Melepas Penat di Likupang, Surga Dunia di Sulawesi Utara

Destination | Sabtu, 27 November 2021 13:10

Reporter : Ahmad Baiquni

Pemandangan Likupang begitu cantik, bisa untuk menenangkan pikiran.

Dream - Akhir tahun akan tiba sebentar lagi. Sayangnya, pandemi masih berlangsung hingga saat ini.

Meski begitu, bukan berarti tidak ada kesempatan buat liburan. Selama patuh menerapkan protokol kesehatan, liburan bisa kamu lakukan dengan aman dan nyaman.

Inti liburan sebenarnya melepas penat usai beraktivitas padat. Agar itu bisa tercapai, maka destinasi harus dipilih secara tepat.

Salah satu destinasi yang wajib masuk dalam daftar liburanmu adalah Likupang. Berjarak 48 Kilometer dari Kota Manado, Sulawesi Utara, Likupang ditetapkan dalam daftar 5 Destinasi Super Prioritas oleh Pemerintah Indonesia.

" Keindahan alam Likupang menyerupai heaven on earth, ketenangan alamnya dengan hamparan perbukitan hijau, pantai murni pasir putih, dan ekosistem bawah yang masih terjaga makin mengukuhkan gelar Likupang sebagai destinasi yang cocok untuk self-healing dari tekanan pikiran perkotaan," ujar Co-Founder & Chief Marketing Officer Tiket.com, Gaery Undarsa.

Berlibur ke Likupang, kamu dapat terbang dari bandara mana saja menuju Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado. Setelah itu, lanjutkan dengan perjalanan darat selama 1,5 jam hingga kamu bisa menikmati indahnya Likupang.

Ada sejumlah destinasi yang wajib kamu kunjungi, seperti direkomendasikan Tiket.com.

 

Melepas Penat di Likupang, Surga Dunia di Sulawesi Utara
Likupang (Shutterstock.com)
2 dari 3 halaman

Bukit Larata, Bukit Ilalang, Pantai Kinunang, dan Gunung Dua Basudara

Bukit Larata terletak di ujung Desa Kinunang. Masuk ke destinasi ini, kamu perlu membeli tiket dengan tarif Rp40 ribu per mobil dan Rp20 ribu per sepeda motor.

Menuju puncak, kamu dapat menemukan hamparan laut dengan Gunung Dua Basudara yang menjulang di kejauhan. Bukit Larata memiliki keindahan pemandangan bukit savana serupa lukisan, dengan padang rumput yang berpadu dengan pemandangan laut.

Setelah tiba di puncak, kamu hanya perlu melangkah sekitar 15 menit untuk menemukan surga pecinta wisata pantai, yaitu Pantai Kinunang. Posisinya sejajar dengan Pantai Pal, sehingga dapat menikmati air laut berwarna gradasi biru tosca cantik dengan sunyi dan tenang.

Pada 2007, Penyu Hijau ditemukan di pantai ini, sehingga membuat kagum World Wildlife Fund Indonesia.

 Likupang© Shutterstock.com

Pulau Lihaga

Destinasi lain yaitu Pulau Lihaga. Dengan menempuh jarak 15 menit dari Pelabuhan Serai di Desa Serai, Likupang Barat, kamu dapat menyewa kapal mulai dari Rp500 ribu untuk 6 penumpang, hingga Rp800 ribu untuk 20 penumpang.

Pulau Lihaga ditumbuhi berbagai macam vegetasi, mulai dari semak hingga pepohonan tropis. Pada bagian belakang pulau, turis akan merasakan pengalaman menikmati pantai alami dengan suasana kebun botani.

Beragam fasilitas telah tersedia untuk mengoptimalkan momen liburan, mulai dari pondokan penginapan, mushola, hall pertemuan outdoor untuk penyelenggaraan acara, fasilitas penyewaan perahu kano, dan pelampung, sehingga cocok menjadi pilihan berlibur bagi keluarga Indonesia.

 

3 dari 3 halaman

Pantai Pulisan

Salah satu keunikan dari Pantai Pulisan adalah banyaknya toko cinderamata dan pusat suvenir yang tidak dapat ditemukan oleh turis di kota lain. Pohon kelapa di pantai ini pun menjadi bahan dasar berbagai cinderamata unik, seperti pajangan atau hiasan, tempat sabun, asbak, miniatur kapal, tempat lilin, gelas, dan masih banyak lagi.

Pantai ini cukup terkenal dan telah dikembangkan oleh pemerintah setempat sebagai tempat wisata. Bagi yang hendak bertamasya bersama keluarga, banyak tersedia gazebo kecil untuk duduk-duduk dan bersantai yang dapat disewa dengan tarif mulai Rp150 ribu.

Buat kamu yang ingin memacu adrenaline, hanya berjarak 3-5 menit dari Pantai Pulisan, terdapat Pantai Panjang. Meskipun berlokasi di kawasan yang sama, karanternya berbeda sehingga kamu dapat menikmati pantai sesuai dengan keinginan hati masing-masing.

 Likupang© Shutterstock.com

Sungai Mangrove di Desa Sarawet

Setelah puas menikmati bukit dan pantai, destinasi wisata berikutnya adalah Sungai Mangrove di Desa Sarawet. Di sungai ini, turis dapat merasakan wisata susur sungai dengan menaiki perahu tradisional yang digerakkan dengan dayung.

Harga sewa untuk naik perahu mengikuti wisata susur sungai ini hanya Rp50 ribu per orang dengan durasi sesuka hati. Ikan di sungai mangrove ini memang bermacam-macam jenisnya, mulai dari ikan somasi, ikan gabus, sampai ikan kerapu.

Kemudian, salah satu keunikan wisata sungai mangrove adalah kekayaan flora. Terdapat 15 jenis mangrove yang tumbuh di sepanjang Desa Sarawet - menjadikan desa ini sebagai salah satu lokasi penelitian dan pengambilan sampel mangrove yang paling penting di Sulawesi Utara.

Ketika wisata susur, kamu dapat mengucapkan impian ke Pohon Berdoa, sebuah pohon mangrove di pinggir sungai yang digantungi pita-pita merah mencolok. Konon, menurut kepercayaan setempat, doa akan dikabulkan oleh Tuhan YME.

Join Dream.co.id