Penat Dengan Kepadatan Kota, Lima Desa Ini Pas Buat Liburan

Destination | Kamis, 14 November 2019 09:09

Reporter : Ahmad Baiquni

Liburan di desa bisa jadi alternatif menyegarkan pikiran.

Dream - Kesibukan pekerjaan bisa menyita konsentrasi. Ditambah padatnya kota, membuat pikiran menjadi tak karuan dan emosi teraduk.

Jika sudah mengalami hal itu, berarti sudah saatnya buat kamu untuk liburan. Manjakan diri dan buat pikiranmu rileks dengan berlibur di tempat yang tenang.

Agar pikiran bisa kembali tenang, berlibur di kampung jadi pilihan yang tepat. Kamu bisa jalan-jalan menyusuri sawah, berinteraksi dengan petani, atau bermain air di sungai yang jernih.

Ada sejumlah destinasi kampung yang bisa kamu jadikan destinasi liburanmu. Berikut, ada lima kampun yang direkomendasikan Reddoorz buat kamu yang menginginkan pengalaman liburan tak terlupakan.

 

Penat Dengan Kepadatan Kota, Lima Desa Ini Pas Buat Liburan
Desa Wae Rebo (Istimewa)
2 dari 6 halaman

Desa Wisata Kasongan, Bantul, Yogyakarta

Sejak tahun 1971-1972, Desa Wisata Kasongan mengalami kemajuan cukup pesat. Sapto Hudoyo (seorang seniman besar Yogyakarta) membantu mengembangkan Desa Wisata Kasongan dengan membina masyarakatnya yang sebagian besar pengrajin untuk memberikan berbagai sentuhan seni dan komersial bagi desain kerajinan gerabah.

Hasil kerajinan tersebut berkualitas bagus dan telah diekspor ke mancanegara seperti Eropa dan Amerika. Biasanya desa ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan yang sedang berlibur ke Yogyakarta.

Kawasan wisata ini dapat dijadikan destinasi wisata edukasi. Para wisatawan dapat langsung belajar cara membuat gerabah yang baik dan benar.

Ketika berkunjung ke desa ini, kamu bisa memesan penginapan di RedDoorz Plus near Alun Alun Selatan, Yogyakarta. Letaknya cukup dekat dengan berbagai tempat wisata di Yogyakarta.

 

3 dari 6 halaman

Desa Mentawir, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara

Desa Mentawir merupakan salah satu kawasan yang nantinya berdekatan dengan lokasi ibu kota baru. Desa ini menyimpan sejuta potensi wisata dengan wisata unggulan teluk Balikpapan yang tenang, hutan mangrove yang menjadi hunian berbagai jenis hewan khas Kalimantan seperti Pesut Etam, serta hutan bambu yang panjangnya sekitar 4 kilometer.

Desa ini dapat ditempuh hanya dua jam dari Balikpapan. Pemerintah daerah juga giat untuk menggalakkan industri kreatif rumah tangga berupa pembuatan sirup dari buah pidada atau buah mangrove sebagai buah tangan wisatawan yang berkunjung kesini.

 

4 dari 6 halaman

Desa Pujon Kidul, Malang, Jawa Timur

Desa Pujon Kidul adalah salah satu destinasi unggulan di Kecamatan Pujon, Malang, Jawa Timur. Salah satu desa di Indonesia ini dijadikan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.

Wisatawan bisa melakukan berbagai kegiatan seru yang berbau alam seperti memetik sayur, pengolahan susu, wahana outbond, air terjun dan wisata alam lainnya. Desa ini dikelilingi perbukitan yang menjadikan udaranya cukup sejuk, ditambah dengan banyaknya sawah warga yang nampak sangat hijau sehingga banyak spot foto yang sangat menarik.

Setelah puas berkeliling di desa ini, kamu dapat menginap di RedDoorz Pandanrejo Batu, Malang untuk beristirahat yang hanya berlokasi 15 menit dari lokasi wisata.

 

5 dari 6 halaman

Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah

Ponggok adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Desa Ponggok saat ini telah dikembangkan menjadi desa wisata air, karena memiliki potensi air yang melimpah.

Di Desa Ponggok terdapat beberapa umbul (mata air) seperti Umbul Besuki, Umbul Sigedang, Umbul Ponggok, Umbul Kapilaler, serta Umbul Cokro. Pada setiap umbul ini dapat dijumpai pemandangan alam yang indah serta air yang jernih, didukung dengan suasana pedesaan yang asri.

 

6 dari 6 halaman

Desa Wae Rebo, Flores, Nusa Tenggara Timur

Wae Rebo merupakan desa tradisional yang terletak di kawasan terpencil Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai desa ini, pendakian harus dilakukan karena letaknya yang berada di ketinggian 1000 mdpl.

Ketika sampai di atas, Anda akan menemukan desa ini dikelilingi oleh perbukitan hijau, hutan yang asri, serta kabut yang mengitari desa Wae Rebo ini. Rumah-rumah adat yang dipertahankan keasliannya pun turut memberikan keunikan tersendiri.

Oleh karena itu, desa di atas awan ini dinyatakan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada tahun 2013 lalu. 

Sudah terbayang nyamannya liburan di desa?

Join Dream.co.id