, mendidik konsumen, dan menyediakan platform global bagi seniman untuk tumbuh,” tuturnya.

6 dari 6 halaman

Suhanya Raffel, Museum Director M+ yang merupakan museum budaya visual baru Hong Kong memperkirakan bahwa ekologi seni Hong Kong akan berkembang dan semakin kuat di area yang belum dieksplorasi. 

Suhanya juga menambahkan bahwa M+ juga telah menengok NFT di tengah meningkatnya popularitas metaverse.

“ Kurator kami telah mulai mengeksplorasi makna dan dampak jangka panjang dari NFT saat semakin menonjol,” kata Suhanya.

“ Hong Kong memiliki potensi besar untuk mengubah NFT menjadi jenis tampilan seni baru yang mendorong perkembangan teknologi dan keterlibatan masyarakat di luar batas geografis, membuka pintu bagi pengalaman menonton baru bagi pengunjung museum dan kolektor,” tambahnya menjelaskan.

Dengan dukungan dari sektor publik, swasta, dan investasi berkelanjutan dalam infrastruktur seni, budaya, dan teknologi, Hong Kong siap menjadi pusat seni digital global.

Sebab, investasi di NFT terus tumbuh secara eksponensial, ekosistem seni membutuhkan solusi digital terbaik di kelasnya untuk meyakinkan investor dan kolektor sambil menyediakan platform bagi seniman untuk memamerkan karya mereka.

Join Dream.co.id