Miyama, Desa Kuno Jepang Tawarkan Pengalaman Liburan Unik

Desa Kuno Miyama, Kyoto, Jepang (Shutterstock.com)
DESTINATION  |  8 Februari 2021 11:10

Desa ini menyediakan akomodasi otentik khas Jepang.

Reporter : Ahmad Baiquni

Dream - Jepang merupakan negara yang memiliki budaya yang unik dan alam yang indah. Seperti salah satu desa kuno Jepang, Miyama.

Walaupun memiliki sedikit pilihan akomodasi dan tempat makan, Miyama dikelilingi pegunungan dan hutan yang asri. Sehingga desa tersebut banyak dikunjungi wisatawan luar kota, penggemar arsitektur hingga sejarawan.

Tempat tersebut memiliki daya pikat yang tinggi karena memberikan ketenangan hidup khas pedesaan. Pengunjung bisa menyewa sepeda untuk berkeliling menikmati kesejukan udara dan berfoto di rumah-rumah tradisional beratap jerami dengan latar pegunungan yang indah.

Selain itu keunikan rumah tradisional Miyama terletak pada gaya arsitekturnya yang khas yang dapat menciptakan perasaan bahagia dan tenang. Sehingga tempat ini cocok untuk menenangkan diri dari hiruk pikuk kota.

" Saya berharap pengunjung dapat menenangkan diri di pedesaan dan menghargai pemandangan yang kami tawarkan," kata seorang warga.

 Desa Kuno Miyama, Kyoto, Jepang

Dulunya rumah tradisional menjadi pemandangan umum di pedesaan Jepang namun kini hanya tersisa sekitar 200 rumah yang beratap jerami. 39 di antaranya dapat ditemukan di Desa Atap Jerami, atau Kayabuki No Sato, yang terletak di sektor utara Miyama.

Pondok-pondok tersebut punya gaya arsitektur khas yang membuat empat sisi pinggul dan atap pelananya berbeda. Atap dan penyangga bambunya terbuat dari lapisan tanaman kering yang disebut Kaya.

" Kaya melambangkan keabadian jiwa yang menjadi dasar budaya Jepang, dan ini terwakili dalam bentuk atap rumbia," kata Haruo Nishio pembuat atap jerami professional.

Nishio pindah ke Miyama 25 tahun lalu untuk menjadi bagian dari kelompok tukang jerami profesional dan bekerja di Miyama hanya untuk merawat rumah-rumah tradisional.

" Seorang pembuat jerami seperti saya adalah profesi yang konon memiliki sejarah 5.000 tahun. Teknik-teknik tersebut telah diwariskan sejak lama. Saya merasa senang bisa menjadi bagian dari sejarah yang panjang ini," kata Nishio.

Dia juga menjelaskan rumah beratap jerami membutuhkan perawatan ekstensif untuk menjaga kondisi aslinya. Tetapi dengan tingginya biaya bahan bangunan dan tenaga kerja manual juga membuatnya jarang ditemui.

Menyadari nilai budaya dan warisan bangunan-bangunan ini, pemerintah Jepang telah menetapkan Miyama sebagai Distrik Pelestarian untuk Kelompok Bangunan Bersejarah pada tahun 1993.

" Saya pikir itu datang tepat pada waktunya. Jika nanti datang, saya kira daerah ini akan dibangun kembali menjadi atap genteng atau jenis rumah lainnya” kata penduduk Tadaki Nakano.

 Desa Kuno Miyama, Kyoto, Jepang

Meskipun ditetapkan sebagai situs cagar budaya, penduduk desa sepakat untuk tidak membiarkan komersialisasi berlebihan yang dapat merusak kampung halaman mereka. Itulah mengapa hanya ada dua penginapan, dua kafe, dan satu museum (Museum Rakyat Miyama) di Miyama.

Salah satu hal yang menarik dari kunjungan museum tersebut adalah pengunjung dapat melihat atap jerami yang ikonik apabila dilihat secara dekat dan dapat menemukan keunikan tekniknya.

Untuk berbagi kecintaannya pada Kayabuki No Sato, Nishio menyewakan pondoknya sendiri untuk penginapan semalam, dan memberikan tamu pengalaman tinggal di rumah beratap jerami lengkap dengan lantai tatami, kasur futon, dan perapian terbuka.

" Tamu yang bukan tukang jerami profesional atau pemilik pondok dapat menikmati pondok saya seolah-olah mereka adalah pemiliknya," ujar Nishio.

Selain itu ia juga memiliki keinginan untuk membangun sebanyak 100 pondok jerami dalam waktu dekat. Karena menganggap tema pondok jerami adalah lambang keabadian dan ia memiliki harapan untuk dapat melestarikannya, dikutip dari CNA Travel.

Laporan, Yuni Puspita Dewi

BERANI BERUBAH: Dodol Perekat Korban PHK
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Audi Marissa - Anthony Xie | Christie SERIBU KALI CINTA THE SERIES Eps 3
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :